De første 200 linjer.
[Karakter, kejadian, organisasi, dan latar belakang dalam drama ini adalah fiktif. Aktor cilik dan hewan menjalankan shooting dengan aman di bawah pengawasan wali].
Serang.
Pada saatnya nanti kau harus bertarung, tapi kaburlah kalau bisa, nak.
Aku bukan anak kecil. Aku Seo Ki Joo.
Ya, Seo Ki Joo. Kalau kau...
kalau kau membuat batas, hantu-hantu itu tidak bisa mendekatimu lagi.
Lingkaran ini akan melindungimu.
- Rasanya asin. - Barang ini tidak mudah untuk didapatkan.
Ini garam serpihan Korea. Garam Cheonil.
Rasanya asin.
Ini Kepulauan Pitcairn. Kepulauan ini memiliki populasi terkecil di dunia.
Cuma ada 47 orang di sana.
- Jadi apa? - Artinya jarang ada orang yang meninggal di sana.
Tidak mungkin ada hantu di sana.
Kutukan itu juga tidak bisa mengikutimu ke sana.
Ini jelas-jelas tempat yang aman.
Benarkah? Apa ada tempat semacam itu?
Sudah kubilang.
Ini Selandia Baru.
Dari sini, kau naik perahu ke Pulau Mangareva-
Ngomong-ngomong, bagaimana cara menuju ke sana?
Roh-roh jahat mencoba membunuhku setiap kali aku ada di atas mobil.
Bagaimana kalau di dalam pesawat?
Hei, apa kau tidak mau coba? Kau ini pria.
- Tidak banyak waktu yang tersisa. - Tidak.
Jadi, kita tidak akan mati?
Kenapa kita akan mati?
Kita tidak akan mati.
Jadi, ayo kemasi semuanya dan segera berangkat. Janji.
Orang-orang yang tahu kapan mereka mati berpikir kalau mereka bisa menyelesaikan hidup mereka.
Apa kau tidak tahu kalau kita akan meninggalkan negara ini minggu depan?
- Aku akan kembali tepat waktu. - Cepatlah kembali.
Oke.
Paman,
jangan pergi ke mana pun tanpaku.
Seo Ki Joo, ayo pergi ke Kepulauan Pitcairn.
Ayo pergi ke sana dan hidup dengan lama.
Ya, itu kataku.
Kau cuma perlu segera pulang.
Oke.
Namun, kematian selalu datang lebih cepat dari yang kita duga.
Aku sudah membayangkan segala macam kematian,
tapi ini tidak seperti yang kubayangkan.
Apa ini?
Apa-apaan ini?
Kau bisa turun?
Kau berat, Tuan.
Yang tadi itu apa?
Apa maksudmu? Apa kau akan menusukku dengan itu?
Lingkaran apa itu tadi?
Lingkaran apa yang kau bicarakan?
Aku mencoba untuk mentoleransi kelakukanmu, tapi apa kau pikir aku ini gampangan?
Kenapa kau terus melihat sesuatu yang tidak ada?
Ayo pergi. Akan kujelaskan saat kita sampai di sana.
Kita tidak akan pergi kemana-mana. Kau sudah tertangkap basah.
Sepertinya lingkaran yang kau lihat tadi itu borgol.
Tn. Seo Ki Joo? Aku dari kepolisian.
Kau dilaporkan karena menculik anak di bawah umur, Im Yoon Dal.
Kau harus datang ke stasiun supaya kami bisa mengonfirmasinya.
Menculik anak di bawah umur?
Siapa yang mengajukan laporan konyol seperti itu...
Bawa dia.
Tunggu sebentar.
Lepaskan aku, oke?
Ayolah, santai saja.
- Ayo pergi. - Oke.
Jadi, menurutmu...
kau mengambil fotonya supaya dia bisa mengingat hari terakhirnya
di Korea sebelum diadopsi?
Anak itu... Maksudku, Yoon Dal setuju untuk ikut denganku.
dan aku mengantarnya kembali ke panti asuhan dengan selamat.
Menculik anak di bawah umur? Itu omong kosong.
Dia baru saja pindah ke wilayah ini seminggu yang lalu.
Aneh kalau dia menunjukkan ketertarikan ke Yoon Dal.
Memang memilukan karena dia kehilangan kakaknya.
Oh, begitu. Apa itu alasanmu mengunjungi panti asuhan dengan istri palsumu?
Aku mengerti apa yang kau pikirkan,
tapi harus berapa kali aku bilang kalau kau salah-
Bagaimana dengan ini? Bagaimana caramu menjelaskan hal ini?
Dia sudah menderita. Kau akan dihukum kalau kau memainkan trik seperti ini padanya.
Apa ini terlihat seperti tipuan bagimu?
Jelaskan saja kalau kau bisa.
Supaya semua orang di sini bisa mengerti.
Kalau aku menjelaskannya...
kau akan percaya padaku?
Permisi, kalian berdua, kalian seharusnya berbicara denganku.
Ya, Pak. Tunggu sebentar.
Kalian berdua, jaga jarak satu sama lain.
Ya, ya.
Hei.
Kumohon, kumohon.
Nak, kau melakukan kontak mata denganku.
Apa ini?
Maaf? Yah...
Menjauhlah.
Apa yang dia lakukan?
Tidak!
