Prvních 200 řádků.
22 TAHUN SEBELUMNYA
Bangun tidur seperti biasa
Hari baru, matahari yang sama bersinar
Menari diiringi irama
Harapan besar membuat semangat berkobar
Aku terkejut tiba-tiba melihatmu
Rasanya kau membuatku terpana
Aku tahu ini awal dari sesuatu
Kurasa aku tahu Kau merasakan hal yang sama
Waktu terhenti, mata terbuka
Memutar duniaku
Hanya selangkah lagi
Inilah takdir
Oh, kau tak pernah tahu Bagaimana satu interaksi sederhana
Bisa membawamu ke jalan Di mana apa pun bisa terjadi
Imajinasi kita berubah seiring waktu Lebih besar dari yang kita bayangkan
Kita tak akan mengubah apa pun sekarang
Lebih baik jadi Loud
Tak bisa berhenti sekarang
Lebih baik jadi Loud
Rasanya seperti di rumah Di mana pun kita bersama
Seandainya kita tahu Lebih ramai selalu lebih baik
Kita tak akan mengubah apa pun sekarang
Lebih baik jadi Loud
Keluarga Loud
Keluarga Loud
Lebih baik jadi Loud
Di keluarga Loud
Keluarga Loud!
Film!
Lily, aku tak membangunkanmu pukul 06,00 untuk bermain.
Saatnya belajar cara bertahan hidup di keluarga besar.
Poo poo.
Pelajaran nomor 374, Sabtu Sarapan Burrito.
Burrito!
Karena kau punya gigi, kau mau burrito buatan Ayah hanya untukmu.
- Lily! - Seperti para saudarimu.
Saudari.
Yang berarti kau melawan mereka di meja.
- Gawat. - Jangan khawatir!
Karena kakakmu adalah pria kompeten. Daftar paten.
Rencananya adalah makan burrito sebelum mereka bangun.
Aku bisa mencium baunya. Baik, Lily, saatnya beraksi.
Poo poo.
Kau cukup mengamati dan belajar
karena di sini yang pintar cuma Lincoln…
Loud.
Usaha yang bagus.
Tapi kami semua ingat soal burrito.
Hore! Burrito!
Lincoln!
Kuncinya adalah rencana cadangan.
Rencana cadangan.
Burrito pedas! Burrito pedas, hei! Menari dan gerakkan kakimu!
Hei! Selamat pagi, Lincoln! Halo, Lily.
Bawitoto.
Benar, Sayang. "Bawitotos".
- Di mana yang lain? Tadi ada suaranya. - Benarkah?
Burrito!
Maaf, Lily. Gagal sudah pelajarannya.
Rencana cadangan.
Murid telah menjadi guru.
Lola, ayo pergi ke resitalmu tepat waktu.
- Jangan lupa pekan sainsku. - Lomba Pengurus Makam Junior.
Aku kru pit di trek balap!
Sepak bola.
- Joke-A-Palooza! - Lomba gitar.
Kalian ada kegiatan hari ini?
Tidak. Hanya ada peragaan busana.
Itu namanya kegiatan!
Kita belum siap! Ini bencana besar!
Kita harus bagaimana? Jangan panik!
Jangan panik!
Tenang. Biar aku urus.
Pelajaran lain.
Lebih penting membantu keluarga daripada menipu. Baik, Loud. Cepat!
Lori, tongkat golf.
Leni, meteran.
Luna, gitar.
Lynn, bola sepak.
Luan, ayam karet.
Lucy, selubung hitam.
Lola, tongkat api.
Lana, kunci pas.
- Lisa, amonium di… - Dikromat! Terima kasih.
- Semua sudah siap? - Ya, kita siap.
Ibu, Ayah, kalian lupa sesuatu!
Maaf, Sayang.
Ke mana dulu?
- Trek balap. - Lapangan.
Ayah, Lori dulu. Belok kanan.
- Ayo, Lori! - Masuk!
Bisa tolong pegang ini?
Biar kuurus.
Leni berikutnya. Ke kiri. Aku tahu jalan pintas.
Menakjubkan!
Ayo pergi!
- Siapa selanjutnya? - Luna.
Ayo, Luna!
Ya, Luna!
Terima kasih.
