De første 193 linjer.
Hari ini ulang tahun Hyeong Seob.
Ayo minum. Bawa hadiahnya.
Hei, bukannya ini tempat dim sum?
Bukan kau yang bayar. Tidak usah pilih-pilih. Datang saja.
Jangan lupa kuenya.
Tidak, jangan keluar. Lagi hujan.
- Tapi-- - Aku baik-baik saja.
Terima kasih karena sudah meyempatkan waktu untukku.
Tidak, aku yang seharusnya berterima kasih padamu.
Hubungi aku. Aku akan menunggu.
Oke. Hati-hati.
Ya, hati-hati di jalan.
Sampai jumpa, Mbak.
Hati-hati.
Kenapa? Kenapa?
Hubungan bisa terasa membosankan untuk sementara waktu. Kalian tidak boleh putus karena itu.
Jeong Hyeon Seong, kau pikir kau bisa bertemu dengan orang seperti Seong Ok?
Berlututlah dan mohon ampun sekarang juga.
Dia tidak tahu seberapa beruntung dirinya.
Kau bahkan tidak sukses atau semacamnya.
Kau harus berterima kasih pada Seong Ok karena sudah pacaran denganmu.
Lagipula dia tidak selingkuh atau semacamnya.
Kau yang salah kecuali dia selingkuh.
Apa kau baru saja bilang "selingkuh"? Apa kau tidak kenal Ok?
Dia bahkan tidak pernah melirik pria lain selama tujuh tahun.
Kan, Ok?
Han Seong Ok.
Kau tidak selingkuh, 'kan?
Sejujurnya, aku...
Sejujurnya, aku--
Aku yang melakukannya.
Aku selingkuh.
Aku tidur dengan wanita lain.
Hei, apa hari itu--
Dasar bajingan.
Han Seong Ok!
Seong Ok.
Han Seong Ok.
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Sepertinya...
ada tempat bagus di sekitar sini.
Hei, kau sudah bangun.
Kita ada di mana?
Kau mabuk. Jadi, kita ada di motel yang ada di dekat sini.
- Apa kau mau mandi duluan? - Apa?
Ada apa? Hei, Seong Ok.
Kau yakin baik-baik saja?
Kau belum sadar. Biar kuantar pulang.
Apa yang terjadi?
Aku mau berpura-pura seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Kupikir aku bisa.
Sesaat setelah mataku bertemu dengan matanya,
aku bisa mengerti tanpa penjelasan apa pun.
Kami hanya berpura-pura tidak melakukannya.
Apa tujuh tahun bersama yang membuat kami berpisah?
Kami sudah mencapai akhir tanpa menyadarinya.
Aku pamit dulu.
Oke, biar kuurus.
Hei, Ndut!
Kim Hye Ryeong?
Kau juga makan di sini. Kawanku.
Kau sudah gila? Kenapa memelukku?
Hei, pelukan tidak tepat untuk saat ini.
Kenapa tidak?
- Kau mabuk? - Ya, aku mabuk.
Senang sekali bisa bertemu lagi, bukan?
Di sini semakin serius. Ayo keluar. Cepat.
Kenapa? Ayo minum denganku, Ndut.
Ayo minum lagi.
Kumohon?
Ndut, ayo minum lagi. Kumohon.
Ayo minum segelas saja, oke?
Kumohon satu saja, oke?
Ndut, ayo minum lagi. Kumohon.
Kumohon, oke?
Ndut, kumohon.
Aku sudah gila.
Ya, benar.
Aku sudah gila. Aku sudah gila. Aku sudah gila!
Apa di keluargaku ada riwayat penyakit jantung?
Tenanglah.
Mataku terpejam...
Aku pernah menyukaimu.
Aku pasti sudah kehilangan akal sehatku.
Memang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, tapi kenapa harus Kim Hye Ryeong?
Kenapa?
Ada sedikit masalah.
Astaga, lihat aku. Aku tidak tahu cara membaca suasana.
Kau akan tinggal bersama pacarmu, 'kan?
Ya, aku senang kau melakukan ini.
Sudah kubilang sejak awal.
Kalian tinggal di lingkungan yang sama. Kenapa tidak serumah?
Di zaman sekarang, kau tidak akan dikritisi karena tinggal serumah.
Apa aku harus bicara dengan pacarmu dan mencarikan rumah yang lebih besar?
Tidak.
Kenapa tidak?
Rumah itu pasti kecil untuk dua orang.
Kami sudah putus.
Waktu selalu berjalan.
Apa kau benar-benar memakainya? Itu dari Shi Hoo, kan?
