De første 200 linjer.
Apa kau tidak bisa ketuk pintunya dulu?
Astaga. Aku hampir ngompol.
Kenapa kau tiba-tiba mengundang semua orang ke pesta hari jadi kita yang ketujuh?
Ya ampun.
Serius, kencingmu tidak bisa lurus.
Kau ngomong apaan sih?
Tunggu, tunggu, tunggu.
Ayolah.
Kau tahu kemampuanku, kan?
Aku yakin.
Kenapa kau galak sekali?
Hei.
Begitu. Ternyata sudah waktunya.
Aku bahkan belum mulai.
Apa tidak teratur lagi?
Kenapa? Apa kau khawatir?
Maksudku, aku khawatir. Kau tahu.
- Kenapa aku dilap? - Kau milikku.
Kenapa kau mengundang mereka?
Bagaimana kalau mereka tidak diundang? Apa cuma kita berdua saja?
Cuma kita berdua?
Kan? Jadi canggung, kan?
Terserah.
Ada yang mau kita sampaikan.
Apa?
Pantas.
Aku juga membeli anggur kesukaanmu.
Kita saja yang habiskan dan jangan bagi ke mereka.
Malam ini. Setelah semuanya pulang. Setuju?
- Kau mau melakukannya malam ini? - Bukannya kita memang akan melakukannya?
Kita minum-minum saja.
- Kita lakukan yang itu lain kali saja. - Tapi, ini kan hari jadi kita.
Hei.
Apa bedanya?
Hei.
Hei.
- Apa? - Bersiaplah.
- Jangan konyol. - Oi.
Hei. Aku mendengarmu. Hanya saja, jangan sampai mabuk.
Oke.
Selamat atas hari jadi ketujuh kalian!
Selamat!
Minum. Minum.
Wow, Seong Ok memakai riasan karena ini hari jadinya yang ketujuh.
Ahn Shi Woo, ini bukan untukmu. Kau tidak perlu merasa tertarik.
Kalau begitu, ini untuk siapa?
Untuk Hyeon Seong. Memangnya siapa lagi?
Hyeong Seob. Kau akan selamanya jadi jomblo.
Kau meremehkanku dengan mengatakan hal-hal semacam itu sekarang?
Makanya kau harus pergi kencan.
Setidaknya kau harus berkencan.
Kenapa kau memulai perkelahian, Ryu Eun Jeong?
Apa orang-orang tidak bisa tidur bersama saat berkencan?
Yang seperti itu biasanya disebut persahabatan.
- Bagaimana kalau teman yang tidur bersama? - Itu-
Apa mungkin kau mau putus?
Aku tidak ingin melihat para pecundang ini lagi.
Aku tahu. Kalian benar-benar pecundang.
Hei, hei, hei. Dengar.
Ada apa?
Aku mengajak kalian ke sini untuk memberitahukan sesuatu.
Whoa. Tunggu.
Hei. Hei. Tidak!
Tidak, tidak, tidak. Ya ampun.
Tunggu sebentar. Jangan-jangan...
- Tidak mungkin. - Sudah saatnya mereka menikah.
- Apa ini nyata? - Benarkah?
Begini, ini bukan hal yang kalian ingin dengar.
H2 bergabung dengan Winders.
Unders? Apa itu?
Platform mode No. 1. Winders.
Itu sudah ada di ponsel kalian.
Winders yang kau kritik habis-habisan karena merusak budaya fesyen?
Winders yang kau kritik karena menjual salinan desain trendi yang dibuat dengan bahan murah.
Benarkah?
Aku tidak bisa selamanya bersikap keras kepala.
Apa Seong Ok berhenti dari pekerjaannya dan kembali sebagai desainer H2?
Bukannya sudah jelas?
Seong Ok juga seorang desainer.
Winders mengakuisisi begitu banyak merek.
Bergabung dengan mereka tidak menjamin kesuksesan, bukan?
Seong Ok harus sedikit menderita sampai Hyeon Seong bisa stabil.
Kau pikir Seong Ok itu bawahannya Hyeon Seong?
Itu sangat menjengkelkan.
Bukannya memang seperti itu? Seong Ok juga membayar sewa di sini-
Hei, hei. Berhenti.
Aku bukan bawahan siapa pun. Aku bekerja untuk diriku sendiri.
Ya. Tentu saja, dia harus kembali mendesain perhiasan.
Aku akan bekerja lebih keras supaya dia bisa kembali mendesain perhiasan.
Jeong Hyeon Seong, kau akan jadi sukses.
Dan jangan tinggalkan kami kalau kau sukses.