Cepat!
Kenapa ayam menyeberang taman bermain? Untuk ke perosotan lain!
Hei, Lincoln.
Biar kuurus.
Dia menendang…
dia mencetak gol!
Lincoln, tangkap.
Dapat.
PENGURUS MAKAM JUNIOR
Lincoln.
Giliranmu, Lola.
- Jangan sentuh. - Ayo, ke balapan Lana.
Lincoln yang pegang.
Lisa, giliranmu.
Lisa!
JUARA SATU
Loud sekeluarga! Heboh dan bangga!
Loud sekeluarga! Heboh dan bangga!
Loud sekeluarga!
Kita berhasil. Terima kasih, Lincoln.
Kau tahu cara mengurus keluarga Loud.
Loud sekeluarga! Heboh dan bangga!
Loud sekeluarga!
Ya, Loud dan terlalu berisik!
Ayo berfoto untuk Galeri Ketenaran.
Ide bagus! Pegang piala kalian!
- Foto sisi cantikku. - Aku selalu cantik.
- Ya. - Aku ragu akan tampak.
- Aku mau tampak lucu. - Awas!
Semuanya, merapat.
Saudari!
Hei. Tunggu aku.
- Loud bersaudari! - Pelempar tongkat terbaik.
Dia membalsam Paman Jack!
Andai keluargaku juga berbakat.
Ribut sekali. Aku pergi.
Hei! Bayarlah kalau menumpang.
Tunggu! Hei? Semuanya? Aku ingin ada di foto.
Kau pasti bangga pada putrimu.
- Kau benar sekali. - Mereka sangat istimewa.
Tak ada piala, tak ada foto.
Pecundang!
- Aku akan masuk koran! - Akan ada wawancara televisi!
- "Suka" terbanyak. - Aku juga.
- Keren, 'kan? - Ya!
Ayo pajang piala-piala ini!
Andai semua orang menganggapku istimewa.
Katanya itu tak penting
Penampilanmu atau asalmu
Kenapa aku butuh seribu suka
Untuk merasa diterima?
Mungkin segalanya akan mudah bagiku
Jika aku anak tunggal
Bila tinggal dengan sepuluh bintang
Akan sulit menang
Andai aku bisa menjadi
Seseorang yang luar biasa
Tapi aku hanya aku
Dan itu terlalu biasa
Apa akan ada Tempat yang menyorotiku saja?
Kapan dunia bisa melihat Seperti keluargaku, aku pun istimewa
Akankah tiba waktunya
Saat aku bersinar?
Apa aku akan selalu menjadi
Orang biasa?
LOUD BERSAUDARI
Orang biasa?
Apa aku akan selalu menjadi
Orang awam, tak menarik, membosankan
Kebanyakan, dan biasa?
Biasa? Kau melantur.
Kau bilang begitu karena kau sahabatku.
Sebutkan satu hal istimewa dariku.
Kalau tiga? Kau membaca setiap komik Ace Savvy dua kali,
pesulap junior terbaik kelima di Royal Woods,
dan laporan sejarahmu?
Rasanya ada di penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan!
Dan kau bisa menyanyi! Itu empat!
Siapa pun bisa.
Akui saja, Clyde. Aku akan selalu dibayangi saudariku.
Aku tahu yang bisa menghiburmu.
Sus krim buatanku!
Atau yang kusebut "sus mimpi".
Ada apa?
Terlalu banyak kayu manis? Kurang?
Sebenarnya tak butuh kayu manis, tapi…
Tidak, ini enak sekali!
Hanya saja kau, saudariku, semua orang pandai dalam sesuatu,
kecuali aku.
Bagus. Aku malah memperburuk.
Aku tak pandai membuat kue.
Coba jelaskan ini?
JUARA SATU MEMBUAT KUE
Cuma mujur.
- Itu sudah keturunan. - Maksudmu?
Ingat saat aku ke Prancis bersama Nenek Gayle?
Aku bertemu Nenek Buyut May, pemilik toko roti di Paris.
Dia menceritakan buyutku, Nenek Collette, pemilik toko krep di Calais.
Dan buyutnya, Nenek Helene, pembuat kue keluarga kerajaan Prancis.
No comments yet. Be the first to leave one.