Prvních 200 řádků.
Topan...!
Aziz Ali, sang juara
Bang Ajju, Jaffar mengirimkan pesan.
Lihat wajah Shaukat / Ada apa dengannya?
Wajahnya terlihat babak belur dan hancur.
Coba kulihat
Astaga! Ayo kita pergi.
Assalamu alaikum, Bang Maqsood.
Wah motor baru
Bisnismu lancar, ya?
Aku berhenti buang-buang uang / Begitu?
Aku akan segera membeli mobil
Semoga Allah menjadikanmu kaya, agar kau bisa beli mobil.
Beritahu kami jika kau butuh sesuatu / Benar
Kau tak dapat apa-apa di sini. Enyahlah!
Bisa pesan roti gulung?
Ini kedai kopi, Maqsood.
Hargailah pelangganmu.
2 roti, 2 teh dan sebungkus rokok.
Kemana mereka pergi?
Tunggu, berikan padaku.
Apa ini?
Pertama kau memukul Shaukat.
Lalu mengambil foto dan mengirimnya ke Bang Jaffar.
Lancang sekali
Kau adalah yang berikutnya.
Pintu akan ditutup, sebaiknya kau pergi
Sesuai permintaanmu
Ini anak buahku
Dia bermimpi membeli mobil.
Antrilah di belakang
Masuk di antrian / Siapa dokternya?
Minumlah air matang
Yang mana pasien? / Dia pasien, aku pengantarnya.
Memang dia anak kecil? / Jariku sakit, lihatlah?
Keluar! Antar dia keluar.
Bibi D'Souza menyuruhku ke dokter.
Kenapa bisa terluka? / Kecelakaan.
Maksudnya?
Aku ingin bicara baik-baik, tapi mereka terus memukul.
Jadi aku harus membalas 'kan?
Tarung jalanan? / Tarung kedai.
Kedaimu? / Bukan, kedainya.
Kau sedang belanja? / Tugasku menekan seseorang.
Memberi perlindung kepada orang, gudang, tanah.
Aku lindungi itu semua / Keluar!
Keluar!
Ini rumah sakit amal untuk orang miskin dan yang membutuhkan.
Bukan untuk bromocorah sepertimu / Apa kau bilang?
Kenapa aku harus keluar? bagaimana perbanku?
Tolong keluarkan dia.
Ayo keluar / Singkirkan tanganmu!
Berandalan sepertimu sebaiknya berobat ke rumah sakit swasta.
Kenapa dia menyebutku bromocorah dan menyuruhku keluar?
Kenapa? Kau menggoda dokter? / Tentu tidak.
Jadi kenapa dia mengusirmu? / Dia menyebut kami bromocorah.
Dia terus menyuruh kami keluar / Seema, tunggu
Ambil nomornya
Ayo minggir
Duduk dulu
Duduk.
Bibi, apa artinya bromocorah?
Bromocorah itu artinya gangster.
Penindas, pemeras, penjahat.
Cukup, aku mengerti.
Kalian itu bajingan, bromocorah juga.
Mau lebih rinci? / Pergilah, pasien membutuhkanmu.
Kenapa aku harus pergi? Kau yang pergi
Pergilah
Datang berobat malah dinasehati.
Ananya!
Kau dokter 'kan? / Ya, kenapa?
Mereka itu pasien / Aku tidak suka mereka
Buka mulut.
Hanya itu pekerjaan mereka. Kenapa mempertanyakan itu?
Dia menikmati pekerjaannya.
Apa dia punya pilihan? / Kita semua punya pilihan.
"Keadaan yang membuatku begini"
Kau pun menentukan nasibmu sendiri.
Tidak semua orang punya pilihan. Kau masih baru di sini...
Semua orang punya pilihan 'kan?
Salam, Bang!
Bagaimana? Keadaan Si Maqsood?
Telinganya sudah tersumbat batu, Ajju terpaksa harus menghajarnya.
Kami pamit
Tunggu.
Kau menyukai ini? / Jangan Bang..
Jangan dijual, ini pemberian Ayahku.
Assalamu alaikum, Paman / Waalaikum salam.
Hati-hati
Chicha!
Assalamu alaikum.
Sehat? / Alhamdulillah.
Bang Ajju datang!
Siapa yang mau Biryani?
Ayo makan
Biryani-nya banyak, ayo dibagi.
