Allan Quatermain and the Lost City of Gold

Allan Quatermain and the Lost City of Gold

Indonesian সাবটাইটেল ডাউনলোড করুন

রিলিজ তথ্য

BRRip 1 513 406 mp4
ভাষ্য লিখেছেন Altaf Majid
Mengisi kekosongan subtitle film lama

ট্যাগ

brrip
প্রকাশিত: 2015-12-18
ডাউনলোড: 74
শ্রবণপ্রতিবন্ধীদের জন্য: No

Indonesian সাবটাইটেল প্রিভিউ

প্রথম 200টি লাইন।

Cepat! Hampir sampai rumah.

Sekarang, tomat.

Ya, begitu. Anak-anak,..

Luncurkan!

Lumayan.

Taruh lagi tomatnya.

Siap?

Kena! Terima kasih.

Uh-oh.

Bersiap di pos kalian.

Whoa!

Selamat pulang.

- Aku dapat! - Dapat apa?

- Ayo, kutunjukkan. - Ada apa ini?

Dalam rangka apa ini? Aku mau lihat!

Bukalah.

Kau pasti suka.

Kuharap kau suka.

- Jas. - Ya.

- Kau tak suka, ya? - Tidak, tapi bisa.

Kau juga bisa suka. Lagipula, pakaianmu itu tak pantas di Amerika.

Satu alasan bagus lagi untuk tidak pergi ke Amerika.

Jangan memperdayaiku dengan argumen itu lagi.

Aku tak mau menikah disini dan berbulan madu berayun akar pohon,...

...memeriksa apa ada ular di ranjang.

Bukan itu saja rencanaku.

Jesse.

- Keluarlah, perlihatkan padaku. - Tidak akan.

Jas ini berbahaya.

- Kau tampak keren. - Aku tampak konyol.

Aku tak bisa bernapas. Jas ini berbahaya.

Ayo keluar.

Tanyakan pada mereka bagaimana penampilanmu. Mereka jujur.

Anak-anak, bagaimana penampilanku?

Betul, kan. Argumen selesai.

Dumont!

- Dumont! - Agon.

- Mereka mengikutiku. - Jangan bicara.

Aku disini, nanti kami tangani.

Sial!

- Bawa dia masuk. - Quatermain!

Quatermain, jangan!

Quatermain. Quatermain, kau cedera?

Jasmu.

Aku tak apa-apa, terima kasih.

Quatermain, kaukah itu?

Aku disini.

Luar biasa.

Aku terpaksa lari. Luar biasa.

Emas.

Jalanannya terbuat dari emas.

Swarma. Dia...

melihatnya...

Dia melihat Swarma.

Aku ingin tahu apakah adikku masih hidup.

Robeson. Dia...

Robeson.

- Coba kau ingat! - Bukan salah kami.

Aku tak tahu.

Aku tak mau mati.

Tidak!

Tidak!

Tinggalkan dia.

Dia sedang tidur.

Aku yakin setelah beristirahat dia bisa cerita tentang adikmu.

Siapa Hudson dan Tremont yang disebutnya itu?

Sahabat lamaku. Mereka senang bertualang tanpa memikirkan bahaya.

Selalu bepergian untuk mencari legenda.

Mereka meninggalkan kami di tambang Raja Sulaeman.

Mereka mencari kota yang hilang, ras kulit putih yang hilang.

Sudah lama adikku menggangguku mengenai hal itu.

Kubilang padanya itu ide gila.

Terlalu berbahaya mencari dongeng Afrika yang mustahil.

- Kurasa dia bosan menggangguku. - Menurutmu dia menemukannya?

Dia menemukan sesuatu atau dia ditangkap sesuatu.

Kau ahli Arkeologi.

Menurutmu ini apa?

Ini emas.

Mungkin koin peringatan.

Tulisannya seperti bahasa Phoenisia atau variasinya.

Phoenisia?

Aku tak pernah lihat seperti ini. Darimana kau dapatkan?

Punya Dumont. Pisau ini, menurutmu bagaimana?

Ini aneh sekali.

Simbol matahari ini pasti dari Mesir.

Tapi ukirannya dari Phoenisia.

Detailnya sangat maju.

Ini tak masuk akal.

Pria yang menyerangku memakai pita bersimbol seperti ini.

Mereka menemukan sesuatu.

Ada iblis kesini!

Aku yakin dia mati bukan karena demam.

Quatermain! Hei, Quatermain!

- Aku tak mau beli. - Aku punya jambangan bagus.

Kau pasti suka jambangan bagus.

- Tidak. - Ayolah, Quatermain.

Sudahlah, bisnismu tak seburuk itu.

Pedagang.

Pedagang, akan kubeli jambanganmu itu.

Pedagang.

Ini kain hebat.

Ditenun oleh ahli Inggris, jadi seperti kulit.

Tipuanmu jahat. Dapat dari mana?

Dari pria suku Lamu yang kau tahu suka memenggal kepala.

Aku khawatir yang memakai baju ini tak terlindungi dengan baik.

Keteledoran fatal penjahitnya.

Tunggu, kau harus beli baju ini, bisa menyelamatkan nyawamu.