Wow, harus kuakui.
Aku setidaknya senang kalian tertawa.
Bayi yang melihatku tadi malah menangis.
Tertawalah kalau itu lucu, Jeong Hyeon Seong.
Dia masih hidup.
Astaga, Kim Hyeong Seob memang gila.
(Kategori - Postingan saya / Postingan yang saya komentari di / Kehidupan sehari-hari / Isu hangat...)
Dia cuma teman wanita biasa.
Wajar saja kalau aku merasa tertarik tanpa menyukainya, 'kan?
Jantungku sekilas berdebar-debar. Aku benar-benar bersumpah.
Menurutku aku tidak menyukainya.
Yang seperti itu bisa terjadi sesaat, 'kan?
Ya ampun!
Semua orang akan bilang kalau itu bukan apa-apa.
Serius.
Apa kau serius menanyakan hal ini? Apa kau tidak pernah pacaran?
- Dia sudah jatuh cinta. - Apa?
Jadi, katanya ada teman wanitamu yang kau sukai.
Mereka bilang apa?
Pesankan tempat pernikahan.
Ndut?
Apa?
Apa?
Hei. Ada apa, Jjang Ji?
Datanglah ke Grill Grill sepulang kerja.
Males.
Apa maksudmu?
Apa mungkin...
Kim Hye Ryeong juga akan datang?
Kenapa? Kau tidak akan pergi kalau dia tidak ada?
Ak--aku tidak akan datang kalau dia pergi.
Aku tidak akan pergi kalau dia datang. Aku tidak akan pergi, oke?
Boo Ri, apa Hye Ryeong akan ikut dengan kita malam ini?
Tidak tahu. Dia belum merespons.
Sepertinya tidak.
Benarkah?
Apa? Apa ada sesuatu di antara kalian?
Apa yang kau--
Kau ngomong apa sih? Bagaimana mungkin ada apa-apa?
Intinya, kami akan menunggumu.
Hei, Jjang Ji. Aku tidak akan pergi. Aku...
Aku tidak mau pergi! Aku tidak mau pergi!
Seong Ok, apa kau benar-benar akan pergi?
Ya.
Thank you for everything, Manager.
Kau akan berhasil ke mana pun kau pergi.
Maafkan aku kalau pernah menyakitimu.
Iya.
Kau akan menghubungi kami, 'kan?
Ya.
Terima kasih untuk semuanya.
Hati-hati. Jaga kesehatanmu.
Oke.
Ada lagi yang pergi.
Oke.
Ayo lihat apa kita dapat pesanan.
Bahkan tidak... Bahkan tidak... Bahkan tidak ada satu pun.
Apa aku harus mencari pekerjaan paruh waktu?
(Pengiriman Kilat - Mempekerjakan seseorang untuk memuat dan membongkar muatan. Jangan ragu untuk mengajak teman. Pekerjaan paruh waktu bergaji tinggi. Dibayar di hari yang sama).
Pengiriman. Bongkar dan muat.
Ya ampun. Aku belum pernah melakukan itu sebelumnya.
Yang lain.
Asisten dapur? Penampilan rapih?
Aku harus potong rambut. Tidak, tidak.
Seob Seob?... (Nama panggilan untuk Hyeong Seob, bisa juga berarti "sedih" atau "kecewa")
Halo? Ini aku.
Apa mungkin kalian sedang mencari pekerja paruh waktu?
Kenapa? Apa ada yang mau?
- Aku mau. - Kami sudah dapat.
- Kapan? - Belum lama ini.
Apa yang tiba-tiba membuatmu mau menjadi pelayan?
Ngomong-ngomong, apa kau baik-baik saja? Apa kau mau minum?
Hei, minum apanya?
Tutup teleponnya kalau kau tidak mau menerimaku.
Syukurlah kalau begitu. Sampai jumpa nanti.
Dia tidak memposting foto,
tapi dia menyukai postinganku.
Kalau kau punya waktu luang... Kalau kau punya waktu luang...
Apa kau mau...
Dia pacarku, Han Seong Ok.
Kau pasti bercanda.
- Halo. - Halo.
- Formal. Formal. - Halo!
Senang bertemu denganmu.
- Apa kau cemburu? - Astaga, aku sangat cemburu.
- Oh... - Serius.
Terima kasih.
Kalian juga harus mulai pacaran.
Apa sebaiknya kita berbicara dengan santai?
Ya, baiklah. Kita berdua.
Apa kau serius?
Dim sum di sini enak.
No comments yet. Be the first to leave one.