Mereka berempat, aku sendirian.
Aku lompat ke sini, ke sana.
Lalu aku tendang dia tepat di bijinya.
Mukanya meringis sakit / Mukanya meringis sakit
Lalu aku lemparkan bubuk merica ke matanya
Aku lalu memukulnya dengan kursi / Jangan lari, Salim!
Kau mencuri sepatu baruku.
Tunggu, ada apa?
Jika aku besar, aku akan melawanmu
Ada apa ini? / Dia mencuri barang-barangku.
Kaos, kacamata, sepatu.
Kau mau memukul anak kecil di depanku?
Semua dengar
Di sini kalian harus hidup damai, jika ingin berkelahi, di luar.
Siapa mau jaket? kacamata? sepatu?
Hati-hati
Assalamu alaikum, Bang Ajju / Salam
Bang Munna.
Bang Merchant.
Dia bahkan tidak tahu memakai bantalan
Jika aku mengenainya, dia akan jatuh.
Aku butuh lawan tangguh
Pak Merchant, boleh kucoba? / Tentu.
Pakai ini.
Angkat tanganmu seperti ini
Lalu dia akan meninjunya. 1, 2, lalu ayun.
Aku boleh memukul? / Kau tidak boleh.
Tidak sama sekali / Jadi apa gunanya?
Maaf, tadi kau bilang aku harus pakai tangan yang ini?
Maaf.
Di atas kepalanya
Aku keliru, ini kali pertama.
Kurang ajar.
Kuberi dia pelajaran / Tenaganya kuat!
Berikan Ajju tinju sungguhan, bukan tuktuk.
Matahari sudah tenggelam / Tuk
Malam telah datang / Tuk
Biarkan aku pulang / Tuk
Harus pulang / Tuk
Apa? / Ambil ini.
Pukulanmu kuat
Itulah bedanya tinju dan tarung jalanan.
Di dalam ring menghancurkan lawan, di luar ring, kita berkawan.
Tinju adalah disiplin dan olahraga terhormat.
Pernah dengar Muhammad Ali? / Si tetangga cabul itu?
Muhammad Ali, yang terhebat.
Inilah tinju
Coba kulihat?
Enyah sana / Dengar...
Ajju! tunggu
Aku hanya iseng..
Pakailah ini atau jarimu patah.
Eratkan.
Video Muhammad Ali membuatku ketagihan
Tinju adalah candu
Tunjukkan
Mantap!
Ajju kau kuat, ber-energi.
Tapi ini olahraga. kau harus belajar tehnik yang tepat.
Latihan butuh waktu / Berapa lama?
Memang aku jam? tanya waktu padaku?
Selamat pagi, Pak Merchant.
Posisikan satu kakimu di depan
Pukulan lurus / Ini pukulan lurus?
Parvez, ajari dia.
Kuda-kuda
Bernafas
Parvez, aku tidak bermaksud memukulmu waktu itu.
Sudahlah, Bang Ajju.
Kau pakai sarung tinju, itu keren.
Kau keren / Bernafas saat kau meninju.
Mantap
Mantap
Mantap, Bang!
Dalam pertarungan ada 3 ronde, 3 menit per ronde.
Bagaimana jika Ajju menjatuhkannya di ronde 1?
Diamlah!
Ayo pukul
Selesai?
Jayalah Hanuman!
Itu Nana Prabhu, pelatih tinju terbaik di Mumbai, itulah dia.
Pak Nana
Merchant!
Ini petinju baruku, Aziz Ali / Salam, Pak.
Dari Dubai? / Dari Dongri, Pak.
Sama saja.
Ini tarung persahabatan pertamanya. Bisa dia melawan satu petinjumu?
Tenaganya kuat / Ini bukan untuk menggali jalan.
Ini tinju
Kekuatannya harus dipakai dengan baik
Apa kau mengerti?
Tidak, Pak / Kau akan tahu saat di ring.
Bertaruh 500 rupee? / Ayo mulai
Bagaimana kalau 250?
Sudah benar, kau paham. Ayo Sonny.
Hajar terus
Mantap, kau membuatnya takut.
Apa yang kau buat? Turun.
Berhenti!
Dia tertolong bel / Jangan memukul setelah bel berbunyi.
Dia kuat, tapi tidak punya tehnik.
Beri dia Jab.
Sonny, hajar dia.
No comments yet. Be the first to leave one.