De første 200 linjer.
Alih Bahasa: Doyan_Nonton
Pukul!
Pukul aku!
Tidak, Guru.
Sudah!
Ayo, siapa yang berani?
Kurang ajar!
Siapa itu, Guru?
Anak hilang sudah pulang ke kandang.
Rangsang?
Kenapa, Guru?
Mau apa kau?
Siapa kau?
Latihan tanding hari ini selesai.
Sekarang kita belajar ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga.
Sekalian sembahyang Zuhur di atas.
Kakang Singaranu? Kenapa ini?
Kelana.
Kau tahu siapa orang tadi?
Tidak tahu, Mas.
Itu kenapa Mas Rangsang cemberut?
Kelihatannya kangen sama anaknya Ki Lurah Sudar.
Kenapa ganteng-ganteng menyukai perempuan liar?
Lebih baik denganku saja.
Sok cantik!
Memang aku cantik.
Ayamnya sudah diberi makan, Istriku?
Sudah, Suamiku. Ini ayamnya sampai kegemukan.
Ada perlu apa?
Dia penasaran dengan anaknya Ki Lurah Sudar.
Anak Ki Lurah yang kabarnya hilang...
...dibawa orang-orang Brang Wetan (Jawa Timur)?
Bukan, yang satunya.
Aku tidak tahu.
Sudah tidak ada jalan lain.
Pajak yang harus kami berikan...
...tinggi sekali.
Kami semua tidak kuat.
Karena itu Tuan Lurah...
Kami semua...
Kau sedang apa di rumah Ki Lurah?
Mohon minta perlindungan di Mataram, Tuan Lurah.
Aku mohon!
Mereka itu siapa?
Tidak tahu.
Orang-orang dari Jawa Timur.
Bagus sekali...
Kau gegabah sekali.
Itu Kang Randu.
Berani-beraninya menerima pengungsi...
...tanpa melapor Tumenggung Alap-Alap.
Pengungsi-pengungsi ini membahayakan Mataram.
Mereka akan menguasai Mataram.
Jangan asal menuduh.
- Kau di sini... - Aku minta...
...para pengungsi ini diusir dari tempat ini.
Benar! Usir saja!
Lalu, siapa nanti yang memberi makan pendatang-pendatang itu?
Mataram? Dengan pajak Rakyat?
Enak sekali jika begitu.
Tunggu, jangan membuat gara-gara di rumahku.
Pendatang seperti mereka...
...yang akan merusak kehidupan penduduk asli Mataram.
Tutup mulutmu!
Tunggu, Mas!
Ini bukan urusan kita.
Ini sudah menjadi urusanku.
Siapa itu?
Siapa yang melempar?
Jangan beraninya kepada orang tua!
Bukankah itu orang yang tadi, Mas?
Turun kau!
Ayo masuk ke dalam rumah.
Anak-anak juga, ayo.
Ayo, cepat masuk.
Akan kupecahkan kepalamu!
Lembayung?
Dia yang mengalahkanmu tadi, 'kan?
Sakit, Mas.
Lembayung?
Ya ampun, anakku.
Jangan!
- Jangan. - Itu anakku!
Kau sehat, 'kan, Nak?
Begitu caramu, Yung?
Aku adiknya Turah.
Sahabat kangmasmu sendiri.
Sudah, Randu. Sudah.
Tidak bisa.
Maafkan anakku ini.
Tidak bisa.
Apa yang sudah dimulai harus diakhiri!
Kau masih laki-laki, 'kan?
Masih.
Begitu?
Orang-orang seperti kalian itu memang berbahaya.
Bagaimana ini?
Awas kau!
Sudahlah.
Randu?
Sudah! Cukup!
Jangan diteruskan.
Mati kau!
Kepung!
Hebat sekali.
Apa tadi?
Jurus Menggerus Raga.
Kalian sudah membuat malu Eyang Guru kalian,...
...Kanjeng Sunan Kalijaga.
Mereka melindungi mata-mata dari Timur.
Kakangku...
...dan kakangnya Lembayung...
...hilang di daerah Timur, Guru.
Coba lihat baik-baik,...
...perhatikan dengan teliti...
...orang-orang yang kalian tuduh sebagai mata-mata.
Ayo perhatikan!
Cermati sekali lagi!
Pulang!
Siapa mereka?
- Kami dari daerah Timur. - Kalian dari daerah Timur.
Aku minta maaf, Mas.
Tidak apa-apa!
Kau baik-baik saja, Nak?
Bagaimana? Kau sudah menemukan yang kau cari?
Takdir kalau sudah menjemput...
...tidak ada yang bisa menghindar.
Jadi, sebaiknya kau bersabar.
Ikhlaskan saja.
Mari, Saudara-Saudara.
Sekarang, kita ke padepokan saja.
- Terima kasih, Ki Jejer. - Terima kasih, Ki Jejer.
Sudahlah.
Nanti juga bertemu di padepokan.
Kau selalu merindukannya.
Hidup itu
Yang pertama adalah berguru
Yang kedua, mengabdi kepada sesama
Yang berikutnya Adalah saling menghormati
Yang terakhir
Bersembahyang kepada Tuhan Untuk kesempurnaan
Rangsang?
Ya.
Lupa? Tidak hafal?
Mohon izin, Guru.
Benar.
Aku...
...berkelana mencari kakangku Seto.
Mas?
Ya?
Tolong dipikirkan lagi.
Kau sudah yakin dengan anak Ki Lurah?
Memangnya kenapa?
Kau tidak cocok dengan anak Ki Lurah.
Hei, Kelana?
Cinta itu seperti bisul...
Ada apa?
Gusti Tumenggung Mandurejo datang.
Siapa itu, Kak?
Tumenggung Mandurejo.
Kenapa dia kemari?
Semoga tidak ada yang ketahuan mencuri di Kota Gede.
Selamat datang.
Terima kasih.
Mas Rangsang sudah selesai?
Sudah.
Mas Rangsang ada apa di sana?
Tidak tahu.
Aku diperintahkan menjemputmu.
Permisi, Tuan Pangeran.
Mohon izin bicara.
Kami para adipati dari daerah Barat (Brang Kulon)...
...ingin memberikan hadiah...
...yang berbentuk emas murni...
...agar senantiasa terjalin kekerabatan...
...dengan Sri Baginda Panembahan Hanyokrowati.
Aku terima hadiah dari saudara-saudara dari Barat...
...yang berbentuk emas murni.
Untuk selanjutnya,...
...nanti akan aku haturkan...
...kepada Raja kami, Panembahan Hanyokrowati.
Kabar baik, Paman.
Ada keperluan apa...
...aku...
...dipanggil untuk pulang?
Aku minta Pangeran bertanya langsung kepada Ibunda.
Silakan.
Aku antar Pangeran berganti pakaian kebesaran.
Tidak apa-apa, Ibu.
Mataram membutuhkan lebih banyak lagi...
...pangeran yang cakap seperti dirimu.
Ibu jangan khawatir.
Perampok dan pengkhianat saling bekerja sama.
Oleh sebab itu...
Ayah dan ibumu membuangmu.
Tidak, Ibu.
Namun, dirimu adalah...
...keturunan Panembahan Senopati,...
...golongan Kesatria.
Terlahir tunagrahita.
No comments yet. Be the first to leave one.