De første 200 linjer.
Kau pelacur.
Kau begitu bahagianya dengan pria itu?
Ya, mereka lebih baik darimu. Berengsek.
Pelacur. Beraninya kau berkata seperti itu?
Kau tak punya hak bicara seperti itu, berengsek.
Dasar pelacur.
Kau berengsek.
Beraninya kau melawanku setiap kali.
Young-hoon.
Young-hoon.
Ayah, hentikan.
Kau berandal, kau seperti Ibumu.
Jika bukan karena dia, aku tak akan hidup seperti ini.
Hentikan. Aku pergi.
Apa kau bilang? Berandal.
Ini Oido, perhentian terakhir di jalur kami.
Stasiun ini adalah Oido.
Sepatuku.
Ke mana sepatuku?
Aku yakin aku menaruhnya di sini.
Sepatuku.
Ibu, cepat, cepat.
Belikan aku ini.
Ini.
Ya, Young-hee.
Sepertinya aku akan terlambat sekitar 10 menit.
Yong-hoon, berandal itu memohonku untuk membeli sepatu.
Ini.
Aku beri diskon 5 dolar karena kau anak manis.
Ini.
- Terima kasih. - Ya.
Jaga dirimu.
Jika bukan karena berandal itu, aku tak akan tinggal dengannya.
Apa kau membelikannya?
Aku akan segera ke sana.
Ayo.
Apa yang kau lihat?
Sepatu itu milikku.
Ke sini.
Kembalikan padaku.
Buktikan kalau ini milikmu.
Apa kau punya uang?
Menurutmu aku bisa membeli sepatu hanya dengan ini?
Hei kalian berdua, ke sini.
Hei, orang ini tak punya sepatu.
Mari kumpulkan uang dan belikan dia sepatu.
Berikan semua yang kau punya.
Tapi ini untuk uang sekolahku. Ibuku akan membunuhku.
Merapat ke tembok.
Jika aku melukai wajahmu, bukankah biaya RS lebih mahal?
Jadi mau seperti apa, kau pilih.
Semua menghadap tembok dan hitung sampai 1000.
Siapapun yang menoleh akan ditusuk pisau.
Lakukan sekarang.
Hei, ke sini.
Luar biasa.
Ayo beli sepatu.
Ini.
Apa yang kau tunggu?
Cepat dan ambil itu juga.
Hei, cepatlah.
Aku tangkap kau.
Hei, perhatikan.
Bagus.
Hei, ayo.
Di sana ada kafe internet.
Kita ke sana?
Kafe internet?
Ayo.
Baiklah.
Kena dua kali.
Aku berhasil membunuh berengsek itu.
Bagus, itu membuatku kesal.
Sial, berengsek itu.
Rasanya sungguh enak.
Apa begitu enaknya?
Rokok setelah makan mie adalah yang terbaik.
Aku ingin mengendarai kapal dan pergi ke laut sana.
Jika aku tiba di pulau kosong, aku akan membuat negara.
Aku menjadi polisi dan presiden, aku yang putuskan semuanya.
Sial. Tak ada yang boleh masuk tanpa seizinku.
Aku akan menangkap ikan untuk makanan.
Aku harus membawa alat pancing bersamaku.
Aku juga butuh genset bertenaga matahari.
Aku perlu koneksi internet agar bisa bermain permainan.
Ayo cepat bangun.
Tak baik duduk di satu tempat.
Ayo.
Hei, kau luar biasa.
Apa, "Hei"?
Apa aku terlihat seperti temanmu?
Maaf, jadi aku harus memanggilmu apa?
Berapa umurmu?
Aku 13 tahun.
Umur kita sama, panggil aku Hyun-soo.
Diam.
Kau lari dari rumah, 'kan?
Berandal. Berhenti memandangku seperti itu.
Hei.
Kau tak melihat Ayahmu minum-minum, berandal kecil?
Kau dan Ibumu sama saja.
Ayah, kenapa kau tiba-tiba memukulku?
Kenapa?
Apa kau dipukul?
Sial, kau harusnya menusuk dia.
Apakah kau makan, setidaknya?
Omong-omong, di mana rumahmu?
Rumah?
Ya.
Rumah yatim piatu?
Apa kau punya pacar?
Tidak, aku tak punya.
Sangat tidak keren.
Perlu aku tunjukkan pacarku?
Yang benar?
Ayo, dia tinggal agak jauh dari sini.
Di sini.
Di sini di mana Han-na tinggal.
Sangat tinggi.
Menurutmu apartemen ini tinggi?
Rumahku tinggi juga karena lingkunganku miskin.
Ayo kita ke atas.
Apa rasanya tidak enak?
Rasanya enak, 'kan?
Kau terlihat menikmatinya.
Enak, 'kan?
Tunggu.
Ini aku.
Oh, Hyun-soo.
Aku tidak tahu kau datang.
Apa yang terjadi?
Kapan kau bebas?
Mereka membiarkanku bebas lebih awal.
Begitu, ya?
Siapa dia?
Namanya Young-hoon, dia temanku.
Halo.
Ya, ayo masuk.
Masuklah.
Anak-anak, ucapkan salam.
Hyun-soo dulu tinggal di sini.
Kau membawa banyak sekali.
Di mana Han-na?
Han-na?
Hyun-soo, kita harus bicara.
Hyun-soo bersama dengan bayi.
Dia hamil.
Aku tahu bayinya milikmu.
Tapi karena kau masih sangat muda,..
Sulit untukmu memulai sebuah keluarga sekarang.
Jadi di mana Han-na?
Penampungan ibu tunggal.
- Penampungan? - Ya.
Apa itu seperti penjara?
Tidak, seperti rumah sakit.
Tempat di mana mereka menolong ibu tunggal untuk melahirkan.
Bisa aku bertemu dengannya?
Ya.
Hyun-soo.
Hai.
Hai.
Siapa dia?
Mari berkenalan, dia temanku Young-hoon.
Hai.
Hai..
Kau terlihat manis.
Tempat ini enak.
Bagaimana keadaan di sini?
Aku tak punya tempat yang lain lagi.
Masih banyak lagi yang seperti aku.
Aku termuda kedua dari 20 orang di sini.
Sebelumnya anak kelas 4 SD datang ke sini beberapa hari lalu.
Hyun-soo, kau ada rokok, 'kan?
Ke sini.
Jika bayinya sudah lahir, dia akan diadopsi oleh ibu yang lain.
Mereka bilang akan lebih baik untuk bayinya.
Kapan dia akan lahir?
Dalam sebulan?
Kenapa dia perlu menyerahkannya untuk adopsi?
Siapa yang memutuskan itu?
Kau tak ada di sini dan aku tak punya uang.
Aku pikir lebih baik..
Aku di sini dengan syarat akan memberikan bayiku diadopsi.
Hei, apa kau marah?
Aku tidak yakin.
Tempat ini enak kecuali aku tak boleh merokok. Menyiksa.
Han-na.
Apa kau mau uang?
Berapa yang kau punya?
Sekitar 200 dolar?
Bisa kau beri aku 100 dolar?
Terima kasih.
Han-na.
Han-na, bisa kau dan aku tinggal bersama bayinya?
Bagaimana jika kau dipenjara lagi?
Hyun-soo.
Jika bayinya sudah diadopsi, aku akan pulang ke rumah.
Aku akan kembali ke sekolah juga.
Aku lihat siswi berseragam sekolah. Sungguh cantik.
Aku ingin memakai seragam juga.
No comments yet. Be the first to leave one.