Aku punya empat. Kujual seharga lima kilo daging dan empat kulit.

- Yang penting, hindari suku Lamu. - Aku mau beli jika dapat informasi.

- Aku mencari pria bernama Swarma. - Ah, Swarma.

Aku tahu dia, pernah melihatnya dan akan kukatakan, tapi ada biayanya.

Mungkin dia disana, di hari panas dan berdebu begini.

- Aku tak butuh barangmu, bau. - Tapi kau butuh informasiku.

Quatermain mencarimu.

Mengenai orang yang tewas itu dan koinnya. Kalau kau ingin tahu lagi...

Pengikutku sudah bilang kabar itu.

Habis bagaimana? Ini kota kecil.

Mungkin beritamu lebih lengkap.

Teman Quatermain datang terhuyung ke halaman, dia cerita kota hilang.

Dia menyebut namamu sebelum tewas. Dia dibunuh di ranjangnya.

- Cepat, lewat belakang. - Mana bayaranku?

Ini. Pergi. Cepat.

Swarma.

Masuk, Pak.

Kau pernah lihat ini?

Ini koin.

Bagus sekali.

Koin emas. Aku sudah bilang pada adikmu mengenai koin seperti ini.

Ini milik Pastor Mackenzie. Riwayatnya tak masuk akal.

- Darimana Mackenzie mendapatkannya? - Tiga tahun lalu,...

...ada pria terkapar di pintunya karena demam dan gatal.

Ia punya koin seperti ini...

...dan cerita tentang kota jauh dari Lekanisera, terpencil di gunung.

Jalan dan atapnya terbuat dari emas.

Diperintah orang kulit putih yang tersesat. Mungkin dia mengigau.

- Temanku itu juga demam. - Dia melihat jalanan emas?

Dia bilang begitu. Kau bilang pada adikku dimana kota hilang itu?

Aku bilang yang kutahu, cari tembok Jalpora.

Perhatikan rahasianya. Cari jantung iblis.

Amati tanda-tandanya.

- Itu petunjuk perjalanan yang membantu. - Kau juga hendak mencari kota emas ini?

Aku akan mencari keluarga dan temanku. Peradaban yang hilang itu boleh menyimpan emasnya.

Kiba, tangkap.

Hai.

Cepatlah, kita tak boleh ketinggalan kapal dan kau belum berkemas.

Aku tahu, tapi ada alasannya.

Aku tak jadi pergi denganmu.

Adikku mungkin masih disana. Aku harus mencarinya.

- Tapi dimana kau akan memulainya? - Aku bertemu Swarma. Ia menceritakannya padaku.

Quatermain.

Kita sudah 6 bulan merencanakan perjalanan ini.

Orangtuaku sudah mengirim undangan pernikahan, menyiapkan makanan!

Ini menyangkut adikku, dan kau khawatir soal makanan?

Itu tidak adil!

Kapan memikirkan tentang kita?

Ini menyangkut adik dan sahabatku.

Aku ini apa?

Mereka pergi sudah lama dan setelah kejadian di rumah ini...

- Itu berbahaya dan gila. - Tapi harus kulakukan.

Baiklah.

Dan aku harus ke Amerika.

Kurasa aku tidak rewel.

Menurutmu aku rewel?

Tentu tidak.

Hubungan harus saling memberi dan menerima.

Rasanya aku terus yang memberi.

Kau paham maksudku, George?

Bagaimana menurutmu, George?

Kurasa aku yang harus mengemudi.

Menurut rumor, jika kita berjalan ke timur melewati Lekanisera...

...reruntuhan Jalpora seharusnya di antara ini dan sungai Tana.

Itulah masalahnya, terlalu banyak rumor, tak ada faktanya.

Sudahlah. Separuh Afrika dijelajahi berdasarkan rumor, harapan, legenda.

Ya,...

..dan darah.

Terlalu banyak orang datang ke Afrika yang tak kembali.

Aku yang memberi perlengkapan kelompok adikmu.

- Itu terakhir kali kulihat perlengkapannya. - Jangan yakin dulu.

Akan kubentuk kelompok, bagaimanapun caranya, atau aku pergi sendiri.

Akan kaulakukan itu, kan?

Lalu tak tahu arah, tersesat.

Baik, ayo kita cari bantuan.

Sudah lama kami merencanakan perjalanan ini.

Baik, dia tak setuju.

Tapi bukankah kepeduliannya terhadap keluarga dan temannya bagian dari daya tariknya?

Sudahlah, George.

Dia membutuhkanku, malah tak bisa hidup tanpa aku.

Whee!

Yahoo!

Kau mau ikut ekspedisi ke Afrika Timur?

Ya, Afrika Timur. Kau akan suka.

Kita berangkat besok.

Mungkin lain kali.

Kau bisa memilih antara suku Wamusa yang akan merampokmu...

...suku Tumata yang akan meninggalkanmu...

..atau suku Mapaki yang akan menyantapmu.

Dengan tersedianya semua ini untuk apa khawatir tersesat?

Pemimpin tangguh.

Pembantai gajah, pelahap singa. Cerdas! Waspada!

Pemberani! Cepat! Tembakannya tak pernah meleset.

মন্তব্যসমূহ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left