Prvních 200 řádků.
TUBUH-TUBUH YANG MENUNJUKKAN TANDA KEKERASAN SEKSUAL
Translated by: "CoolBreeze"
"Subdl, Subsource & Subscene'best"
Collection of 50 's to 90 's and Early 20 's Translated by: "CoolBreeze"
Lukisan St. Sebastian ini pada dasarnya adalah patung Helenistik...
dengan latar belakang Renaisans yang megah.
Kemartiran dan penderitaannya jadikan kita relatif tak tergerak.
Perhatikan bagaimana Perugino, petani Umbria itu...
dapat mengubah penduduk desa setempat menjadi orang-orang suci dan patung suci.
Perhatikan bagaimana dia menyerah pada tragedi...
kesakitan dan penderitaan ini dengan perasaan berbeda.
Perugino enggan melukis darah...
sehingga air matanya seperti tetesan embun di bawah matanya.
Suasananya jarang memancarkan akan kesan dramatis.
Hal ini berlaku pada St. Sebastian di Stockholm...
dan juga yang ada di Louvre.
Semuanya bermandikan keanggunan yang mendekati hal-hal supranatural.
Di sini, figur tersebut tampaknya ditelusuri langsung dari Yunani kuno.
Dengan cara yang sangat pribadi...
Perugino telah menyerap pelajaran dari Piero della Francesca yang hebat...
hanya untuk kemudian menurun di tahun² berikutnya menjadi semacam...
formalisme yang berbelit-belit dan kedaerahan...
yang jelas-jelas melemahkan kekuatan...
dan orisinalitas karyanya di kemudian hari.
Itu saja untuk hari ini.
Ayo, Dani. Aku ingin menanyakan sesuatu padanya saat keluar.
- Itu dia. - Profesor.
Maaf, tapi apa yang kau katakan tentang Perugino...
Tidakkah menurutmu analisis itu agak terlalu keras?
Teruskan.
Di St. Sebastian di Louvre...
Kau mengabaikan aspek spiritual yang kuat dari figur tersebut.
Itu benar-benar dipenuhi dengan kesucian.
- Kau yakin soal itu? - Ya.
Menurutmu di mampu secara spiritual?
Vasari katakan Perugino adalah orang yang sangat tak memiliki agama sejati...
dia tak'kan pernah bisa membuat siapa pun percaya pada keabadian jiwa.
Bayangkan saja seorang ateis melukis orang-orang kudus dan Maria.
Aku setuju denganmu, Profesor...
meskipun kurasa aneh dia tak pernah melukis...
... darah apa pun di tubuh para martirnya.
Ia adalah seorang pelukis, bukan tukang daging.
Dia seorang borjuis yang merintis usahanya sendiri...
yang menjual sentimentalisme tanpa gairah atau drama yang sesungguhnya.
Kursa kau terlalu jauh.
Kita akan bicarakan ini nanti lagi.
- Selamat tinggal. - Selamat tinggal.
Daniela, bisa kuantar pulang?
Tidak. Jane yang menemaniku.
- Daah. - Daah, Stefano.
Kau tak perlu terlalu kasar padanya.
Dia sudah mengejarku selama 10 tahun. Apa dia masih tak mengerti itu.
Dia pilih jurusan yang sama agar bisa dekat denganku.
Dan sekarang saat sekolah musim panas juga.
Kau tak'kan temukan banyak pria seperti itu.
Kuharap tidak.
Flo, kau ikut denganku?
Ada sesuatu yang harus kulakukan.
Kalau begitu semoga sukses.
- Daah. - Daah.
Flo!
- Bangsat!! - Ada apa?
I'll take care of him!
Sean, Ke sinilah! Biarkan saja dia.
Apa peduli kita jika dia mengintip?
Sean, kembalilah! Kau ke mana?
Jawablah!
Kau di sana?
Sean?
Butuh foto lagi?
Sudah cukup. Baiklah, tutuplah tubuhnya.
- Apakah Kejaksaan datang? - Ya, sudah kami beritahu.
Kamu yang pertama kali lihat mobil itu?
Aku bukannya di sini, aku di sebelah sana.
Kenyataanya, inspektur, kami tak punya fasilitas layak di sini.
Jadi kami... bagaimana menjelaskannya?
Kita "mengotori." Itu yang terjadi.
Apa maksudmu dengan "mengotori"?
Bagaimana kujelaskan?
Ya sudahlah, tak perlu berbelit-belit.
Aku sedang ingin buang hajat.
Saat aku melihatnya. Aku sedang mules-mulesnya.
- Mampet di perut ini, kau tahu? - Ambil pernyataannya.
Yang itu 1,000 lira.
Kau sekarang jualan di bawah konter hari ini?
Ya, dan aku juga bisa beli.
Kuyakin itu. Barang rongsokan dan buangan.
Aku terlalu mahal untukmu.
Daah.
Siapa dia?
Seorang dokter.
Setidaknya dia tahu untuk menjaga tangannya.
- Carol! - Hai.
- Halo. - Hai.
Apa kabarmu?
- Kau lihat koran hari ini? - Tidak, kenapa?
Sebentar.
- Kau belum dengar? - Tidak. Ada apa?
- Paman, bisa ambil koran itu - Simpanlah.
