De første 200 linjer.
PARIS BISA MENUNGGU
Ya?
Tidak, tidak, kami akan meninggalkan Cannes sekarang.
Hei, Budapest bisa jadi lebih seru bagi kami.
Mereka bilang akan memotong biaya produksi setengahnya!
Tidak, liburan bisa menunggu.
Ya, Anne tahu. Dia mengerti.
Oh, benar, aku bertemu Pak Yamamoto pagi ini.
Akhirnya dia menyetujui kesepakatannya.
Ya, aku sempat hampir memohonnya.
Oke, sampai nanti.
Mmm.
Kau tak menyadari...
...nikmatnya ini dengan rumput laut dan ikan.
Kenapa distributor Jepang tak bisa menyajikan croissant saja?
Maksudku, kita di Prancis, astaga.
Boleh kutawarkan kopi dingin yang sedap?
Biar kulihat. \ Oh...,
...aku harus berkemas lagi.
Ooh.
Kau tak apa?
Oh, aku baik saja, hanya telingaku, kau tahu.
Baiklah.
Oh, ayolah, 100 ekor unta?
Ke mana kita akan cari 100 ekor unta, yang benar saja?
Apa isi dari naskahnya?
Kambing, sudah kukira, dan kambing asal Maroko itu harganya murah.
Kau beri tahu Sutradaranya, jangan aneh-aneh lagi.
Dia akan tetap pakai kambing itu...
Dan beruntung dia masih punya kerja, paham?
Pernah kusebutkan, produksi di luar negeri itu menyebalkan?
Mmm-hmm.
Sungguhkah? 12 euro untuk sebotol air?
Dan lihat, mereka menagihmu biaya hamburger dan sandwich keju.
Ya, aku ingin burger keju, tapi aku tak bisa memesannya...
Jadi, kupesan keduanya lalu kukerjakan sendiri.
Sayang, kenapa kau bekerja dengan keras...
...jika istrimu tak bisa pesan burger keju saat dia mau?
Sayang, akan kubelikan satu miliar burger keju...,
...tapi kau tahu betapa aku benci pemborosan.
Ah, ya, sebab mansetmu berharga murah.
Kau sudah lihat buku yang ku, uh...
Terima kasih.
Sekarang coba kulihat telinga mungilmu.
Betapa romantisnya.
Ya, baiklah, aku segera ke bawah.
Sayang, bisa tolong panggil pelayan?
Minta dia datang dan ambil tasku.
Maaf, semua saluran sedang sibuk.
Ugh...
Permisi.
Oh, maaf.
Nyonya, aku minta maaf.
Bisa tolong taruh ke mobil atas nama Lockwood?
Terima kasih. \ Sama-sama.
Itu impian sejatiku dalam akting.
Jadi aku ke Paris tujuh tahun yang lalu.
Dan itu pengalaman yang indah.
Senang kenalan denganmu. \ Oh.
Aku senang berbicara denganmu. Semoga berhasil.
Aku juga merasa senang.
Hai, Sayang.
Halo, Anne.
Halo, Jacques.
Beres semua, tagihan hotel sudah dan mobil sedang menunggu.
Kau terlihat cantik. \ Dia memang cantik, 'kan?
Ayolah.
Tn. Lockwood, boleh kufoto?
Terima kasih.
Sopir kalian datang.
Sudah kubaca naskahnya.
Ya?
Dan menurutku, bisa dibuat sedikit klasik...,
...dan juga komersil.
Klasik dan komersil? Ayo, ayo kita produksi!
Tolong berhenti sebentar.
Hanya sebentar.
Ada apa?
Sedang apa dia?
Oh, Michael, kau tahu aku bukan pengeluh, tapi telingaku...
Oh, sayang, maaf, kau bisa beristirahat...
...saat kita tiba di Budapest.
Dan kau lihat nanti tempat kita tinggal.
Ini Mario, uuh, berapa ukuran celanaku?
34 inci.
86 sentimeter. \ Ah.
Makanan di pesawat tidak enak. Jadi kubelikan yang enak.
Cobalah sosis ini.
Pria tua di toko itu yang membuatnya sendiri.
Mmm.
Dan lihat mustar Dijon ini.
Ini Edmond Fallot. Yang terbaik di Prancis!
Anne, ini obat tetes untuk telingamu.
Terima kasih, Jacques.
Sutradara kami di Maroko telah benar-benar sinting.
Dia suruh dua kali lembur setiap hari.
