The Devil Wears Prada

The Devil Wears Prada

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

The Devil Wears Prada 2006 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
En kommentar af Sub_Ritel
Netflix Retail

Tags

BluRay
1080
Udgivet den: 2019-10-20
Downloads: 1260
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

08.00 ELIAS-CLARKE BAGIAN SDM

BIS MANA BERHENTI DI SINI?

WANITA NU NIKMATI KEMBALI DUNIA MALAM

Semoga berhasil.

TOKO ROTI

PENERBITAN ELIAS-CLARKE

Hai. Aku punya janji dengan

Emily Charlton?

- Andrea Sachs? - Ya?

Bagus. Bagian SDM memang punya selera humor yang aneh. Ikut aku.

Baik. Aku adalah asisten kedua Miranda

asisten pertamanya dipromosikan, dan sekarang aku menggantikannya.

- Kau menggantinya sendiri. - Aku mencoba.

Miranda memecat dua orang setelah beberapa minggu.

Kami perlu orang yang bisa bertahan di sini.

- Kau paham? - Ya, tentu. Siapakah Miranda?

Astaga. Harusnya kau sudah mengenalnya.

Dia pimpinan redaksi Runway. Dia seorang legenda.

Bekerja kepadanya setahun maka bisa bekerja di majalah mana pun.

- Banyak gadis sangat menginginkannya. - Kedengarannya kesempatan besar.

Aku ingin dipertimbangkan.

Andrea...

Runway adalah majalah busana, minat dalam busana sangatlah penting.

Apa yang membuatmu berpikir aku tak berminat dalam busana?

Astaga.

Tidak!

Ada apa?

Dia hampir sampai. Beri tahu semua orang.

Harusnya dia baru tiba pukul 9.00.

Sopirnya mengirim SMS, perawat mukanya terkilir sendinya.

Ya, Tuhan, orang-orang ini.

- Siapa itu? - Bahkan tak bisa kubicarakan.

Baik, Semuanya. Bersiap-siaplah!

Apakah kau makan roti bawang?

Maaf, Miranda.

Cepat.

Aku tak paham mengapa begitu sulit mengonfirmasi janji.

Maaf. Aku sesungguhnya sudah...

Aku tak tertarik dengan alasanmu.

Katakan pada Simone aku tolak gadis yang ia kirim untuk layout gaya Brazil.

Aku minta yang mulus, atletis, bukannya kotor dan gendut.

RSVP "ya" untuk pesta Michael Kors.

Aku ingin tiba pukul 09.30 dan sopir menjemputku tepat pukul 09.45.

Telepon Natalie di Glorious Foods dan katakan "tidak" ke-40 kalinya.

Aku tak mau pai kacang. Aku ingin puding dengan saus rhubarb.

Telepon mantan suamiku, ingatkan konferensi orang tua-guru di Dalton.

Lalu telepon suamiku untuk makan malam,

di tempat yang kukunjungi bersama Massimo.

Bilang ke Richard aku periksa gambar yang dia kirim

untuk fitur tentang penerjun wanita

dan semua jelek sekali.

Tidak mungkinkah menemukan

- penerjun wanita langsing? - Tidak.

- Apakah aku mengada-ada? - Tidak.

Tidak juga.

Aku juga perlu melihat apa yang dilakukan Nigel

untuk sampul kedua Gwyneth.

Aku penasaran apakah berat badannya turun. Siapa itu?

Bukan siapa-siapa.

Bagian SDM mengirimnya untuk asisten yang baru.

Aku mewancarainya lebih dulu.

Dia sungguh payah dan tak cocok untuk ini...

Aku harus mewawancarainya sendiri.

Dua orang yang kau kirimkan sangat tidak pantas,

bawa dia masuk.

Itu saja.

Baik.

- Dia ingin menemuimu. - Benarkah?

Cepat.

Ini jelek. Jangan sampai dia melihatnya.

- Itu adalah... - Cepat.

Siapa kau?

Namaku Andy Sachs.

Aku baru lulus dari Universitas Northwestern.

Dan apa yang kau kerjakan di sini?

Kurasa aku bisa bekerja dengan baik sebagai asistenmu.

Dan...

Aku ke New York untuk menjadi jurnalis, dan mengirim banyak surat

akhirnya aku terima telepon dari Elias-Clarke

serta bertemu Sherry di bagian SDM dan...

Singkatnya, aku bekerja di sini atau Auto Universe.

- Jadi kau tak membaca Runway? - Tidak.

Kau belum pernah mendengarku?

Belum.

Dan kau tak memiliki gaya, atau citarasa dalam busana.

Kurasa itu tergantung pendapatmu...

Tidak. Itu sudah jelas.

Aku dulu pimpinan editor The Daily Northwestern.

Aku juga pernah menang kompetisi nasional jurnalis kampus dengan serialku

tentang serikat pembersih kantor

- yang mengupas eksploitasi... - Cukup.

Ya, baiklah. Kau benar. Aku tak layak bekerja di sini.

Aku tidak mulus atau glamor dan tak tahu banyak soal busana,

tetapi aku cerdas.

- Aku cepat belajar dan pekerja keras. - Kupunya laporan eksklusif soal

Cavalli untuk Gwyneth.

Masalahnya, dengan topi bulu besarnya,

dia seperti sedang pentas di panggung Golden Nugget.

Terima kasih atas waktumu.

