Kedarnath

Kedarnath (केदारनाथ)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Kedarnath (2018) WEB/HD
En kommentar af AlifAkbarB
Don't resync, thanks.

Tags

web
HD
Udgivet den: 2019-03-01
Downloads: 118
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

'Salam Dewa Siwa!'

Puji Dewa! - Puji Dewa!

'Salam Dewa Siwa!'

'Terus maju.'

'Jagalah barang-barang kalian.'

Pergilah kepadanya.

Kepada siapa?

Mansoor!

Salam Dewa Siwa!

Tak bisakah Orang hindu yang membawaku?

Aku tak akan pergi dengannya!

Bu, kenapa kau begitu kesal?

Kami punya anggaran sedikit. Kami mendapat kupon setelah kesulitan tadi.

Ayolah...

Kata katamu seperti tempat Keledai yang panas!

Dari semua Orang di Kebun Binatang ini, kau hanya menemukan dia?

Aku tak akan duduk dibagal itu.

Dengarkan aku...

Bagal tak berdoa di Kuil ataupun membaca Al-Qur'an.

Apakah aku benar?

Bangunlah!

Dia mengatakan dia tak akan mengenakan biaya tambahan untuk barang-barang kami.

Ayo, bangun. Ayo pergi.

Apakah dia lincah?

Dia tak akan lompat dari Gunung denganku, kan?

Tak akan, Bu! Dia melakukannya paling banyak sebanyak 2 kali.

Tidak... - Oke. Bu, kau duduk tenang saja.

Aku akan membawamu. Oke?

Apakah itu oke? - Tak apa-apa kok.

Biarkan aku membantumu duduk di atasnya. - Ayo duduklah.

Kenapa kau tak bisa mencarikan Orang hindu?

Kenapa merindukan sesuatu yang tidak kau miliki

Ketika kau bisa menikmati apa yang kau bisa lakukan?

Hei! Si Bodoh ini berbicara Bhojpuri!

Bu, aku bisa bahasa lain juga. Gujarat, Punjab, Bengali...

Aku telah membawa seluruh India ke Kuil ini. Ayolah.

Salam Siwa, yang menguntungkan!

Siwa, yang menguntungkan! Ayo, Nak!

Ayo. - Jagalah barang-barang kalian.

Keledai ini tak akan lari dengan barang bawaan kamikan?

Tak akan, Bu... Rustom dan barang bawaanmu akan mengetahui Jalannya.

Jai ho jai ho shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Aadi dev Shankara! Dewaku yang tercinta!

Tere jaap ke bina? Bagaimana cara bernafas tanpa menyebut namamu?

Mansoor. - Lebih cepatlah! Delhi tak terlalu jauh...

Mera karm tu hi jaane Karmaku dianugerahkan kepadamu

Kya bura hai kya bhalaa Kau yang memutuskan kebaikan dan kejahatanku

Tere raaste pe main toh Dengan membabi buta aku menapaki Jalan

Aankh moond ke chalaa Yang telah kau pilih untukku

Tere naam ki jot ne Cahayamu menerangi semestaku

Saara har liya tamas mera Dan menelan kegelapanku

Namo-namo ji Shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Bholenath Shankara! Dewa yang baik hati!

Hey Triloknath Shambhu, Hey Shivay Shankara! Salam sang pencipta, salam sang pencipta!

Namo-Namo ji Shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Bholenath Shankara, Rudradev hey Maheshvara! Dewaku yang baik hati, tempat tinggal sukacita!

Pandawa melakukan penebusan dosa setelah perang mahabharata.

Siwa dalam bentuk Banteng ketika Bima menangkapnya.

Kepalanya ada di Nepal dan punuknya tetap disini.

Jai Hind Pak! - Jai Hind!

Hampir sampai, Bu. 7 km lagi. 7 km lagi.

Kau terbuat dari apa? Apakah kau tak lelah?

Aku sudah makan ramuan Siwa.

Bodoh! Lebih baik jangan melemparku ke Lembah...

Rahegi teri aastha Tapi iman Manusia kepadamu akan terus hidup

Bukankah aku sudah memberitahumu, Bu...

Rustom akan mengetahui Jalannya.

Ayo Nak.

Teri mahaanta-mahaanta Kau adalah Penciptanya

Sekarang kau mau kemana?

Bu, ini daerahku. Kami bisa menikmati minuman disini.

Kami akan berhenti sebentar disini.

Ayo, Rustom.

Berhenti...

Bu, pelan-pelan...

Sebentar...

Tolong pegangi ini...

Tunggulah disini...

Ini dia.

Aku kenal Pemilik Tokonya...

Dia berhati besar, tak mau mengambil uang.

Tak ada yang berbesar hati secara gratis.

Kau boleh meminta apa saja sebagai gantinya!

Pegang ini, pegang ini. - 'Kau tak mengirimi kami manisan.'

Cepatlah.

Ayo pergi...

Bisakah kau mengaitkannya?

Salam Siwa, yang menguntungkan!

Salam yang tidak bersalah!

Bu... Sampai jumpa di malam hari.

Berbaik hati untuk membawa pulang uang.

Jangan terlalu royal kepada para Peziarah.

Seepiyon ki ontt main motiyan ho jis tarah Seperti mutiara kulitnya

Mere mann mein Shankara Kau tinggal didalam diriku

Tu basa hai uss tarah! Dewaku yang tercinta!