Apa maksudmu, meninggalkan?
Anggap saja aku sukses.
Kalau aku sukses, kalian semua akan kubelikan mobil.
Kau serius, kan? Aku akan mulai memilih satu, oke?
- Silakan. - Baiklah!
Hei. Kenapa kau membelikan mereka mobil?
Kau harus bersikap baik pada Seong Ok terlebih dahulu.
Tentu saja...
dia yang didahulukan.
Hei, hei, hei. Angkat gelasmu. Cepatlah.
- Oke. - H2. Kau tahu, kau tahu, kau tahu.
H2. Ini dia!
Ini dia!
Wow. Ramen Ok selalu tampak begitu menakjubkan.
Apa kau mau pergi?
Sampai jumpa nanti.
Terima kasih untuk hari ini.
Tidak usah.
Jangan pulang terlalu larut, ya?
Cicipi ramennya dulu sebelum kau pergi.
Kau saja yang makan semuanya.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Apa ada minuman lain?
Wow. Kalian makan dengan lahap.
Aku mau mobil sport.
Hei, bajingan, kau seharusnya bersyukur karena memiliki mobil kompak.
Aku mau mobil kompak.
Mobil sport dan mobil kompak. Oke.
- Mengerti. - Yay!
Kau ada anggur di sini.
Apa kami boleh meminumnya?
Apa itu?
Bawakan itu. Ayo minum.
Ini dia.
Apa ini?
Kau harus membukanya dengan benar.
Wah, sudah lama sekali aku bekerja di restoran.
Kau mahir.
Ini.
Bu Ok.
Tidak usah.
- Dia tidak mau. - Apa kau mau pergi?
Aku ikut.
Kenapa? Kukira kau bermalam.
Semua orang ada di sini.
- Jadi? - "Jadi"?
Karena kita kehabisan minuman.
Tentu saja. Kau selalu begini.
Hei.
Aku bisa membelikanmu satu lagi. Oke?
Kita minum saja. Mumpung mood kita bagus malam ini.
Jangan pergi.
Apa sebaiknya aku pergi sendirian?
Tidak, aku pergi sekarang.
Hei, tuangkan untukku sedikit.
Ada suatu masa saat dia jadi sangat gelisah setiap kali aku terlihat sedikit sedih.
Brengsek.
Ya ampun, berapa banyak yang kita minum?
Kepalaku sakit.
Sial.
Ini lini produk baru.
Tolong buatkan konsep pemasarannya.
Nn. Han, apa yang kau lakukan?
Sepertinya kau di tim desain. Aku tidak tahu.
Aku di tim pemasaran.
Kukira kau tidak tahu timmu yang mana.
Setiap orang punya tugasnya masing-masing di tempat kerja.
Kita kerjakan saja tugas kita masing-masing.
Oke.
Apa kau yang mendesain ini, Seong Ok?
Ini jauh lebih baik.
Tidak sama sekali.
Kau ngapain?
Sepertinya mereka mulai pacaran baru-baru ini.
Pacaran selama 7 tahun.
Kau akan merasa nyaman karena sudah terbiasa dan karena itu rasanya jadi membosankan.
Aku tidak tahu kita akan berakhir seperti ini.
Nyatakan cintamu! Nyatakan cintamu!
Nyatakan cintamu! Nyatakan cintamu!
Nyatakan cintamu!
- Apa kau tidak akan mengatakannya? - Nyatakan cintamu!
Hah?
Begini... masalahnya...
Begini... masalahnya...
Pacaranlah denganku.
Begitulah awal mula kami jatuh cinta.
Hari-hari kami yang berdebar-debar dan lugu telah berlalu.
Dia bahkan menungguku menyelesaikan wamil, itu sangat sulit.
Hormat gerak!
Kenapa kau melihat wanita itu?
Siapa yang lihat?
Aku melihat matamu bergeser, oke?
Aku benar-benar tidak melihatnya.
Apa kau tidak percaya padaku?
Apa kau yakin?
Ke mana pun aku pergi, mataku hanya tertuju padamu.
Mataku hanya tertuju padamu!
Apa kau bahkan mencintaiku?
Kalau begitu, kenapa kau tidak bisa mempercayai orang yang kau cintai?
Hyeon Seong.
Aku mencintaimu.
Han Seong Ok.
Tidak ada perasaan yang bisa mengganggu cinta kami.
Kau ngapain?
Dan kami melakukannya setiap kali kami melakukan kontak mata.
Apa lampunya dimatikan saja?
Tidak.
Aku suka begini sambil memandang satu sama lain.
Aku mencintai Seong Ok lebih dari siapa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.