Prvních 200 řádků.
SERIAL ORIGINAL NETFLIX
DRAMATISASI INI DIANGKAT DARI KEJADIAN NYATA.
TOKOH, BISNIS, PERISTIWA, DAN LOKASI TELAH DISAMARKAN.
Enam sif di kendaraan dan kalian tak dapat hasil?
Di sana berbeda.
Itu berubah.
Cepat.
Ikut berubahlah.
Aku tak punya partner.
Maka berkurang satu bantuan untuk mengurusu dokumen itu.
Mantan militer?
Tidak.
Kau?
Kopral Muda. Selama tiga tahun.
Sudah kuduga. Bekas Marinir?
Aku suka itu.
Lihat ini, sesuai jadwal.
Kita akan beraksi. Semua dalam posisi.
Kami sudah mendarat. Ganti.
Jangan bergerak!
Jangan bodoh.
Adikmu suka saat aku menggoyang pinggulku.
Diam. Turun dan bantu.
Aku datang.
- Bagaimana pendaratannya? - Hebat.
Jangan bergerak. Angkat tangan.
DEA! Diam di sana!
Angkat tangan.
Jatuhkan!
Berlutut.
Tiarap.
Borgol dia!
Berhenti melawan!
Berengsek. Berhenti melawan!
Pilotnya mau kabur!
- Astaga. - Sial! Sialan.
Kiki, ayo!
Ayolah.
Jangan harap.
Beginilah Selasa malamku!
Berapa menurutmu?
Kurasa enam juta.
Tak ada berkas apa pun.
Ya, kau tahu?
Ini juga sama bergunanya.
Minumanmu, Pak.
Nomor anggotamu?
Aku tidak punya. Aku tamu.
- Ini. - Tidak.
Aku pun kurang menyukainya.
Aku mencari Pak Zuno Acre.
Ada banyak cerita tentang Sinaloa.
Katanya mereka akhirnya mengaspal jalan.
Aku lahir di sini, Mexico City.
Di waktu berbeda. Lebih tenang.
Tapi mau bagaimana lagi?
Mengenang masa lalu?
Aku lebih suka bermain tenis meski gendut dan sakit.
Atau kita bisa bahas masa depan.
Dalam bidang pekerjaanku, peluang selalu terbuka.
Itu sebabnya aku ke sini. Ingin bicara tentang rencana...
Aku pernah ke Sinaloa.
Maaf?
Aku makan di restoran enak di sana. Kepala udangnya sebesar ini.
Wanita yang bersamaku, aku belum menikah saat itu...
kurasa dia kurang suka.
Aku tak ingat nama restorannya.
Wanitanya yang aku ingat.
Baiklah.
Senang berbincang denganmu, Félix.
Tunggu...
Ruben!
Jangan pukul tanpa aku.
Bagaimana hasilnya?
Mari kita lihat.
Kubayar kau jutaan dolar untuk perkenalan, bukan untuk main-main di sini.
Apa-apaan itu?
Perkenalanmu.
Pamanku, dia berbisnis dengan caranya sendiri.
Dia tak mau dengar.
Dia tak mendengar tawaranku.
Tenang, sudah kuberi tahu.
Kau beri tahu dia...
Lalu buat apa aku di sini? Apa yang kau katakan kepadanya?
Dasar-dasarnya.
Dengar, aku menjadwalkan pengiriman.
Pesawat, akan kemari. Tak ada waktu lagi.
Aku tidak bisa menunggu cara pamanmu, aku butuh jawaban hari ini!
Caranya bukan begitu...
- Kesepakatan seperti ini butuh waktu. - Berapa lama?
Biar kupahami.
Kau kira bisa bermitra dengan mereka di lapangan golf? Tidak.
Orang-orang ini akan melihat semua yang sudah kau lakukan.
Lalu mereka memutuskan apa organisasimu bisa melindungi mereka.
Apa kemitraan ini tetap menjadi rahasia...
Berapa lama?
- Berapa lama? - Urusan pemerintah. Siapa yang tahu?
Jika kau mencemaskan waktu,
ajak bicara rekan Kolombiamu...
- Tunda kesepakatannya. - Kau mau mengajariku cara berbisnis?
Pikirkan! Pasti kulakukan jika bisa!
Kalau begitu, jangan.
Tak usah.
