Prvních 199 řádků.
Astaga.
Aku baru beli ini.
Yang benar saja? Bagaimana bisa terjadi?
Ini serius?
Aku makin besar. Aku wanita yang besar.
Baiklah. Tidak apa-apa.
Kau pas dengan tubuhku.
Tidak buruk. Tidak.
Apa payudaraku makin...
besar?
Lihat, Sayang.
Sebelum, sesudah.
Sebelum, sesudah.
Jaket favoritku.
Siapa pria beruntung itu?
Kita bertemu di ujung lorong sekitar setengah jam lagi.
- Aku suka itu. - Kesukaan kita.
Kondom.
Pembalut.
Pembalut.
Pembalut.
Kondom.
Pereda PMS.
Kau butuh lima? Aku bercanda.
Kondom.
Diva Cup.
- Lihat. - Bu, aku suka warna ini.
Ibu juga.
Ramen.
- Sabun kontrasepsi. - Ibu!
Ramen.
Tes kehamilan. Rencana cadangan.
- Rencana cadangan. - Bu?
- Rencana cadangan. - Yang benar saja!
Bisa kau simpan di mangkuk.
Untuk pesta. Bisa dibagikan seperti permen.
Max, aku dapat ramennya.
Advil.
Benadryl...
Claritin, Emergen-C...
Motrin.
Mungkin harus kita beli dengan dua transaksi karena...
- Tes narkoba, Bu. Aku tahu. - Ya.
Neti Pot.
Lawan-lawanmu.
Kau harus siap saat mereka mulai buka, Sayang.
Siap untuk apa?
Bu, aku hanya ingin dapat kamar yang bagus...
atau ruang tidur yang bagus.
Aku bahkan tak peduli jika kamarnya tidak bagus.
Aku lebih suka dapat tempat tidur terbaik di kamar terburuk...
daripada tempat tidur terburuk di kamar terbaik.
Hei, bukankah kau yang bermain di acara...
soal pengacara di luar angkasa?
Ya, itu aku.
- Sudah kuduga itu kau. - Terima kasih.
Bisakah kau tolong kami?
Sudahlah.
Kita harus cari cara agar kau bisa masuk asrama...
tanpa melewati semua ini, Sayang.
Bagaimana jika teman sekamarku orang gila?
Semua ini membuatku cemas. Apa yang harus kulakukan?
Ini hal paling menakutkan yang pernah kulakukan.
Tapi pada saat bersamaan aku merasa...
seperti sudah berada di luar dan menjalani hidupku.
Seperti perasaan seorang perintis...
- Sayang! - Saat akan pergi. Apa?
Pergi!
Tempat tidur terbaik di kamar terburuk!
Hai.
Barang-barang ini akan kubawa sendiri.
Tak masalah. Baiklah.
Tak masalah.
Hai. Terima kasih.
Bisa kau jaga barang-barangku? Aku segera kembali.
Hanya dipantau saja. Terima kasih banyak.
Nanti kutraktir kopi.
Kita minum kopi bersama. Terima kasih.
- Benarkah? - Ya.
- Kau akan pergi dengan dia? - Aku tak akan pergi.
Tidak?
- Halo? - Sudah dulu.
Hai, kau tetangga kami?
Hai. Aku Talasco. Ini kamarku.
Teman sekamar! Hai!
Baiklah.
- Kau di sini bersamaku. - Kita di sini? Bagus.
- Kau dari mana? - Aku dari California.
- Bisa kulihat. - Benarkah? Kau suka gadis LA?
- Kau khas orang sana. - Benarkah?
Hai, Talasco. Aku ibunya.
- Jadi... - Jangan cemas. Aku condong gay.
Aku masih mencari jati diriku.
Putrimu aman.
Aman, untuk saat ini.
Sayangku.
Sayangku, kau masuk ke dunia nyata!
- Aku tahu. - Ini dunia nyata!
Teguk semuanya.
Ambil kelas sebanyak mungkin.
Bertanyalah. Kumpulkan obat-obatan pentingmu.
Beranilah, maka kekuatan besar akan membantumu.