Mujhe bharam tha jo hai mera Aku hidup dengan ilusi

Tha, nahin kabhi mera Tentang aku, aku dan aku

Arth kya nirarth kya Kau adalah Penciptanya

Jo bhi hai Kau adalah Pembinasanya

Bu... Kita sudah sampai.

Ini dia...

Tere saamne hai jhuka Berkatilah aku saat

Mere sar pe haath rakh tera Aku menundukkan kepalaku didepanmu

Namo namo ji Shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Bholenath Shankara Dewaku yang baik hati

Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara Tempat tinggal sukacita

Namo-namo ji Shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Bholenath Shankara Dewaku yang baik hati

Rudradev hey Maheshvara Tempat tinggal sukacita

Namo-namo ji Shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Bholenath Shankara Dewaku yang baik hati

Hey Triloknath Shambhu Hey Shivay Shankara Tempat tinggal sukacita

Namo-namo ji Shankara! Salam Dewa yang maha besar!

Bholenath Shankara Dewaku yang baik hati

Rudradev hey Maheshvara Tempat tinggal sukacita

Rudradev hey Maheshvara Tempat tinggal sukacita

Rudradev hey Maheshvara Tempat tinggal sukacita

Bu, sudah ibadahnya?

Ya-ya. Dewa memberkatimu!

Selfie?

Selfie?

Luar biasa!

Ayo.

Ayo. Senyumlah.

Katakanlah sesuatu!

Maafkan aku, aku tak melihatmu.

Tak melihatku?

Kini bukan malam tanpa bulan yang tak bisa kau lihat.

Kini siang hari...

Dia kesini dan membuang kotoran mengenai sandalku!

Dan kau mengatakan kau tak melihatku?

Biarkan saja. Diakan Bagal.

Dia Bagal, tapi bagaimana denganmu?

Bagal itu tak akan datang dan berkata...

"Saudara, bawa aku ke Kamar Mandi!"

Sandal baruku...

Bagalmu telah meninggalkan berkatnya pada sandalku!

Sekarang apa yang akan aku lakukan dengan itu?

Salam Orang yang tak di cat!

Oh kau... Belum melihatmu selama 2 hari?

Tapi aku melihatmu.

Mari kita minum racun Lembah...

Mari kita bersenang senang...

Ayo bermain Siwa!

Bala... Musim Turis telah dimulai,

Tapi atap bocormu belum diperbaiki.

Atapnya bocor selama 5 tahun...

Lupakan itu...

Ketika aku melihat apa yang terjadi disana, hatiku hancur...

Tak ada fasilitas untuk para Kuli, tapi bagi para Peziarah ada.

Aku sudah bicara dengan mereka...

Komisi telah berjanji untuk menemukan solusi.

Tarif baru untuk Kuli juga dibahas.

Sebelum kita membahasnya, sesuatu yang penting telah muncul...

Kita harus memikirkannya...

Komisi ingin membuka Hotel bintang 2 di Rambara...

Dan perlahan lahan setelah itu membuka sebuah Wisma, penginapan...

Salam Orang yang tak di cat!

Puji Dewa!

Memulai pertemuan tanpa kita?

Terima kasih.

Bagaimana bisa mereka melakukan itu?

Dilarang membangun Hotel di area ini.

Tanpa izinmu tak bisa membangun apapun disini...

Ada harga untuk izin. Bayar harganya dan itu jadi milikmu!

Keponakan Imam besar, Kullu, yang memimpin rencana Hotel.

Kita harus memikirkannya dan menyampaikan kasus kita kepada mereka secepatnya.

Semoga kau membusuk di Neraka, Brengsek!

Semoga tenggorokanmu kering seperti daun kering!

Paman... Kau duduk dikasur lagi?

Sudah kubilang ketika kau duduk disana, Monster ini memukul bolanya lebih keras.

Tak bisakah kau duduk diluar selama 2 menit... Untuk India?

Jika Pelanggan datang, boleh masuk? - Paman!

Pakistan memukul atau tidakpun,

Jika kau menginginkan sesuatu juga pasti dari Ayahmu...

Gantung saja aku di pintu...

Seolah olah kita akan membuat India menang olehku yang menderita dalam kedinginan!

'India memainkan pertandingan yang patut dipuji.'

'Ada beberapa bola yang tersisa. India bisa memenangkan pertandingan ini.'

'Tak ada yang tidak mungkin.'

'Ini dia bola di udara. Kurasa ini...'

Sial! Dia punya Iblis didalam dirinya!

Salam Dewa! - Dia membunuhnya.

Sungai Gangga tak akan cukup untuk mencuci mulut itu, Bu

Cobalah gunakan sabun/deterjen!

'Dia menampilkan pukulan yang sangat baik.'

Ibumu...

Kau bilang apa?

Berkah!

Berkah Ibumu.

Kurang sopan!

Selamat malam Brijraj Ji.

Selamat malam juga.

Saudara, kenapa kau berdiri disini? Kau akan masuk angin.

Masuklah ke dalam. Ayo.

'Siapa yang akan membuka pertandingan hari ini?'

Salam Siwa, yang tak bersalah!

'Jika hari dimulai dengan baik, maka...'

Mandakini, matikan TVnya.

'India mungkin kesulitan membuat 20 putaran dalam situasi begini.'

Kedarnath subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Kedarnath

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left