Idiot

Idiot

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Idiot aka Ahmaq (1992) Shah Rukh Khan Mani Kaul Part 2 (Mini Series)
En kommentar af Classic CinemaIndo

Tags

dvd
Udgivet den: 2025-06-03
Downloads: 34
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Dia kaya dan tolol, seperti yang selalu orang katakan.

Kini dia seorang jutawan.

Myshkin, ikutlah denganku. Kau bahkan tak sadar apa yang kau lakukan.

- Shanko. - Nastasya!

Aku akan menikah.

- Ambilkan kursi, Shanko. - Segera.

Raghujan, ambil bungkusan uang kotormu, dan enyahlah dari hidupku.

Kini aku lebih kaya darimu.

- Jangan ikut campur. - Dia mabuk.

- Aku akan menikahinya. - Dia sungguh mencintaimu.

Saat orang berkata bahwa istrimu adalah perempuan simpanan Thakur...

- ...apa kau tak akan merasa hina? - Kau yang berkata begitu, Nastasya?

Tidak. Aku tak akan merasa malu.

Pagi ini aku melihat fotomu.

Seolah-olah kau memanggilku.

Aku menghormatimu, Nastasya.

Tak pernah ada yang berkata begitu padaku.

Tuan Mehta, kau dengar apa yang dikatakan Myshkin barusan?

Raghujan, aku ikut denganmu.

- Kau akan membawaku ke mana? - Ke Delhi.

New Delhi.

Seharusnya kau menikahi Amba, bukan Nastasya Mukhopadhyay.

Tidak, Nastasya. Jangan lakukan ini.

Akhirnya aku bebas. Hidupku selama ini seperti di penjara.

Ini hari kebebasanku.

Ayo, Raghujan. Untuk apa kita menunggu?

Apa yang membuatmu malu? Jangan lakukan ini.

Ayo kita pergi.

Dia milikku. Sepenuhnya milikku.

- Ratuku, mahkotaku. - Berhentilah memperbutkanku.

Ganesh, lihat bungkusan ini.

Ada seratus ribu di dalamnya.

Akan kulempar ke dalam api.

Ambillah uangnya— kalau kau sanggup.

Mungkin jarimu akan terbakar.

Ini uangku. Benar, Raghujan?

Haruskah kita mengikatnya, atau memanggil polisi? Dia sudah gila.

Ini uangku!

- Sudah selesai. - Aku bebas berbuat sesukaku.

- Tidak, Tuan Thakur. - Sudah cukup.

Dia benar-benar gila.

- Semuanya untukmu, Malika. - Sungguh teatrikal.

- Shanko, perbesar apinya. - Aku tak sanggup, Nastasya Mukhopadhyay.

Dia gila. Sepenuhnya gila.

Uangnya akan terbakar. Dan kau akan menggantung diri.

Aku akan melompat ke dalam api. Rambutku akan terbakar…

Biarlah terbakar.

Seratus ribu? Akan kucoba mengambilnya.

Bodoh. Itu sudah terbakar.

Kaulah laki-laki pertama yang sungguh kulihat dalam hidupku.

Ganesh! Apa yang terjadi padamu?

Uang itu milik Ganesh.

- Seluruh gulungan itu miliknya. - Shanko, ambilkan air.

Myshkin, sadarlah. Lepaskan dia.

Kau tidak lihat siapa dia sebenarnya?

Dengarkan aku.

Dia pria baik, tapi...

Aku diminta memberikannya padamu.

Secara pribadi.

"Mungkin kau sudah melupakan aku sepenuhnya.

"Lalu kenapa aku menulis surat ini? Aku pun tak tahu.

"Aku hanya ingin kau ingat tentang aku.

"Kau, terutama kau."

Ayo, makanannya sudah siap.

"Sering kali aku benar-benar membutuhkan kalian bertiga.

"Tapi yang paling aku butuhkan itu kau.

"Aku sungguh butuh kau.

"Aku tak tahu harus menulis apa tentang diriku.

"Aku tak punya apa-apa untuk diceritakan.

"Aku hanya ingin kau bahagia.

"Apa kau bahagia?

"Kakakmu, Myshkin."

Aku ingin membangun rumah yang istimewa.

Pak, mereka semua sudah pergi ke Goa.

Veera. Veera.

Diam!

Kau? Pangeran?

Ayo. Silakan masuk.

Satu menit saja. Satu menit.

Aku akan terbang seperti angin, lalu kembali lagi.

Dia sedang ganti baju.

Apa kau kira dia mabuk?

Sama sekali tidak. Hanya lima teguk saja.

Kalau urusannya penting, sekarang waktu yang tepat.

Malam-malam dia pulang dalam keadaan teler.

Dia menangis, lalu membacakan Alkitab keras-keras.

Ibu baru meninggal lima bulan lalu.

Pasti dia kaget melihatmu.

- Itu sebabnya dia lari. - Baru lima bulan.

Anak-anak yatim itu...

Mantel barumu tergantung di belakang pintu.

- Lalu kenapa? Bodoh. - Ssst! Bayinya bisa bangun.

Ini putriku.

Aku sudah menikah secara sah. Istriku melahirkan bayi ini.