- Perkataan dari Goethe. - Perkataan dari Goethe.
Ibu ingin mengajakmu menikmati musik. Kita di Chicago.
Ini gila.
Kenapa harus menunggu 21 tahun untuk pergi ke suatu tempat?
Kita harus tunggu sampai kau tingkat tiga?
Aku ingin kenalkan Ibu pada...
KTP palsuku.
Sudah kumiliki selama tiga tahun.
Sungguh luar biasa mendengarnya.
- Aku tahu Ibu juga punya. - Ya...
tapi Ibu sembunyikan dari orang tua Ibu.
Lalu Ibu harus bunuh wanita yang identitasnya Ibu curi.
Baiklah, Tracey Cromwell.
Apa alamat dan tanggal lahirmu?
Di 47 Karucha Court. Arlington, Virginia 31425, 07-09-95.
- Ini berhasil? - Bu.
Tak ada yang pernah menanyakan.
Aku hanya...
Bertingkah meyakinkan.
- Coba Ibu lihat lagi. - Ya?
Cukup bagus.
- Ya, KTP palsu yang bagus. - Jadi, kita bisa keluar.
- Benarkah? - Ya!
Jadi, Ibu tak marah?
Bersulang, Tracey.
Ibu menyayangimu.
Hei.
- Astaga! - Apa kabar?
- Apa kabarmu? - Baik.
Temanku, Samantha. Aku tak tahu jika kau...
- Hai. - Apa kabar?
- Aku tak mau mengganggumu. - Tidak.
Baiklah, Ibu menyayangimu.
Tunggu!
Ibu ingin pelukan perpisahan seperti This is Us yang erat!
Ayolah.
This is Us.
Cepat.
Ya.
TIDAK ADA VAKSIN
Kau mau digeledah di ruangan tertutup atau di sini saja?
Di sini saja.
Akan kutaruh tanganku di bawah payudara kananmu.
Ya.
Kini aku taruh tanganku di bawah payudara kirimu.
Kini aku masukkan tanganmu ke dalam ikat pinggangmu.
- Baiklah. - Lalu kugeser tanganku...
ke dalam dan ke sekitar ikat pinggangmu...
dan meraba celanamu.
Baiklah.
Baik. Kembali ke pemindai.
- Ada sesuatu di dompetmu? - Tidak.
Baiklah. Dengar, aku pakai celana dalam khusus.
Yang sangat tebal serta menyerap seperti popok.
Tapi itu celana dalam.
Karena...
aku sedang mengalami PMS lanjut usia yang sangat berat.
Kau masih sangat muda.
Itu ceritanya, jadi...
bisakah aku lewat? Kumohon?
Naikkan lagi celanamu. Ambil barang-barangmu.
Terima kasih.
- Naikkan lagi celanamu. - Baiklah, pasti.
- Hai, mau pesan apa? - Halo.
Aku minta vodka kranberi. Dobel.
Juga kentang goreng pakai saus.
Baik. Boleh lihat kartu identitasmu?
Serius?
Baiklah.
- Putriku sudah kuliah. - Keren sekali.
Tahun 1969!
Segera aku siapkan.
- Kartuku diperiksa. - Kami semua begitu.
Itu kebijakan negara bagian.
- Silakan. - Terima kasih.
Mau pesan apa?
- Aku pesan tequila. - Baik.
Boleh lihat kartu identitasmu?
Tentu.
Astaga.
Aku tidak membaca komputermu. Sumpah.
Wajahku mengarah ke situ...
tapi aku tak bermaksud membaca tulisan...
antara kau dan istrimu.
Aku harap dia pesan udang.
Tidak apa-apa.
Aku tak keberatan.
Aku dan istriku sedang mengatur waktu kapan bertemu di LA.
Dia harus ketinggalan pesawat untuk kembali ke mobil.
Sayang sekali.
Kau dari Chicago atau mau pulang?
Aku mau pulang.
Aku baru mengantar putri sulungku masuk kuliah.
Pasti terasa berat.
Tidak. Satu sudah, dua lagi!
Jika begitu, selamat.
Mari kita rayakan.
No comments yet. Be the first to leave one.