Tapi kumohon, apa pun yang kau lakukan, jangan ada yang tahu.
Orang seperti pamanku tidak suka jadi sorotan.
Aku pergi dahulu.
Pukulan ini untuk par.
Cartier Panthere perak.
Cantik.
Bentuk berliannya,
perak di sepanjang cincinnya,
sempurna untuk warna kulitmu.
Apa Cartier tak sempurna untuk yang lain? Boleh aku coba?
Tentu saja.
Maaf, tampaknya kau sudah punya benda ini.
Aku belum punya yang secantik ini.
Suamimu memesannya untukmu bulan lalu.
Kesalahan sepele, dengan koleksimu. Aku sarankan Ballon Bleu.
Suamiku membelinya?
Kapan?
Nah.
Itu kesalahan, Bu. Kesalahan kami.
Catatan pembelian pelanggan ini dari sini sampai sini, kau lihat?
Dia masih belajar.
Bolehkah aku membungkusnya untukmu?
Terima kasih, Bu. Permisi.
Kau tak berharap aku percaya, 'kan?
Kau bukan orang baru.
Aku pernah melihatmu.
Bu, aku tak ingin ada masalah.
Kau pikir aku akan lupa arloji 8.000 dolar?
Tidak.
Suamiku memesannya. Aku ingin tahu untuk siapa.
Aku butuh pekerjaan ini.
Kuberi peluang untuk mempertahankannya.
Aku ingin daftar alamat tujuan pesanan suamiku.
Aku tidak bisa memberimu itu...
Aku tahu kau akan memberikannya.
Kau habis jalan-jalan?
Ke tempat yang bagus?
Keadaan di Tijuana aman?
Mari kita lihat.
Falcón mengambil banyak ganja kami
dan kau tak peduli?
- Kau kubayar untuk keamanan. - Siapa duga?
Bajingan Kuba itu tiba-tiba tertarik lepada ganjamu.
Maaf. Seandainya aku bisa membantu,
tapi anak buahku sibuk mengurus kaum liberal di Xalapa.
- Aku tak bisa menarik... - Akan kutangani.
Baiklah, Bung.
Dia pikir bisa buat kesepakatan kokaina
tanpa membahas persyaratan kita lebih dahulu?
Persetan dia.
- Dia dari Mexico City, Bos. - Ya, aku tahu.
Mari kita lihat keadaan dahulu. Negosiasi ulang saat sudah pasti.
Pasang uangku untuk pemenangnya.
Ayo.
Ramon. Apa itu kemeja saudarimu?
Atau kau dibayar untuk memakainya?
- Sialan. - Aku suka itu.
Tentu saja. Ini mahal.
Bukan gayaku.
Aku harus dibayar untuk berpakaian begitu.
Siapa yang mau membayarmu untuk memakai apa pun?
Aku tak keberatan dibayar untuk membawa salah satu senapan ini.
Ya?
Bagaimana pertemuannya?
Aku tidak mendapat jawaban.
Pengiriman sedang jalan kemari, Miguel.
Aku tahu itu.
Aku harus apa? Mereka ingin memeriksa organisasi.
Mereka mau memastikan keterlibatannya terlindungi.
Berapa lama?
Entahlah.
Aku bicara kepada saudara-saudara.
Benjamin dapat tempat untuk Kuba,
tapi kuingatkan dia agar tak seperti kacang lupa kulitnya.
Lalu?
Mereka tak ingin terlibat,
tapi mereka di pihak kita.
Dasar bocah-bocah keparat.
Kita punya masalah dengan DFS.
Aku tahu.
Nava menahan anak buahnya.
Dia tahu soal Kolombia...
Kau bisa urus tanpa mereka?
Ini Tijuana.
Aku bisa cari pembunuh bayaran
untuk Rafa dan Chapo dengan murah.
Tunggu, Don Neto.
Tunggu, Bung.
Tunggu aku tiba. Aku tak mau melewatkannya.
Pikirkan rekan-rekan pemerintahanmu.
Kutangani ini. Tijuana di bawah kendali.
Diam saja, Neto.
Apa yang kau katakan?
Pembawaanku memang tenang.
Pria ini.
Aku butuh bantuanmu. Keluarkan aku dari situasi ini.
Siap, Pak.
No comments yet. Be the first to leave one.