De første 200 linjer.
(Drama ini merupakan karya fiksi yang dibuat berdasarkan fakta historis.)
(Sebagian besar detail dan penggambaran karakternya hanyalah fiksi belaka.)
Apa kau pernah membenciku?
Hari di saat kau meninggalkanku untuk selamanya,
aku sangat membencimu sampai-sampai aku menatapmu untuk beberapa saat.
Namun, tidak peduli berapa lama aku menatapmu, aku sama sekali tidak bisa membencimu.
Aku malah membenci diriku sendiri.
Jahat sekali.
Apa kau pernah membayangkan bagaimana perasaanku?
Aku tidak sanggup membayangkannya.
Aku hanya...
tahu kalau hatiku terkoyak menjadi ribuan potong...
dan aku hanya mampu berharap supaya kau tidak akan pernah merasakan...
apa yang kurasakan.
Kau sepertinya sedang tidak enak badan.
Perjalanan pulang pasti sangat melelahkan.
Tidak, Ayah.
Aku harus berhenti beristirahat di tengah jalan karena merasa sakit,
tapi aku sudah mulai pulih.
Jangan khawatir.
Tentu saja.
Masalahmu sudah berakhir, jadi kesehatanmu akan segera membaik.
Yang Mulia,
Ada yang ingin saya sampaikan.
Ada beberapa tawanan yang saya bebaskan di Simyang.
Tapi saya tidak bisa membawa mereka kali ini karena akan sulit.
Kalau Anda mengizinkannya...
Apa kau tahu siapa yang diinginkan...
Si Pengkhianat Sim Ki Won untuk menjadi raja baru?
Kau orangnya.
Saya tidak tahu apa-apa tentang itu.
Saya tidak tahu.
Aku tahu.
Aku percaya padamu.
Namun,
Kudengar kau memperoleh kekayaan yang banyak dengan bertani di Simyang.
Apa kau membeli tawanan dengan uang itu?
Tawanan ini mau kau apakan?
Mereka kugunakan...
untuk bertani dan pekerjaan lainnya.
Namun, daripada mempertimbangkan kegunaan para tawanan,
saya hanya merasa kasihan pada mereka...
Kau mengasihani mereka?
Apa cuma itu?
Hal pertama yang dilakukan Sim Ki Won saat dia mulai merencanakan pengkhianatan...
adalah mengumpulkan tentara pribadi.
Dia mengumpulkan orang-orang kuat dan melatih mereka setiap hari.
Dan dia menghabiskan uangnya untuk membeli bantuan mereka.
Dengan membebaskan para tawanan,
kau juga telah membeli bantuan mereka.
Jadi, kalau kau tidak ingin dicurigai,
berhentilah membawa tawanan.
Putra Mahkota sedang sakit keras.
Dia akan melakukan perjalanan ke pemandian air panas.
Baik, Yang Mulia.
Apa kau tidak punya rencana untuk...
memasangkan sepatu bermotif bunga di kakiku hari ini?
Semua sepatu bermotif bunga itu sudah kubuang karena aku kesal padamu.
Ada sesuatu...
yang harus kuselesaikan.
Aku sudah berjanji pada Yang Chun.
Ini akan memakan waktu satu bulan, tapi aku akan kembali.
Aku membuat ini di tempat pandai besi saat itu.
Meskipun kupikir kau sudah mati,
aku membuat ini...
dan menyimpannya.
Aku sudah...
menempatkan mantra pada cincin ini.
Kalau kau mengkhianati wanita yang memberikan cincin ini padamu,
kau akan lumpuh.
Apa?
Jadi, tidak usah khawatirkan diriku.
Aku sudah melewati semua kesulitan yang ada di Simyang.
Kalau cuma sebulan,
aku bisa menunggumu dengan senyuman.
Persiapan untuk para tawanan sudah selesai.
Aku sendiri yang akan memberitahukannya pada Yang Mulia.
Mulai sekarang,
jangan tanyakan pada Yang Mulia tentang para tawanan.
Apa maksudmu?
