De første 200 linjer.
Tidak. Keluarlah! Aku tak bisa lagi melakukan ini.
Aku tak mau dia melihatmu seperti ini.
Kau butuh bantuan!/ Aku tak bermaksud begitu. Maaf.
Kau selalu meminta maaf./ Ayolah.
Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Selalu saja!/ Kau memang selalu ingin mengusirku.
Kau tahu berapa kali kau janji ingin berhenti?
Ini bukan salahku./ Bukan salahmu?
Lihatlah dirimu. Kau mabuk. Saat siang hari.
Tentu saja mereka memecatmu./ Bisa kita bicarakan ini?
Kau tak peduli dengan kami./ Tolong.
Tidak. Kau harus pergi./ Jangan lakukan ini.
Keluar dan jangan kembali hingga kau berhenti minum miras.
Ayah?
Ayah!
Ayah, jangan pergi!
Tidak! Tidak, tidak, tidak. Ayah, aku mohon!
Tidak, jangan pergi.
Tolong jangan pergi. Kumohon!/ Tessa! Tessa!
Kumohon, Ayah. Jangan pergi. Ayah, tolong jangan pergi.
Ayah! Tidak
Ayah tak bisa mengatakan betapa ayah senang melihatmu lagi, Tessie.
Ada handuk di kamar mandi jika Ayah ingin mandi.
Aku akan masakkan kita sesuatu./ Terima kasih.
Ini enak.
Ayah ingin kau dulu memang pandai memasak, Tessie.
Terima kasih./ Sama seperti Ibumu.
Ayah mencoba menghubungimu.
Mengirimmu kado setiap ulang tahun dan Natal.
Ibumu tak memberitahumu, 'kan?
Tidak.
Ya.
Jadi sang ayah yang hilang telah kembali.
Untuk apa? Apa yang kau inginkan?
Ayah bisa tidur di sini jika mau.
Kami punya kamar, dan aku tak mau Ayah di jalanan.
Apa kau masih minum?/ Kami permisi sebentar.
Aku tahu jika ini sangat tak nyaman,
Tapi kau, dari semua orang, harus menghargai aku...
...memberinya kesempatan kedua./ Aku, dari semua orang,
Pasti tahu bahwa mungkin dia di luar sana saat ini...
...memasukkan semua barang berharga kita ke kantongnya.
Dia akan melukaimu.
Kau tak kenal dia./ Begitu juga denganmu.
Ini sudah berapa lama, 10 tahun, sejak kau melihat dia?
9 tahun.
Aku hanya berusaha melindungimu.
Aku tak membutuhkanmu untuk melindungiku.
Aku tahu pasti kenapa kau di sini,
Jadi kau mungkin sebaiknya ambil ini dan pergilah.
Aku tak menginginkan uangmu, Nak.
Aku hanya ingin hubunganku dengan putriku.
Jika kau menyakiti dia.../ Hei, tenanglah.
Aku tahu kau tak punya alasan untuk percaya padaku,
Tapi bagaimana jika memberiku kesempatan?
Kau sudah mendapat tempat di Seattle?
Belum. Belum./ Belum?
Aku akan merindukanmu.
Aku harus mulai menonton The Kardashians...
...untuk mendapatkan drama setelah kau pergi.
Landon, aku hanya ke Seattle.
Kita bisa FaceTime, dan kau selalu bisa berkunjung.
Antara kerja dan sekolah, kau akan sangat sibuk.
Kau takkan punya waktu untuk apapun,
Seperti teman, keluarga, dan terutama tidak untuk orang seperti...
Orang seperti siapa? Aku?
Apa ada yang ingin kau beritahu, atau aku harus tanya Landon?
Dia kelihatannya lebih tahu dibanding aku.
Tidak hari ini, Setan.
Sampai ketemu di rumah danau.
Jangan terlalu berharap.
Oke./ Kami akan datang.
Apa?/ Apa maksudmu, apa?
Kapan ini seharusnya terjadi?
Seminggu lagi?/ Apa? Seminggu lagi?
Kau pergi seminggu lagi, dan kau tak berpikir beritahu aku?
Kapan aku harus memberitahumu? Karena kau pergi.
Ya, aku di sini. Aku kembali. Dan aku kembali untukmu.
Aku tak bisa menghubungimu selama 9 hari.
Aku tak tahu jika aku akan melihatmu lagi.
Jadi, apa, hanya itu saja?
Maksudku...
Ya, pekerjaan ini peluang besar untukku.
Aku berharap kau ikut denganku.
Aku berharap kita bisa pindah ke London setelah lulus.
Dan bagaimana aku tahu itu?
Aku tadinya ingin memberitahumu.
Tapi itu tak penting lagi, bukan?
Kau sudah bulatkan pikiranmu. Kau sudah punya rencana.
Kau membayangkan hidupmu dimana aku tak ada didalamnya.
Kau ada didalamnya jika kau menginginkannya.