Dia rayu pemeran utamanya dan kini mereka berantem di lokasi set.
Ini mimpi buruk.
Ya, tapi tiga filmnya langsung terkenal.
Tenang, kita bisa memercayainya.
Ah, tolong berhenti lagi di depan sana, terima kasih.
Apa yang kini dia lakukan?
Entahlah.
Selamat pagi, Louie, hai.
Selamat pagi, Jacques.
Apa kabar? \ Baik.
Mmm.
Cium wanginya!
Dan penuh dengan vitamin!
Mmm.
Terima kasih. \ Sama-sama.
Ah...
Sulit kupercaya Laszlo mengirim ini.
Sudah kubilang dia ingin berbisnis dengan kita.
Waspadalah, sebab dia bukan orang yang dermawan.
Nyonya. \ Ya?
Kudengar telingamu sepertinya mengganggumu.
Ya, betul.
Harus kuperingatkan, tekanan kabin bisa sangat menyakitkan.
Aku tak menyarankanmu terbang hari ini.
Terima kasih.
Michael, kurasa aku harus melewatkan Budapest...
...dan langsung saja ke Paris.
Apa?
Ya.
Maksudku, lagian kau juga bekerja sepanjang waktu.
Ya, Sayang, maaf aku tak sadar kau sedang kurang sehat.
Boleh kuajukan saran?
Aku akan mengurusnya.
Benarkah? \ Ya.
Aku ada pertemuan besok pagi di Paris...
...dan aku mau menyetir ke sana.
Oh, tak apa, aku bisa naik kereta, tidak masalah.
Semua orang meninggalkan Cannes hari ini, kereta penuh.
Jadi, izinkan aku mengantarmu. \ Uh...
Kau sangat baik...,
...tapi yakinkah kau setuju hal ini?
Uh...
Kau akan tiba waktu makan malam.
Lihat, aku tak menggigit.
Kau istirahat di Paris. Akan kuhubungi malam ini.
Sayang, aku mencintaimu. Uh...
Tunggu sebentar.
Aku harus pergi, sampai jumpa.
Michael!
Ini mobil yang cantik.
Ya, sudah bersamaku sejak lama. \ Hmm.
Jangan dulu, kau butuh makan siang, ayo.
Oh. \ Mari.
Aku suka menginap di sini jika di Cannes...,
...jauh dari keramaian di pantai.
Ini hari yang indah.
Apa kau gugup?
Mungkin... sedikit.
Kami belum pernah benar-benar terpisah.
Jadi kau tak percaya saat kubilang aku tak menggigit.
Permisi, Tuan, aku mau menawarkan sebotol anggur. \ Boleh juga.
Uuh, kau mau segelas anggur?
Mmm-mmm.
Tidak, tidak.
Tidak, tidak, terima kasih.
Ya!
Mumpung di Prancis.
Tidak, bukan aku. Buat Nyonya ini saja.
Kau akan suka anggur ini, Chateauneuf-du-Pape.
Ooh, sungguh nikmat!
Terima kasih.
Anggur ini sesuai disantap dengan Ham de Bayonne dan melon.
Terima kasih.
Mmm.
Ini enak! Mmm.
Aku tahu ini kurang sopan, tapi, Anne, mungkin aku harus terima telepon.
Tak apa, aku sudah terbiasa.
Tak seharusnya begitu.
Anne, tawaran kesepakatan ibarat bernapas, terkait pada waktu.
Ya, kau tak mau hal tersebut gagal.
Ya?
Tidak, bilang padanya kutolak kecuali Inggris ikut 30%.
Kalau begitu, suruh dia batalkan saja!
Oke?
Permisi sebentar. \ Mmm.
Anne, aku butuh kartu kredit. Kau punya?
Kau tak punya kartu kredit?
Oh, aku punya banyak.
Nanti kujelaskan.
Baiklah.
Hanya untuk reservasi hotel sampai kita tiba di sana.
Kau bilang "hotel"?
Ya.
Jacques, kita mau ke Paris.
Tentu, tentu, tapi kau butuh istirahat.
Ada penginapan indah dengan restoran yang sangat bagus.
Dan ini musim jamur truffle!
Halo, bisa kaucatat sekarang?
Ini tak bisa dibuka?
Harus kubukakan pintunya untukmu. \ Oh.
Ya.
Jadi bagaimana telingamu?
Oh, kuharap obat tetesnya akan membantu, terima kasih.
Ah!
No comments yet. Be the first to leave one.