Prvních 200 řádků.
28 Juni 1984
Pak Jendral.
Kami hampir berhasil.
Anda bisa lihat.
Anda bisa lihat kemajuan kami.
Kami hanya butuh wa...
Kuberi waktu setahun.
Baik, jendral.
Diterjemahkan oleh: Crazy_Youngster
Bagian Pertama Suzie, Kau Dengar?
Satu tahun kemudian
Mike!
Mike, berhenti! Berhenti!
Mike? Berhenti!
Mike! Mike!
Berhenti!
- Kau tak suka? - Tidak.
Jangan lihat anjingnya, kerjakan saja.
Kerjakan, kerjakan. Jangan lihat anjingnya.
Kau lihat anjingnya.
Kadang hal berjalan tepat sesuai rencana.
Hei!
Hei!
Jarak terdekat 3 inci!
Buka pintunya 3 inci!
El, buka pintunya.
Buka... pin...
Ada apa?
Tadi itu lucu sekali!
Kau lihat mukanya?
Mirip seperti tomat!
Ya, tomat besar.
- Aku harap kita masih bersama. - Aku tahu.
Aku juga.
Tapi kita jumpa lagi besok, oke?
Jumpa besok.
- Kau terlambat. - Maaf!
- Lagi. - Nanti filmnya kelewatan.
Ya, kalau kalian masih mengeluh. Ayo!
"Kalau kalian masih mengeluh."
- Berhentilah bicara. - Biar kutebak.
Kau bersamanya.
Oh ya, kau dewasa sekali Lucas.
"Oh El, kuharap kita bisa ciuman selamanya dan tak perlu bertemu teman-teman kita."
Lucas, berhentilah.
- Menurut Will itu lucu. - Memang lucu.
Ya, saking lucunya aku jadi mau bermesraan dengan pacarku.
Aku sedang bermesraan dengan pacarku.
- Hei! - Permisi! Maaf! Maaf!
Maaf, maaf, maaf!
- Permisi, maaf. - Maaf.
- Hei! - Lihat jalan!
Ya, lihat jalanmu culun!
Bukannya ini sudah lewat jam tidurmu?
Bukannya ini sudah saatnya kau mati?
- Gila! - Keras kepala!
- Kampungan! - Aneh!
Kau dewasa sekali.
Hei, anak-anakmu datang.
Lagi? Yang benar saja?
Cepat, cepat.
Aku serius, kalau ada yang tahu ini...
Kita tamat!
Aman.
Lihatkan Lucas, tepat waktu.
- Awalnya terlewat. - Tapi belum jauh, aneh.
- Coklat. - Makasih.
- Yang benar saja! - Yang benar saja!
Apa-apaan ini?
Aneh.
Itu tak akan berhasil.
Oh, benarkah?
Jadilah terang.
Hei.
Kau tak apa?
Ya.
Kau yakin?
Tentu.
Oke.
Sialan!
Sialan! Sialan! Sialan! Sialan! Sialan!
- Kenapa? - Sudah hampir jam 9.
- Apa? - Kita lupa menyetel ulang alarm.
- Semalam lampunya mati, kau ingat? - Oh, sial!
Hei, hei, hei!
- Tunggu. - Oh tidak, aku makan di kantor saja.
- Sudah terlambat. - Bukan itu.
- Pipimu. - Oke, oke.
- Aku harus cepat, dah. - Baiklah.
Menjijikkan.
Kau tak akan merasa itu menjijikkan saat kau jatuh cinta.
Aku tak akan jatuh cinta.
Baiklah.
Hei.
Kenapa ini?
Entahlah.
Bisa menyetir lebih cepat?
Kau mau kita celaka? Beruntung mobil ini masih berfungsi.
Aku serius Jonathan, Aku tak boleh terlambat.
- Maksudmu kita tak boleh terlambat. - Tidak, aku yang tak boleh terlambat.
- Mereka suka padamu apapun itu. - Hei, mereka juga suka kamu.
Mereka suka karena aku seperti mesin pengantar kopi mereka.