Serius, putuskan kau mau duduk di mana.
Katakan kau mau di mana duduk sekarang.
Di sini? Disana? Di mana pun kau mau.
Pak, duduklah lebih jauh di sini.
- Pengacara Han. - Ya.
- Kita harus bicara sebentar. - Oke.
Hei, awasi dia, Dong Hyeon.
Duduklah di sini.
Cafe latte, kan?
Ya, tentu saja.
Aku sudah bicara dengan pihak Panti Asuhan.
Yoon Dal pergi bersamanya sendirian.
Itu tidak benar. Dia mencurigakan dalam banyak hal.
Dugaanku dia tidak mengelola studio foto.
Dan tidak ada kontak satu pun kontak yang tersimpan di ponselnya.
Karena kita sedang membahas topik ini,
- Kau sudah mencarinya di database, 'kan? - Tentu saja.
- Apa kau menemukan sesuatu? - Ya.
- Apa kau tidak bisa ceritakan sedikit? - Tidak bisa.
- Sedikit saja. - Ayolah. Kau tahu aku tidak bisa.
Baiklah. Bagaimanapun, terima kasih, Letnan Lee.
Wah, silakan minum.
- Coba ini. - Oke.
Kami sudah berusaha untuk bisa membebaskanmu,
tapi kau sudah dilaporkan karena berbagai alasan.
Pencemaran nama baik pada tahun 2010.
Pemerasan pada tahun 2012.
Menyamar sebagai petugas polisi pada tahun 2019.
Kau juga dituduh melakukan pembakaran dan masuk tanpa izin tahun ini.
Kami membutuhkan seseorang yang bisa jadi penjamin untukmu.
Oh, begitu.
Apa kau bisa mengisi ini terlebih dahulu?
Ya, Ketua. Laporan tren untuk kuartal kedua?
Besok pagi?
Tapi, sekarang akhir pekan.
Oke, akan kutaruh di mejamu besok pagi.
Apa?
Ini mejaku.
Ini meja kerjaku.
Tidak akan kubiarkan siapa pun mengambilnya. Tidak akan pernah kubiarkan hal itu terjadi.
Jawab. Jawab. Jawab. Jawab.
Kau tidak akan bisa makan daging sapi untuk sementara waktu.
Deputi Go, apa kau sudah tidur?
Hantu macam apa yang tidur?
Kumohon jawablah.
Pak, apa sudah selesai?
Yah...
Sepertinya temanku agak sibuk.
Oke, berikan aku informasi soal temanmu terlebih dahulu.
Masalahnya, ini agak rumit.
Dia datang dan pergi dan datang dan pergi.
Datang dan pergi dan datang dan pergi?
Sudah kubilang, dia aneh.
Apa kau punya teman lain? Yang konsisten.
Kau dalam bahaya kalau tidak memiliki siapa pun.
- Detektif Jang. - Ya?
Detektif, apa kau punya kacang merah? Bagaimana dengan garam?
- Akan kuambilkan nanti. - Aku membutuhkannya... Aku membutuhkannya sekarang!
- Aku membutuhkannya sekarang! Sekarang! - Astaga...
- Lewat sini. - Ambilkan garam dan kacang merah!
Aku membutuhkannya... Aku membutuhkannya...
- Jangan persulit dirimu sendiri. - Aku butuh garam dan kacang merah sekarang!
Astaga, serius!
Detektif, tidak seperti itu!
Kau membuatku takut!
- Aku akan pergi sekarang. - Oh, oke.
Permisi, kau mau ke mana?
Baiklah, aku yang akan menjadi penjaminmu.
Benarkah?
Sebagai gantinya, jujurlah padaku.
Kenapa kau terus mendekati orang-orang dengan menggunakan anggota keluarga mereka yang sudah meninggal?
Kau melakukan itu pada Jang Bo Ra dan Yoon Dal.
Ini sepertinya bukan karena uang.
Katakan padaku. Aku tidak tahan kalau ada sesuatu yang menggangguku.
Mereka memintaku untuk melakukannya.
Kenapa Nn. Jang dan Yoon Dal memintamu-
Aku tidak bilang kalau yang memintaku itu orang yang masih hidup.
Kalau bukan orang yang masih hidup...
Mendiang Pak Park tidak mungkin memintamu.
Apa maksudmu kau melihat hantu atau semacamnya?
Ya, benar.
Aku mengambil foto hantu.
Aku fotografer hantu.
Kau lucu sekali, Tn. Seo.
Fotografer hantu?
Ya. Semoga berhasil memotret hantu-hantu itu.
Kau mau pergi kemana? Kau meninggalkanku sendirian di tempat berbahaya ini?
- Lepaskan. Sebaiknya kau lepaskan. - Serius.
- Letnan, tambahkan pelecehan seksual juga. - Oke.
Dia melecehkanku.
Hei!
B-Bom?
Hei, Han Bom!
Aku adalah seorang fotografer hantu yang memotret hantu.
Seorang fotografer yang bisa melihat hantu?
Lelucon ini terlalu konyol untuk ditertawakan.
Hah?
Lepaskan. Sebaiknya kau lepaskan.
Wah, yang ini juga berulah.
Dia benar-benar gila.
Ada sesuatu yang benar-benar menggangguku.
Deputi Go?
Tn. Baek.
No comments yet. Be the first to leave one.