The Santa Clause 2: The Mrs. Clause

The Santa Clause 2: The Mrs. Clause (The Santa Clause 2)

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

2 dari trilogi The Santa Clause
ভাষ্য লিখেছেন Altaf Majid
Mengisi kekosongan subtitle film lama

ট্যাগ

other
প্রকাশিত: 2014-06-01
ডাউনলোড: 53
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: Yes

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

-Aku menangkap sesuatu di radar! -Apa?

Sinyal yang kuat dari balik karang!

-Mungkinkah itu arus minyak? -Masih dianalisa.

Suaranya seperti dentingan palu kecil.

Ayo berselancar!

-Mereka mendatangi kita! -Peringatkan darurat Elfcon 3!

Peringatkan Elfcon 3.

Mereka tak berhenti juga.

-Tingkatkan ke Elfcon 2! -Ke Elfcon 2.

Ada bahaya di atas langit.

Tingkatkan ke Elfcon 1. Dan jangan bersuara.

-Cepat jalankan, semuanya! -Kita sudah menjalankan Elfcon 1.

-Sinyal itu hilang! -Apa maksudmu?

Tunggu!

Apa ini...

Anda harus dengar ini, Pak.

Cari asal suara musik itu.

Baik.

Sudah kutemukan, Santa.

-Apa lagi sekarang? -Lagu itu hilang.

Padahal sedang di tengah refrain!

Jangan beritahu siapapun tentang hal ini.

Kita beritahu tentang Smokey Robinson-nya saja. Aku hanya usul.

Kita sudah di tingkat darurat Elfcon 4. Semua aman.

Curtis, bagaimana jika natal ini kau dibelikan headphone saja?

Sudah aman semuanya! Kita kembali kerja.

Curtis, umurmu sudah 900 tahun. Dewasalah!

Bernard.

Menurut buku panduan Santa, aku tak melanggar peraturan.

Buku panduan. Kau membaca buku itu sampai ke kamar mandi?

Disana tertulis kurcaci disarankan mendengarkan musik.

Musik akan membuat makin kreatif, produktif, dan lebih cekatan.

Awas!

-Tidak apa-apa. -Ayo!

-Ia baik-baik saja? -Ia baik-baik saja, Santa.

Wow.

Pasti memarnya besar.

Itu Blitzen? Mirip dengan Prancer.

-Siapa itu? -Itu Chet.

Dia rusa kutub baru.

Oh.

Mudah-mudahan ini hanya latihan terbangnya yang pertama.

Jatuhnya lumayan.

Curtis, kapan kau akan katakan padanya?

Tidak sekarang!

Disini dingin sekali, Charlie. Kenapa kau tak kedinginan?

Ini belum seberapa dibandingkan tempat ayahku tinggal.

Kau tak perlu malu. Orang tuaku juga bercerai.

-Bukan masalah besar. -Aku tak malu.

-Lalu kenapa kau tak pernah membicarakan ayahmu? -Ia tak suka aku membicarakannya.

-Ini rumit. -Memangnya ia mata-mata?

Bukan.

Ia bekerja dengan mainan dan orang-orang kecil. Anak-anak.

Bagaimana kalau kita teruskan tujuan utama kita kesini?

Baik.

Baiklah.

Charlie, ini berbahaya sekali.

Kita bisa tertangkap.

Tapi malah menyenangkan.

Danielle, mungkin aku tak bisa pulang dengan selamat.

Jadi andai kita tak bisa berjumpa lagi...

Whoa!

kau baik-baik saja?

Whew!

-Hampir selesai. -Aku tak kemana-mana.

#I've been a naughty boy#

#I didn't get a toy#

#Santa Claus left nothing Underneath my tree#

#He knows that I've been bad#

#But being good just ain't my bag...#

Halo, Charlie.

Halo, Bu Kepala Sekolah Newman.

Sekarang coba lagi.

Baiklah ini yang kita butuhkan.

Tambahkan satu baut lagi di ruas rodanya dan siap untuk natal.

Kerja yang bagus!

Suspensinya bagus sekali. Teruskan kreativitas kalian. Aku suka sekali.

-Kau mau kue kering, Santa? -Aku mau kue kering?

Ya! Yang mana yang masih segar?

Ooh!

Manis, seperti kau.

Alexander, coba pikirkan.

Lepaskan topinya.

Terlalu banyak beban di depan.

Terima kasih Santa, kau memang hebat.

Karena itulah perutku gendut, suapaya aku tetap tegak

Hey, Joey! Bagaimana hasil pita hiasan bebas lengketnya?

Hai teman-teman, Santa ingin lihat pita barunya.

Aku tahu cara balas dendam yang setimpal.

Atau kita bisa keluar dan main football.

Curtis, beritahu dia sekarang juga!

Bagaimana ya? Ia sedang senang sekarang.

Kenapa harus aku yang memberitahunya?

Karena aku kepala kurcaci. Aku tak boleh membawa kabar buruk.

Ini wewenangku sebagai senior.

Sekarang, beritahu dia!

Ayo gembul. Tunjukkan kehebatanmu.

Siapa yang kaupanggil gembul, buncit?

Buncit?

Kau mau adu mulut? Akan kulayani.

-Tapi sebelumnya aku ingin menjegal kalian. -Siap!

-Kukejar kau. -Tujuh angsa berenang!

Enam bebek bertelur!

Lima cincin emas!