Dia juga putriku. Namanya Veera.

Dan laki-laki ini...

Ceritakan semuanya sekarang juga!

Kau tahu siapa yang membunuh Mahatma Gandhi?

- Dia! Dialah orangnya. - Ya.

Apa aku pernah tak mengembalikan barang yang kupinjam?

Bagaimana aku bisa menerimanya sebagai iparku?

Dia menolak pergi dari rumahku. Dia hanya berbaring di sana.

Aku tidak akan pergi sebelum mendapat uangku.

Kau tersenyum? Kau pikir aku salah?

- Aku takkan pergi tanpa uangku. - Kau tahu kenapa aku datang ke sini?

Aku tahu Raghujan sudah di sini sejak tiga minggu lalu.

Katakan yang sebenarnya. Apa Nastasya bersamanya?

Tidak.

Dia lari ke sini dari Delhi, langsung setelah pernikahan.

- “Mathew, tolong aku,” katanya. - Kau mempertemukan mereka lagi.

Apa aku bisa menghentikannya?

Kau sedang mabuk, Mathew. Kalau tidak, aku sudah bertanya sesuatu.

Aku belum minum setetes pun.

Katakan, bagaimana keadaannya?

Lelah.

Soal Raghujan, dia takut pada laki-laki itu.

Orangnya mudah meledak.

Suatu kali aku sedang membacakan Kitab Wahyu padanya.

Dia mencabuti rambutku.

Kitab Wahyu?

Salah satu kitab suci kami.

Aku tahu. Lalu bagaimana dengan Nastasya?

Dia mulai mendengarkanku, meskipun sedikit.

Kita sedang hidup di zaman Kuda Ketiga.

Kuda Hitam...

...penunggangnya membawa timbangan di tangan. Kuda Putih ada di belakangnya.

Itulah yang disebut Maut.

Kalkimu. Lalu muncul Neraka.

Apa kau percaya semua itu?

Aku akan katakan sesuatu yang mengejutkan, kalau kau bertanya, Myshkin.

- Nastasya dan Amba... - Cukup.

Ada apa, Myshkin? Kenapa tidak tinggal di sini saja?

Kau bisa pakai kamar belakang. Tak akan ada yang ganggu.

Kembalilah malam ini.

Kau?

Kalau kau mau, aku bisa pergi.

Tidak usah.

Kenapa kau menatapku seperti itu?

Saat aku turun dari kereta, ada sepasang mata seperti punyamu menatapku.

Mata siapa?

Aku tak tahu. Tempatnya ramai sekali.

Aku merasa pernah melihatnya.

Akhir-akhir ini aku mulai membayangkan hal-hal yang tak ada.

Itu ayahmu?

Ayahku.

Dia datang padaku. Terus berkata: “Selamatkan aku dari Raghujan.”

Lalu dia pun lari dariku juga.

Orang-orang bilang kaulah yang mengusirnya.

Kau tadinya akan menikahinya.

Tapi dia kabur.

Raghujan, lupakan saja.

Menikah denganmu berarti kematian bagi dia.

Juga untukmu.

Kalau kalian berpisah...

...aku akan bahagia.

Tapi aku tidak akan mencoba memisahkan kalian.

Kau tak perlu takut padaku. Aku akan pergi, Pawan.

- Aku pergi. - Tinggallah sebentar.

Saat kau tak di depan mataku, Myshkin...

...aku mulai membencimu.

Aku percaya pada suaramu.

Kau percaya padaku?

Aku bahkan takut melihatnya.

Ibuku sudah lama sakit.

Dia hanya duduk diam di ranjang. Tak lagi mengerti apa-apa.

Nastasya memberi hormat pada ibuku.

Dan saat kutaruh tangan ibuku di atas kepalanya...

...dia menangis.

Dia bilang:

"Ibumu pasti sudah melewati banyak hal."

- Mungkin kalian akan bahagia. - Itu takkan pernah terjadi.

Kau masih belum mengerti.

Dia mencintai orang lain...

...sebesar aku mencintainya.

Dia mencintai orang lain.

Kau tahu siapa?

Kau.

Jadi?

Kau tidak tahu?

Ma.

Myshkin itu sahabatku.

Biar kuletakkan tanganmu di atas kepalanya.

Pawan, aku...

Myshkin.

Pertapa itu memainkan seruling.

Heer dan teman-temannya memperhatikan.

Pertapa itu adalah seorang pemikat.

Kekasih bernama Ranjha itu unik.

Pertapa itu adalah seorang pemikat.

Kaulah cahaya...

...dan utusan Allah.

Perjalanan sucimu adalah Laut Merah.

Pertapa itu adalah seorang pemikat.

Ayo, Myshkin.

Kanhaiya bilang kau sekarat.

Kupikir kau benar-benar sakit parah.

- Kau sudah menikah? - Tidak, aku belum menikah.

- Kau sendirian? - Dia itu kekasih yang tersesat. Benar, Ambalika?

- Apa salahku? - Kenapa kau tidak tinggal bersama kami?

- Gadis secantik itu. - Siapa dia?

More Indonesian subtitles for Idiot

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left