De første 200 linjer.
Kita seperti berputar-putar.
Tempat ini benar-benar seperti labirin.
Tolong kami!
Pak, bisa antar kami ke kota?
Kalau begitu, aku akan mengantar kalian.
Kalian berdua dibawa ke sini
karena kalian melanggar peraturan ketujuh Home School.
"Sepekan kemudian"
Hugo.
Jingjai.
Kalian sudah siap untuk berubah?
Aku sudah menyadari kesalahanku.
Aku tidak akan mengulanginya.
Tolong lepaskan aku, Master Amin.
Aku berjanji akan berubah.
Kumohon.
Tolong lepaskan kami.
Dengan kalian mengatakan itu,
artinya kalian belum siap.
Karena jika memang sudah berubah,
kalian tidak akan memohon kepadaku,
tapi kalian akan memercayaiku
dan memercayai Home School.
Master Phoban,
Hugo dan Jingjai harus mengikuti pelajaran khusus
sampai mereka bisa berubah.
Jangan.
Jangan, Master Amin. - Master Amin!
Jangan! Master Amin!
Master Amin! - Lepaskan kami!
Master Amin!
Bebaskan kami!
Jangan lakukan ini!
Bebaskan aku!
Ada yang ingin kusampaikan kepada kalian.
Setelah Hugo dan Jingjai melanggar peraturan
dan kabur dari Home School beberapa hari lalu,
aku menghukum mereka dan berharap
mereka sadar bahwa mereka tidak boleh berbuat seperti itu.
Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan.
Maka Hugo dan Jingjai akan terus dihukum.
Tapi kurasa kamu sudah cukup menghukum mereka.
Sampai kapan kamu akan mengurung mereka?
Sampai mereka berubah.
Berubah?
Berubah seperti apa?
Bukankah perbuatan kalian, para master, kepada mereka ilegal?
Kita harus membebaskan Hugo dan Jingjai.
Tindakan para master tidak benar.
Tapi mereka berdua melanggar peraturan, Maki,
dan ini bukan kali pertama mereka melakukan ini.
Kalau dipikir-pikir,
sudah sepantasnya mereka dihukum.
Biw benar.
Tanpa mereka berdua, keadaan cukup tenang.
Aku mengerti Hugo dan Jingjai adalah pembuat onar,
tapi mereka teman kita.
Dihukum selama ini terlalu berat.
Kenapa kamu memanggilku, Master Amin?
Kurasa sudah waktunya
kita memulai Permainan Bunglon.
Tapi kali ini, aku ingin kamu membuat penyesuaian
dan membuatnya lebih sulit daripada sebelumnya.
Tapi bukankah ini terlalu cepat, Master?
Kurasa anak-anak belum siap.
Master Praeporn,
jangan meremehkan GEN ini.
Anak-anak GEN6 lebih berpotensi daripada dugaan kita.
Mereka selalu melampaui ekspektasi kita.
Aku yakin mereka adalah harapan kita.
Mereka yang akan mengubah masyarakat kita.
Baiklah.
Aku akan segera memulai pelajarannya.
Kenapa ada telepon di sini?
Telepon ini tidak berfungsi.
Aku tidak mendengar apa pun.
Telepon tanpa tombol angka.
Pennhung belum pernah melihatnya.
Selamat pagi, GEN6.
Aku punya permainan seru untuk kalian mainkan hari ini.
Permainan ini disebut Permainan Bunglon.
Permainan Bunglon?
Tentang apa itu?
Permainan ini kurancang khusus untuk kalian semua.
Aku yakin kalian akan menyukainya.
Kalian lihat telepon di sana?
Inilah peraturannya.
Kalian masing-masing harus mengangkat telepon
untuk mencari tahu kalian ditugaskan menjadi hewan apa.
Salah satu dari kalian akan menjadi bunglon.
Bunglon akan berwenang memerintah hewan lain
untuk melakukan apa pun,
tapi bunglon tidak boleh mengungkap jati dirinya.
Mencari tahu siapa bunglon
adalah tugas hewan lain.
Permainan hanya akan berakhir saat seseorang tahu siapa bunglon
dalam tiga hari.
Permainan macam apa itu?
Kedengarannya tidak seru.
Bagaimana jika kami tidak bermain, Master?
Kalian tidak mendapat kabar terbaru tentang surat yang kalian kirim.
Lagi pula, aku tidak mau tahu.