Yang Mulia yang memerintahkan itu saat dia kembali ke Joseon.
Aku harus bertemu Yang Mulia sendiri.
Yang Mulia...
tidak ingin menemuimu.
Yang Mulia.
Apa Anda lupa dengan janji Anda?
Anda sendiri yang mengatakan...
bahwa Anda akan membawa mereka kembali ke Joseon.
Mereka hanya bertahan karena janji Anda.
Janji...
yang telah Anda lupakan...
saya masih mengingatnya.
Sekarang...
Saya akan berusaha untuk menjunjung tinggi janji tersebut.
Sudah katakan, kau dilarang.
Kalau kau melawanku,
aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.
Saya...
akan memberi tahukan hal yang sama.
Mulai sekarang, saya akan meninggalkan Anda untuk selamanya.
Berhenti!
Lee Jang Hyun, berhenti di situ!
Jangan terburu-buru.
Pelan-pelan saja.
Awas! Hati-hati.
Berikan aku bayinya.
Kalau kau mau,
aku akan tetap berada di sisimu.
Sebagai imbalannya,
beri jaminan bahwa para tawanan...
dapat menyeberangi sungai dengan aman.
Kalau kau bisa melakukan itu,
setelah aku selesai mengambil para tawanan di Joseon,
aku akan kembali untuk berada di sisimu.
Bagaimana...
aku bisa mempercayaimu?
Ada ratusan tawanan dibawah pengawasanmu.
Kalau kau melanggar janjimu,
aku benar-benar akan membunuhmu kali ini.
Aku sudah mengirim para tawanan ke sana.
Lee Jang Hyun.
Sekarang giliranmu untuk datang.
Mereka sudah sampai.
Hati-hati. Cepat.
Kita sudah sampai.
Hati-hati.
Kakak!
Akhirnya.
Ya ampun. Terima kasih.
Aku di sini.
Aku akhirnya sudah sampai ke tanah kelahiranku.
Eol Soo.
Chul Soo!
Akhirnya kita sampai juga di sini.
Kita sudah sampai.
Yang Chun.
Astaga. Jang Hyun.
- Yang Chun. - Ya.
Hei.
Hei, bukannya sudah kubilang...
kalau aku akan...
membawa kalian semua kembali ke Joseon?
- Terima kasih, Yang Chun! - Terima kasih.
Terima kasih banyak!
Ya ampun. Terima kasih.
Terima kasih, Yang Chun!
Apa yang terjadi?
Oh, tidak!
Siapa mereka?
Astaga.
Kalian siapa?
Siapa kau?
Siapa kalian?
Apa kalian semua bandit?
Kalau kalian menginginkan harta, kami akan memberikannya.
Berikan aku bayinya.
Kembalilah.
Kalau tidak, kalian semua akan mati.
- Hentikan omong kosong itu! - Kembali!
Kalian bajingan!
Apa kalian tahu betapa sulitnya bagi kami untuk bisa pulang?
Kalian siapa memerintah kami?
Berhenti!
Kang Dal!
Serang mereka!
Mundur.
Sebrangi sungai!
Ayo pergi.
Aku tidak bisa.
Aku tidak akan kembali!
- Aku tidak bisa! - Eol Soo.
Kau bakal mati kalau tidak pergi!
Aku mempercayaimu...
dan Yang Mulia.
Pada akhirnya, kami tertipu!
Tidak.
Itu tidak benar!
Lepaskan!
- Ayo pergi. - Lepaskan.
- Ayolah. - Aku tidak akan pergi!
Ayolah.
Kita harus pergi.
- Cepat. - Cepat.
- Cepat. - Cepat.
Mbak.
Cepatlah!
Kita harus pergi.
Sayang.
Sayang.
Kita harus pergi. Cepat.
Bangun!
Bangun!
Bangun!
Ayolah.
Yang Chun!
Yang Chun!
Bawa dia ke tempat yang aman!
Cepat!
Jang Hyun!
Yang Chun.
No comments yet. Be the first to leave one.