Siapa gadis kecil yang payah itu?

Apakah ada hal-hal yang tak kuketahui di sini?

Andrea.

Tunggu. Kau dapat pekerjaan di majalah busana?

Bagaimana ceritanya, wawancara telepon?

- Jangan bodoh. - Tidak, aku hanya...

Miranda Priestly terkenal tak bisa diduga.

Bagaimana kau mengenalnya, sedangkan aku tidak?

Karena aku sebenarnya wanita.

Itu menjelaskan banyak hal.

Dengar, Miranda Priestly adalah kesempatan besar.

Banyak gadis sangat inginkan pekerjaan itu.

Ya, bagus. Namun, aku tidak seperti mereka.

Kau harus mulai di satu tempat, 'kan?

Maksudku, lihat tempat kerja Nate yang kotor.

Maksudku, ayolah. Lap kertas? Yang benar?

Ya, dan Lily, dia bekerja di galeri, melakukan... Kau tahu.

Maaf. Apa sesungguhnya pekerjaanmu?

Untungnya, aku sudah mendapatkan pekerjaan impianku.

- Kau analis riset perusahaan. - Analis riset.

- Kau benar, pekerjaanku payah. - Tidak.

- Memang payah. Membosankan. - Tak apa-apa. Ambil napas.

- Aku berusaha. - Minumlah.

- Aku akan minum. - Mari kita bersulang.

Pekerjaan demi sewa kamar.

- Pekerjaan demi sewa kamar. - Ya. Pekerjaan demi sewa kamar.

Kau harusnya lihat gadis-gadis dalam Runway berpakaian.

Aku tak punya pakaian ke tempat kerja.

Pekerjaanmu jawab telepon dan mengambilkan kopi.

Kau perlu gaun pesta untuk itu?

Kurasa mungkin aku perlu.

Menurutku kau selalu tampak cantik.

Kurasa kau selalu bicara begitu.

- Hei, ayo. - Ya.

Ayo. Aku tahu apa yang bisa kita kerjakan

- tanpa memerlukan pakaian. - Benarkah?

- Halo? - Andrea.

Miranda membatalkan ulasan jaket bulan September.

Dan mengajukan foto Sedona bulan Oktober.

Segera datang ke kantor.

- Sekalian ambil pesanan kopinya. - Sekarang?

Ambil pena dan tulis,

aku ingin satu kopi susu tanpa busa

yang lebih kental dan tiga kopi, jangan penuh-penuh.

Panas sekali. Maksudku benar-benar panas.

- Halo? - Di mana kau?

Aku hampir sampai. Ya.

Sial.

Mengapa kopiku belum datang juga?

Dia mati atau apa?

Tidak. Astaga

Sudah waktunya.

Ini pekerjaan yang sangat sulit, dan kau orang yang keliru.

Jika kau mengacaukannya, kepalaku akan dipenggal.

Gantungkan mantelmu. Jangan buang begitu saja.

- Baik, di mana rancangan lainnya? - Sedang diantar.

Ini bagian pertama koleksi, yang kita bahas...

Baiklah. Pertama-tama, kita menjawab telepon.

Telepon harus dijawab setiap kali ada panggilan.

Jangan coba simpan pesan panggilan, dia akan marah.

Jika aku tak ada... Andrea.

Jangan tinggalkan meja kerja.

Bagaimana jika harus?

Tak boleh. Baru sekali, asisten tinggalkan mejanya

karena tangannya teriris pisau pembuka surat.

Miranda ketinggalan Lagerfeld

tepat sebelum dia terbang 17 jam ke Australia.

Kini asisten itu bekerja di TV Guide.

Jaga meja kerja terus-menerus, paham.

Kantor Miranda Priestly.

Tidak. Dia sedang sibuk.

Siapa?

Ya. Aku akan bilang kau menelepon.

Tidak lagi.

Ingat, pekerjaan kita sangat berbeda.

Kau mengambil kopi dan melakukan yang lain.

Aku mengatur jadwalnya,

janji-janjinya dan pengeluarannya,

yang terpenting pergi ke Paris bersamanya untuk Pekan Busana di musim gugur.

Aku akan berpakaian modis, datang ke pertunjukan dan pesta.

Aku akan bertemu semua perancang. Sungguh hebat.

Tetaplah di sini.

Aku akan ke Bagian Seni untuk menyerahkan kitab.

- Apa? - Inilah kitabnya.

Ini adalah maket setiap hal dalam penerbitan terbaru.

Kita berikan Miranda tiap malam dan dia kembalikan... Jangan sentuh.

Dia kembalikan esok paginya dengan catatan.

Harusnya asisten kedua bertugas mengerjakannya

tetapi Miranda sangat tertutup, tak suka orang asing di rumahnya.

Jadi sebelum dia yakin kalau kau tidak sakit jiwa,

aku punya tugas menyenangkan menunggui kitabnya.

- Emily? Bagaimana jika? - Hadapi saja.

Halo, kantor Ny. Priestly.

Itulah maksudku. Kantor Miranda Priestly.

Dia sedang rapat. Mau meninggalkan pesan?

Baiklah. Bisakah kau mengeja "Gabbana"?

Halo?

Kurasa tidak.

Kurasa ukuranmu delapan setengah.

Kau sungguh baik.

Kurasa tak perlu, Miranda mempekerjakan aku.

More Indonesian subtitles for The Devil Wears Prada

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left