Aku tidak mau memainkan permainan ini.
Namun,
jika ada yang tidak bermain,
teman yang lain tidak akan bisa tahu tentang surat mereka.
Jadi, jika kalian ingin tahu,
kalian semua harus bermain denganku.
Apa yang harus kita lakukan?
Mari bermain Permainan Bunglon.
Aku ingin menerima surat dari ayahku.
Aku juga ingin menerima surat dari keluargaku.
Aku juga.
Baiklah.
Kami akan memainkan Permainan Bunglon denganmu, Master.
Aku berjanji, kalian akan belajar lebih banyak daripada dugaan kalian.
Permainan dimulai begitu kalian mendengar telepon berdering.
Hewan yang ditugaskan kepadamu adalah...
Setelah kalian tahu hewan yang ditugaskan kepada kalian,
kuharap kalian menikmati permainan ini.
Jangan lupa, waktu kalian tiga hari.
Jika gagal mencari tahu siapa bunglon dalam tiga hari,
kalian akan kalah
dan yang kalah akan dihukum.
Jika kalian bunglon, langsung katakan saja
agar kita bisa mengakhiri permainan.
Maka kita akan mendapat kabar tentang surat dari keluarga kita.
Tunggu.
Jangan beri tahu teman kalian dahulu
bahwa kalian adalah bunglon.
Jika bunglon tertangkap sebelum tiga hari, dia akan dihukum.
Kalian harus mengikuti peraturan.
Ingatlah, memainkan Permainan Bunglon
adalah salah satu pelajaran penting bagi kalian.
Berikan kepada teman-temanmu.
Pada kelas berikutnya, kalian harus menyerahkan tugas.
Kalian harus menyelesaikan setiap halamannya.
Jika tidak menyelesaikannya, kalian tahu apa yang akan terjadi.
Tugas spesial untukmu.
Spesial?
Kenapa ini spesial?
Karena itu perintah bunglon.
Apa? Benarkah?
"Anjing. Gandakan tugasnya"
Sial!
Kenapa aku harus menjadi anjing?
Sudah kuduga aku yang pertama dipermainkan.
Siapa itu?
Siapa yang memerintahkan ini?
Siapa? Siapa yang memerintahkan ini?
Hei, itu perintah bunglon.
Selesaikan, Anjing Bodoh.
Bodoh sekali.
Setelah kamu menyelesaikannya, aku akan memberimu pakan.
Syukurlah.
Aku suka bakso Swedia.
Seingatku,
makanan hari ini selalu lezat. Bukan begitu, Pennhung?
Begini,
makanan ini lezat,
tapi makan malamnya tidak.
Setidaknya ada hal baik pada hari yang buruk.
Kamu mendapat makanan spesial, Nona Fuji.
"Tupai. Lewatkan makanan ini"
Siapa itu?
Siapa bunglon?
Master Phoban,
bawakan aku makanan.
Maafkan aku.
Aku hanya bisa menyajikan makanan spesial sesuai perintah bunglon.
Fuji, kita bisa berbagi makanan.
Tidak bisa.
Kalian semua harus mengikuti perintah bunglon.
Nona Fuji diperintahkan untuk melewatkan makan.
Dia tidak boleh makan.
Siapa pun yang menjadi bunglon, mengaku saja.
Jangan sampai aku tahu.
Jika tahu, aku pasti akan membalas kalian.
Ada yang marah karena lapar.
Diam!
Sekarang cepat katakan, siapa yang menjadi bunglon?
Kurasa Mork adalah bunglon.
Apa maksudmu?
Aku bukan bunglon.
Kamu tertawa saat aku dihukum tadi.
Aku juga melihat kamu terkejut saat menjawab telepon.
Selama ini kita hidup bersama.
Aku tahu kamu tidak bisa berbohong.
Aku terkejut karena ditugaskan untuk menjadi kutu. Kutu!
Kamu adalah bunglon.
Kenapa kamu menuduhku?
Menuduhmu?
Aku yang pertama dirundung. Aku ditugaskan menjadi anjing.
Siapa yang mau ditugaskan menjadi kutu?
Aku! Aku kutu!
Aku tidak percaya padamu.
Itukah jawaban kalian, Mek dan Mork?
Ya. - Ya.
Aku yakin Mork adalah bunglon.
Kubilang aku bukan bunglon.
No comments yet. Be the first to leave one.