Mereka tak sesungguhnya menyukai atau menghormatiku sebagai sesama manusia.
Hei, kau... harus bersabar, oke?
Mereka sudah pada posisinya.
Tapi saat mereka sadar betapa hebatnya talentamu mereka akan suka padamu.
Aku tak butuh kata motivasi sekarang.
Bisa kau menyetir saja lebih cepat?
Oke.
Ini kapten kembali ke markas. Kalian dengar? Ganti.
Ini kapten kembali ke markas. Kalian dengar? Ganti.
Kuulangi, ini kapten kembali ke markas. Kalian dengar? Ganti.
- Kuulangi, ini kapten... - Dusty!
- Kenapa? - Tenanglah! Astaga.
Aku berkomunkasi mereka harusnya jawab.
Kau sudah pergi lama sekali, sayang. Mungkin mereka lupa.
Setidaknya ada yang senang aku pulang.
Ini cuma mimpi.
Kau bermimpi.
Sekarang!
Meriam!
Marco!
Polo!
Marco!
Polo!
Marco!
Polo!
Marco!
Polo!
Marco!
Polo!
Teman-teman.
Dia sudah turun.
Dan... pertunjukkan dimulai.
Hei, gemuk!
Dilarang berlari!
Kalau kau ulangi kau akan dilarang ke sini.
Kau mau dilarang ke sini, gemuk?
Tentu tidak.
Siang, nyonya-nyonya.
Siang, Billy.
Baju renang yang bagus, Ny. Wheeler.
Makasih.
- Hai. - Hai.
Kau sibuk?
Kau pelanggan pertama hari ini.
Kenapa lagi?
Dan El, dia... membanting pintunya.
Di depan wajahku.
Benarkah?
Ini semua ulah anak nakal itu, Mike.
Dia sudah mencuci otaknya.
Dan aku akan kalah, aku akan kalah Joyce.
Santailah, Hopper.
Aku mau mereka putus.
Itu bukan keputusanmu.
Mereka terlalu sering bersama.
Kau setuju dengan hal itu, kan?
Mereka cuma ciuman, kan?
Ya, tapi terus-menerus.
Ciuman terus-menerus.
Itu tidak normal...
itu tidak sehat.
Kau tak bisa memaksa mereka berpisah.
Mereka bukan anak-anak lagi, Hop. Mereka sudah remaja.
Kalau kau memerintah seperti polisi mereka akan membangkang.
Begitulah remaja.
Lalu Aku biarkan saja mereka lakukan yang mereka mau?
Tidak, bukan begitu. Kurasa kau harus bicara dengan mereka.
Tidak, tidak. Bicara tidak akan manjur.
Bukan berteriak. Bukan memerintah.
Tapi bicara baik-baik.
Bicara hati ke hati.
Hati ke hati?
Bagaimana itu?
Kalian duduk dan kau bicara layaknya seorang teman.
Kalau kau bicara dengan menyesuaikan keadaan mereka pasti akan mendengar.
Lalu kau bisa mulai membuat batasan.
- Batasan. - Ya tapi...
Hop, kau harus ingat bagaimanapun respon mereka, kau tetap tenang.
Kau tak boleh lepas kendali.
Mungkin kau bisa melakukannya untukku?
Tidak.
Ya, kau bisa. Kau mampir habis pulang kerja.
- Ya. - Tidak.
Hanya akan berhasil kalau kau yang bilang.
Tapi...
- Tapi? - Mungkin aku bisa bantu...
buat kata-katanya.
- Makasih. - Untukmu
Untukmu.
- Makasih. - Kembali.
Oh tidak! Nancy!
Maaf.
- Bagaimana dengan Iran? - Aku mau yang lokal.
Kudengar ada kontes kecantikan di pameran nanti.
Aku mencari yang pas, Bruce.
Berarti kau belum lihat Lucy Lebrock karena Aku tak yakin dia akan pas.
Rekan-rekan!
Waktu kita semakin menipis. Aku butuh yang nyata.
No comments yet. Be the first to leave one.