প্রথম 200টি লাইন।
Keamanan anjing di film ini sangat terjamin
dan di bawah pengawasan medis profesional dan pihak yang bersangkutan.
diterjemahkan oleh:
diterjemahkan oleh: D
diterjemahkan oleh: D A
diterjemahkan oleh: D A N
diterjemahkan oleh: D A N D
diterjemahkan oleh: D A N D E
diterjemahkan oleh: D A N D E R
BANJARMASIN, 18 APRIL 2014
Hari yang cerah!
Aku mau jalan-jalan
terus tidur
di gunung.
Sadar, boy.
- Jun-pyo. - Apa?
Kurasa aku takkan bisa
jadi profesor.
Diam.
Mungkin ini kehendak Tuhan.
Tuhan dari HongKong!
Itu kehendak dosen.
Dia salah satu yang menentukan.
Aku tidak mau mengatakannya.
Kau bodoh sekali.
Kung-min mengambil tempatmu.
Kau bodoh.
Kau yang memintanya, boy.
Itu kesalahanmu.
Memalukan sekali kau ini!
Tak berguna!
Anjing nakal!
Kau masih di sana, Yoon-Ju?
- Menggonggong lagi! - Kau bisa mendengarnya!
Ya, teruskan.
Kau punya anjing atau sejenisnya?
Kau juga mendengarnya?
Tentu.
Ya Tuhan,
itu membuatku gila.
Hidup macam apa ini!
Dasar anjing!
Apa kau suka lobak kering?
Apa?
Ya, aku mau.
Lobak harus dikeringkan dengan sinar matahari.
Cuacanya tidak membantu.
Anjing Menggonggong Takkan Menggigit
Keretanya datang...
Kau bisa duduk di tempatku.
Duduk di situ.
Lupakan.
Tidak, 15 mendatar.
Yeah, 15 mendatar.
Kata kuncinya "Reciprocate". .
Apa? "Reciprocal"? .
Kau tidak tahu?
Kupikir bukan itu.
Beritahu aku jika kau kehabisan kertas.
Maksudmu 15 menurun?
Kurasa itu bukan 15 mendatar.
Kau tidak tahu jawabannya'kan?
Aku tahu.
Kau ini bodoh sekali!
Aku tahu apa arti reciprocal. .
Bukan, ini "Reciprocate". .
Kurasa kau tidak tahu?
Aku ketagihan merokok.
Hujan.
Aku tak bisa merokok di atap.
Merokok sana di WC.
Aku bukan bocah.
Kau bisa sekalian berak.
Kau kira aku cuma makan dan berak?
Tidak mungkin! Aku tidak sarapan.
Tempat ini bikin aku tambah gendut.
Hello? Hyun-nam?
Dasar sial!
Tolong stempel ini.
"Anjing Hilang"
Jika kau tidak memberinya stempel,
maka tukang bersih-bersih
akan melepaskannya.
Itulah sebabnya aku di sini.
Selesai!
Ngomong-ngomong... berapa umurmu?
Aku kelas 1.
Bukankah seharusnya kau sekolah?
Untuk apa? Anjingku hilang.
Aku tidak mau belajar.
Itu tidak bagus.
Akan kutempelkan di sekitar sini.
Kau pergilah ke sekolah.
Jika aku tak menemukannya,
aku akan mogok makan sampai mati.
Dialah hidupku.
Oh, sudah pulang.
Aku lapar.
Biar kubuatkan makan.
Aku tidak mau makan.
Ini yang kumau.
Nanti kedengaran orang-orang di bawah.
Kelihatan seperti otak manusia.
Aku akan keluar malam ini.
Ke mana?
Ada rapat perusahaan.
Jun-pyo mengundangku.
Jun-pyo?
Kau pergi mabuk lagi?
Tidak, tidak akan.
Aku serius.
Pecahkan semuanya.
Semuanya?
Astaga, semuanya ada lebih dari 100.
Ini akan perlu waktu.
Setidaknya 50.
Kerjakan.
Tidak mungkin!
Isi ini
dan kau boleh pergi.
Pecahkan.
Cepat! Keretanya datang!
- Okay. - Cepat sini.
Sial, kapan kita pulang?
Aku mau nonton TV!
Hey!
Kenapa buru-buru!
Tunggu aku di pemberhentian berikutnya!
Hey!
Kau melihat berita tadi malam?
- Oh, yeah! - Berita tentang suami terbaik.
Kau tahu siapa juara 1 dan 2?
Dokter
dan
pengacara.
- Jawaban terakhirmu? - Yeah!
Mau menanyai teman?
Penambang!
Benar!
nomor 49 adalah petani
- dan nomor 50 adalah... - Apa?
Lulusan imu sastra.
Bukankah ini terlalu merah?
Ini baju perusahaan kita.
Tidak lagi! Pakaian jelek lainnya!
Ini tidak... terlalu bagus.
Apa kami harus membayarnya?
Yeah. 100 dollars.
Ada yang gratis?
Itu sudah termasuk minuman.
Biar kubayarin.
Warnanya tidak terlalu bagus.
Apa kau melihat Jun-pyo?
Aku tidak melihatnya malam tadi.
Siapa peduli di mana dia?
Ini.
Kau tidak harus.
Aku mau jadi orang kaya.
Aku berusaha keras mewujudkan mimpiku sesulit apapun itu.
Namun, suatu hari kedamaian hilang.
Hentikan!
Aku cuma bisa menggantung mimpiku.
Diam.
Jun-pyo?
Apa itu kau, Yoon-ju?
Hello?
Aku sedang sibuk sekarang. Akan kuhubungi lagi nanti.
Dari mana saja kau?
Aku mau pulang.
Untung ada kau di sini.
Ambilkan aku tisu.
Sebentar.
Ini.
Apa kau memikirkan apa yang kukatakan?
Kung-min menyogok dosennya
ketika dia kuliah di Jerman.
Itulah sebabnya
dia jadi profesor.
Aku bukan pelobi yang bagus.
Kau menyadarinya?
Suatu malam dia...
Ini tidak lucu. Seharusnya aku tidak tertawa.
Dia minum-minum
bersama
dosennya.
Si dosen minum kayak orang gila.
Dia terpaaksa meminumnya.
Kung-min tidak biasa minum.
Tapi dia mabuk malam itu.
Wiski... dan semuanya.
Dia pulang naik subway. .
Muntah-muntah, sepanjang jalan.
Menjijikkan!
Kau lihat keretanya datang?
Bahkan kepala Ph. D
tak mampu menandingi kereta itu.
Bukankah itu mengerikan?
Itu mengerikan!
Dia juga belajar ke luar negeri.
Sia-sia saja.
No comments yet. Be the first to leave one.