Gundala

Gundala

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Gundala 2019 INDONESIAN 720p 1080p BluRay H264 AAC-[www GooMOVIES ga]
En kommentar af GooMOVIES
😍 www.goomovies.ga 😍

Tags

BluRay
720p
720
1080
Udgivet den: 2020-07-19
Downloads: 112
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

...dikalahkan.

Maju bersatu melawan penindasan.

Maju bersatu tak bisa dikalahkan.

Maju bersatu melawan penindasan.

Maju bersatu tak bisa dikalahkan.

Maju bersatu melawan penindasan.

Bos berani bayar petugas keamanan dengan sebanyak itu…

Tapi tidak bisa bayar buruh dengan layak.

Petugas keamanan juga sama kayak kita, mereka pekerja.

Jangan sampai ada bentrok

Maju bersatu tak bisa dikalahkan.

Berhenti!

Kami ingin masuk!

Dan bertemu dengan pemilik pabrik!

Biarkan kami masuk atau kami masuk dengan paksa.

Bukakan pintunya!

Sudah!

Sudah!

Cukup!

Sudah. Cukup. Cukup!

Bangsat!

Berhenti!

Saya mau perwakilan kalian masuk bicara sama saya.

Yang kanan tidak usah.

Mas?

Kalian masuk.

Bicarakan sesuai dengan yang sudah kita sepakati.

Nggak usah khawatir.

Dengan satu syarat, yang lain pada bubar.

Kalian pikir saya gila,

mau saya apakan rekan-rekan kalian?

Hey, minggir!

Maju!

Bubar.

Kata temanku, Bapak tukang cari masalah karena bikin demo.

Bapak bela hak Bapak dan hak teman-teman Bapak, Nak.

Tapi kata temanku, bapaknya nggak apa dibayar murah asal ada kerja.

Ya kalau orang lain nggak mau memperjuangkan keadilan…

Bukan berarti kita harus begitu juga kan?

Tapi kenapa?

Karena kalau kita diam saja melihat ketidakadilan di depan mata kita

Itu tandanya kita bukan manusia lagi.

Makasi sudah benerin lampunya ya, Nak.

Sancaka, tolong ditutup jendelanya, Nak.

Tapi kan di luar hujan, Bu.

Petir ngga akan nyamber kamu.

Ayo, buruan di tutup.

Ini dua kawan kita sudah nggak pulang sudah tiga hari, Bang.

Ini kawan-kawan sudah pada marah semua, mereka sudah pada mau ke pabrik.

Beneran tiga hari ngga pulang?

Iya, Bang, mungkin sudah pada mati mereka.

Bu, aku pergi dulu, jaga Sancaka.

Iya, Pak, hati-hati.

Bapak kemana?

Dua teman Bapak yang pergi ke pabrik untuk ngomong sama yang punya pabrik

sudah 3 hari belum pulang.

Bapak dan rekan buruhnya pergi ke pabrik.

Kita ke rumah teman Bapak yang hilang, yah, nemenin istrinya.

Kami datang untuk nemenin kamu.

Aku ngga apa-apa kok, Mbak.

Sabar, ya.

- Berapa? - Apanya?

Berapa kalian dibayar untuk mengkhianati teman kalian sendiri?

Kami butuh uang.

Bangsat!

Ibu!

Ibu!

Ibu!

Ibu!

Ibu.

Ibu.

Sancaka, pergi sekarang ke pabrik.

Kasih tahu Bapak mereka dijebak.

Pergi, Sancaka! Bapak kamu dalam bahaya, Sancaka.

Bapak!

Bapak!

Bapak.

Pak!

Pak!

Kami tidak ada yang membawa pisau.

Bapak!

Bapak.

Bapak.

Jangan mati, pak.

Bapak.

Pak, jangan mati, Pak.

Bangun, Pak.

Hei, bantuin! Bantuin!

Sancaka.

Besok Ibu harus pergi keluar kota,

Ada yang nawarin Ibu kerjaan.

Menginap?

Iya, cuman sehari kok.

Bapak kan setahun sudah ngga ada.

Rumah ini juga sudah dijual. Kita sewa sama orang lain.

Duit Ibu sudah hampir abis.

Ibu harus cari duit.

Cuman sehari kan?

Iya, besok kamu pulang sekolah Ibu sudah ada di rumah masakin buat kamu.

Berani kan?

Jangan main di luar ya. Lagi sering hujan.

Nanti kamu kesamber petir lagi dan sakit kayak dulu.

Ibu?

Ibu?

Ibu?

Ibu...

Ibu...

Ibu...

Ibu...

Ibu...

Ini, aku bawain makanan.

Tai! Bosan hidup elo?

Awas...

Kaki elo pendek, elo pasti tertangkap!

Ngapain elo sampe dikejar-kejar mereka?

Mereka gangguin anak perempuan.

Pengamen juga.

Terus gue lempar.

Belajar buat urus hidup elo sendiri.

Karena kalau elo ikut campur urusan orang lain, hidup elo bakal susah.

Kok elo tolongin gue?

Ya, makanya hidup gue bakal susah.

Itu anak, kalau cuman lima anak doang, gue bisa ladenin.

Kalau satu kelompok nyariin gue, mati juga gue.

Maaf, bikin hidup elo susah.

Gue Awang.

Sancaka.

Makan, terus gue ajari elo berantem.

Kenapa?

Supaya elo bisa bela diri sendiri,

nggak jadi tanggung jawab gue lagi.

Elo pernah punya rumah?

Pernah.

Dulu.

Dipungut orang kaya

Tapi disiksa.

Gue kabur.

Jangan pernah percaya sama orang kaya.

Banyak yang jahat. Gue hampir mati.

Elo takut hujan?

Gue takut petir.

Kenapa?

Petir selalu mengincar gue.

Ada masalah apa elo sama petir.

Elo ikut campur masalah dia juga?

Setahun sekali, akan ada kereta yang lewat sini.

Lalu jalan terus nggak berenti selama seminggu.

Kemana?

Tenggara, ketempat yang paling aman.

Kapan lewat lagi?

Besok. Gue akan naik kereta itu dan pergi dari sini.

Makan apa seminggu nggak berhenti?

Gerbongnya bawa makanan.

Sayur-sayuran. Buah.

Gue boleh ikut?

Nggak bisa.

Elo bukan urusan gue.

Gue nggak bakal ngerepotin elo.

Segini saja elo udah ngerepotin.

Ibu?

Sancaka.

Ibu, Sancaka kangen sama Ibu.

Jangan pergi lagi, ya.

Elo yakin mau pergi sama gue?

Iya.

Sekarang.

Awang!

Sancaka, ayo!

Awang?

Ayo, Sancaka!

Awang!

Cepat, kamu pasti bisa!

Awang!

Ayo cepat, Sancaka!

Kamu pasti bisa!

Awang!

Sancaka!

Awang!

Jangan percaya orang lain!

Jangan ikut campur urusan orang lain!

Elo bakal selamat.

Hei!

Gue ngga ganggu elo. Jangan ganggu gue.

Tolong!

Pendatang anjing! Elo ngotorin kota gue saja, tahu nggak! Sini!

Woy!

Ayo naik!

Ayo cepatan!

Kenapa kamu dikejar-kejar?

Siapa mereka?

Rumah kamu di mana?

Biar kami antar ya.

Kamu bisa ngomong?

Iya.

Punya rumah?

Orang tua?

Kita antar kemana?

Sekarang kamu pilih,

Kami antar kamu ke kantor polisi atau ikut kami.

Tinggal sama kami.

More Indonesian subtitles for Gundala

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left