- Sampai waktu makan siang, daah. - Daah.
Kau teman baik Flo, kan?
Pelajar & Kekasihnya ditemukan Terbunuh
Ini tak mungkin terjadi.
Daniela!
Kelas dibatalkan hari ini.
Apakah kau menganggap Pieta sebagai salah satu..
representasi paling agung dari Kekristenan?
Kuharap kau pikirkan kembali di sini pendapatmu tentang Perugino, Profesor.
Maaf mengecewakanmu. Alasan ku jauh lebih biasa.
Kuakui aku ada di sini hanya secara kebetulan.
Namun, hal biasa dari peluang terkadang...
...menyembunyikan makna tersembunyi yang lebih penting.
Salah satunya bisa jadi pertemuan kita di sini sekarang.
Atau mungkin aku keliru. Bagaimana menurutmu?
Jangan bilang kau percaya teori aneh itu...
...bahwa peluang adalah anak dari keniscayaan?
Kurang lebih.
Tapi jangan pedulikan aku. Aku masih syok oleh kematian gadis itu.
Jane, bisa kubelikan kau minuman?
Kenapa tidak?
Kuarap kau melihatku lebih dari sekadar profesor sejarah seni.
Kau punya mata indah saat tak mengenakan kacamata.
Jangan olok-olok aku.
Tak akan kulakukan itu.
Kau mengejutkan hari itu.
Benarkah? Koq bisa?
Tak pernah kubayangkan...
bahwa seorang gadis Amerika bisa sangat tertarik...
oleh karya seni yang menggambarkan masa lalu yang bukan miliknya.
Aku tak tahu itu pujian atau bukan, tapi aku akan menerimanya.
Hanya membuktikan bahwa beberapa orang Amerika tahu...
...bagaimana menjadi kurang Amerika dibandingkan orang Amerika lainnya.
Jadi kau tak datang ke Italia untuk membeli Colosseum?
Tidak, hanya mempelajarinya.
Aku mempelajari sejarah seni.
Lalu aku mengajar selama dua tahun.
Kemudian kuputuskan berspesialisasi dan melamar beasiswa di Italia.
- Kau suka musik juga? - Tentu saja.
Bagus.
Jika kebetulan kudapat beberapa undangan...
ke konser di Akademi...
- Kau mau ikut aku? - Aku akan senang sekali.
- Bahkan aku akan menunggunya. - Terima kasih.
Tak perlu terima kasih padaku. Ini sebuah kesenangan.
- Sampai ketemu, Franz. - Sampai ketemu, Jane.
Sudah kubilang padamu...
Jadi selesai begitu saja, seenakmu saja?
- Tak pernah kujanjikan apapun padamu. - Kau wanita ceking!
Mereka lihat kita, sialan.
- Daah, mas ganteng. - Daah.
Ayo, sayang. Lepaskan semuanya.
Aku ada janji dengan klien lain.
Ada apa?
Aku mengerti. Kau mau sedikit bujukan?
Kau manis.
Kenapa? Tanganku dingin?
Dengar, sayang.
Jika kau beri sedikit lagi, kita bisa bercinta depan cermin.
Bahkan film pornoku ada.
Gaya Swedia.
Awal yang bagus! Kenapa banyak masalah menghampiriku?
Honey, bahkan jika kau banci atau impoten,
...kau tak'kan bisa kabur dari ini.
Kau tetap harus bayar.
Jangan sebut aku begitu! Jangan pernah bilang aku begitu.
Kau gila!!
HADIAH UNTUK SEMUA
- Kubeli yang ini. - Baik.
Carol! Akhirnya! Kenapa denganmu?
Dari mana saja kamu? Sudah lama tak melihatmu.
Tidak ada. Tidak ada apa-apa.
Maaf, aku harus pergi. Ada beberapa tugas, aku sudah telat.
- Ada masalah apa? - Aku harus pergi, maaf.
Hei, Dani!
Jangan!
Kalian berdua harus lepaskan pakaian dahulu.
Kenapa tidak?
Kalian membuatku jijik!
Jika kudapatkan dia, akan kubuat dia bungkam!
- Kau terluka? - Ya ampun! Jatuh yang mengerikan.
- Jika kudapatkan dia... - Lupakan jalang itu.
- Kubunuh dia! - Angkat motornya dan kembali.
Apa yang kau lihat di layar...
itu bukan seni abstrak.
Apa yang kalian lihta adalah potongan kain...
ditemukan di bawah kuku dari teman satu kelasmu...
yang dengan sadis terbunuh minggu lalu,
Flo Nicholson.
Kami telah menentukan jejak dari potongan syal ini...
yang digunakan untuk mencekik Carol Peterson.
Tubuhnya, sama seperti temannya, menunjukan kekerasan seksual.
Aku ingin kalian melihat ini.
Jika dari kalian merasa melihat yang mirip...
mungkin teman atau teman sekelas...
itu menjadi kewajibanmu untuk melaporkannya.
Itu bukan jadi mata-mata.
Itu kewajibanmu.
Kuyakin kalian semua setuju agar pembunuh ini diadili segera.
Dan aku berharap, setidaknya dalam kasus ini,
...kalian akan berpikir bahwa polisi adalah...
No comments yet. Be the first to leave one.