Dengar, aku paham kau marah.
Dan kita perlu bicara soal ini,
Hanya saja aku ada kelas, jadi...
Kita akan lanjutkan obrolan ini.
Kau begitu baik hati.
Untuk luangkan aku waktu di jadwalmu yang sibuk. Terima kasih.
Hei.
Hai, Ibu. Bagaimana London?
Baik. Ibu hanya ingin memeriksa keadaanmu.
Ibu dengar Tessa menerima pekerjaan dengan Vance dia Seattle.
Dari mana Ibu dengar itu?
Christian dan Ibu tadi berbincang.
Itu agak aneh.
Kami sudah saling kenal jauh sebelum kau lahir.
Aku lebih suka tak semua orang tahu urusanku.
Ibu, aku akan telepon balik.
Kau butuh tumpangan?
Ya. Ya, tentu.
Terima kasih.
Kau mau ikut masuk?
Baiklah, kenapa tidak.
Selamat menikmati.
Kita minum untuk apa?
Aku tak tahu kita butuh alasan.
Bersulang untuk itu.
Lihatlah dia dengan gaun ini.
Dia terlihat sangat bahagia.
Aku sangat berusaha. Khususnya sekarang.
Ya.
Jelas bukan saat ini. Tapi aku berusaha.
Kau sangat mengingatkanku pada diriku saat seumuranmu.
Yang benar saja./ Ya.
Serius?/ Hei. Hei, Bung.
Ini percakapan pribadi.
Hanya berusaha mendapatkan gambaran.
Itu putriku, bangsat.
Hei.
Maaf, ini siapa?
Apa yang Ayah lakukan di sini?
Proses pengenalan.
Hei, Tess./ Hardin...
Apa yang kau lakukan?
Aku tak melakukan.../ Pramusaji menghubungiku.
Ayolah. Itu bukan masalah besar.
Lihat, dia tak apa./ Kau mabuk.
Aku memang minum. Aku hanya... Dengar, itu...
Aku membantu ayahmu./ Sungguh?
Aku tidak memulai... Dia yang memulai. Jadi...
Seseorang memanggil polisi.
Kau yang memanggil polisi, dasar pengadu.
Baiklah, ayo pergi.
Jangan marah dengan dia.
Dia mencintaimu.
Hanya itu.
Ya, kau lihat itu? Dia pria yang kuat.
Kenapa seseorang meninggalkanmu?/ Aku tidak tahu.
Ya, ini hanya... Ini begitu menyenangkan.
Kenapa aku tak ingin tetap di sini?
Aku rasa kita dalam masalah.
Hei, hei, hei, pelan-pelan.
Kau tahu, aku tak suka dengan pertemanan baru ini.
Aku hanya bersikap baik.
Aku tawarkan dia tumpangan, dan bar adalah idenya dia.
Dia alkoholik, begitu juga kau.
Dua pecandu alkohol memasuki bar.
Aku senang kau menganggap ini lucu.
Aku tunjukkan dia fotomu di ponselku,
Lalu bajingan ini mendekat dan mengatakan pendapatnya terhadapmu.
Jadi?
Jadi aku bilang padanya aku sudah melakukan itu.
Hardin.../ Apa?
Aku meminta maaf.
Aku minta maaf.
Aku benar-benar menyesal.
Tolong maafkan aku./ Aku... Itu...
Itu tak adil./ Tolong maafkan aku.
Bagaimana jika.../ Dia sudah tidur.
Tessa.
Tessa...
Astaga...
Ayah dengar kalian akan pindah.
Ya... Aku sebenarnya harus mulai berkemas.
Ayah akan segera selesaikan dan pergi dari sini.
Tidak, tidak, tidak. Aku tak bermaksud itu seperti...
Tak apa... Kau tak butuh ayah di sini.
Ayah hanya... Ayah juga ada beberapa urusan.
Ayah...
Itu terasa aneh untuk dikatakan.
Itu jemputanku.
Ayah pergi sekarang?
Ya.
Kemari.
Terima kasih banyak sudah izinkan ayah menginap.
Tidak, tunggu sini. Dia akan keluar.
Hei, jangan...
Jangan menghilang lagi dariku.
Hardin.
Jadi kau memintaku keluar berikutnya?
Kau tak apa?
Kau tahu, aku tak ingin meninggalkanmu.
Itu tak harus.
Tawaran Vance benar-benar... Itu mimpi jadi kenyataan.
Aku ingin tinggal di Seattle sejak aku masih kecil.
Satu-satunya hal yang bisa membuat itu lebih baik...
...yaitu jika kau ikut denganku.
Aku tak tahu kenapa kau ingin aku ke sana.
Kau tahu aku tidak cocok dengan gaya hidup mewah itu.
Itu juga bukan yang kau cari. Jadi aku tak mengerti.
Aku ingin membuat hidup bersama.
No comments yet. Be the first to leave one.