Mulai!

Siapa yang bawa bolanya? Aku tahu dimana. Lepaskan aku!.

Ia gesit! Ia berlari! Ia lari! Ia menuju gawang! Aku melihatnya.

Dan ia akan mencetak gol!

Bergumul, terjatuh, dan bertumpukan!

Mereka bertumpukan!

Baik! Kalian menang!

Kalian bukan kurcaci. Kalian tukang sihir!

Berapa kalipun kalian memainkannya, tak pernah bisa kukalahkan.

Santa? Kita harus bicara.

-Aneh sekali, bukan? -Uh-oh.

-Kemarin celana ini masih pas. -Susu coklat panas untukmu, Santa.

Waktunya tak tepat, Abby.

Aku menyuruh Dazer mencari biji cokelat dari Brazil.

-Apa berita buruknya? -Apa maksudmu?

Jika menceritakan asal cokelat ini pasti kau membawa berita buruk.

Ada apa di daftar anak baik dan anak nakal ini?

Jangan menyalahkan aku.

-Ini tentang Charlie. -Sheen?

-Bukankah ia sudah jadi anak yang baik. -Bukan Charlie yang itu.

Charlie-ku. Charlie anakku? Ia masuk daftar anak nakal?

-Ini pasti kesalahan. -Kami tak melakukan kesalahan.

Maaf, Santa. Permisi.

Kenapa ini terjadi? Apa ini yang ingin kalian beritahukan padaku?

Bagus! Kau sudah menceritakan. Sekarang bersiaplah untuk rapat.

Aku tak bisa rapat disini. Aku harus menengok Charlie.

-Nomor 2, ceritakan padanya sekarang juga. -Ceritakan apa? Ayolah, jangan main rahasia.

-Santa, ada peraturan (Klausul) Santa Yang lain. -Ya, aku orangnya.

Tidak. Maksudku, ada peraturan Santa lain.

Curtis, kalau kau belum menyadari, di mall banyak sekali Sinterklas.

Ya, tapi ada peraturan Santa lain.

Ada peraturan Santa pertama, dan ada yang kedua.

Langsung saja!

Waktu Santa terakhir jatuh di atapmu dan kau memakai mantelnya, kau menemukan ini.

Benar. Siapapun pemakai mantel ini akan menjadi Sinterklas.

Dan tentu saja sisa ceritanya kalian sudah tahu, bukan?

Tapi ternyata Curtis, penanggung jawab buku panduan ini...

...lupa hal terpenting dalam sejarah natal.

Wow.

Satu kesalahan dalam 900 tahun.

Lihat.

-Aku tak bisa lihat. -Sudah lebih jelas?

-Sekarang? -Hhm..

-Sudah lebih jelas? -Hampir.

-Sekarang? -Aku tak bisa lihat apa-apa.

Aku lihat. Bagus.

Pemegang kartu ini... Wanita pilihannya...

Cinta sejati... Tak berlaku di negara bagian Utah...

Diwajibkan...

...Menikah?

-Aku harus menikah! -Ya.

Ternyata harus ada Nyonya Claus.

Bagaimana kalau aku tak ingin menikah?

Ya ampun. proses tidak jadi Santa sudah mulai!

Apa?

Jadi maksudmu di peraturan itu kalau aku tak menikah..

...Aku tak bisa jadi Santa lagi?

Bagaimana dengan anak-anak?

Bagaimana dengan kurcaci?

-Bagaimana dengan kalian? -Keadaan ini bukan tak tertolong.

Masih ada waktu untuk mencari istri.

-Berapa lama waktu yang tersisa? -28 hari.

28 hari? Jadi waktuku mencari istri sampai di hari natal.

Tepatnya malam natal.

-Habislah sudah. -Tidak! Jangan berpikir begitu!

Jangan putus asa dulu.

Sebab jika Santa putus asa, kami juga.

Natal makin rumit saja.

Santa?

Santa?

-Kau menyimak? -Maaf, iya.

Atas nama Bapak waktu dan seluruh Dewan Tokoh Legenda.

Aku ingin berterima kasih kau mau menjadi tuan rumah.

Tempatnya indah sekali.

Langsung saja, kita mulai rapat liburan akhir tahun kita.

-Peri gigi. -Terima kasih ibu pertiwi.

Sahabatku sesama anggota...

Aku sekali lagi ingin mengajukan nama baru untukku.

-Sudahlah! -Astaga!

Dulu kalian menolak nama Manusia gigi, Jagoan gigi dan gigi.

-Sebab nama-nama itu payah. -Hari ini aku ingin mengajukan nama...

-Kapten Floss. -Bagus!

Plaque Man

-Dan Roy. -Roy! Tidak.

Tak ada anak yang mau menyimpan giginya di bawah bantal untuk pria bernama Roy.

Usul dari pria tua berpopok yang hobinya memanah pantat orang!

Tunggu. Aku tahu!

Bagaimana kalau ini. Manusia geraham.

Manusia geraham. Aku suka itu.

Terima kasih, Santa. Kita bisa ambil suara sekarang?

Yang setuju perubahan nama peri gigi?

Baik. Dan yang tidak setuju?

Kelinci Paskah?

-Manusia pasir? -Ada apa?

Aku tertidur lagi?

Peri gigi ingin ganti nama. Setuju atau tidak?

More Indonesian subtitles for The Santa Clause 2: The Mrs. Clause

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left