প্রথম 200টি লাইন।
Kita mengerti dunia dengan bagaimana kita menyimpan ingatan.
Mengurutkan informasi ke dalam cerita-cerita untuk menjelaskan apa yang kita rasakan.
Stephen Elliott.
Oke, sekarang kau siap?
- Ya. - Oke. Kita akan...
kau harus berpegangan yang kuat.
Pegang, pegang. Kau siap?
Kau yang seharusnya ada di depan kamera.
Apa yang kau sembunyikan di belakang sana?
Ini dia, para hadirin sekalian,
wanita paling cantik di dunia.
Seperti keluar dari dongeng.
Melambailah ke Ayah.
Ayah.|
- Hai, Ayah. - Berikan ciuman untuk Ayah.
Lepaskan aku.
Lepaskan aku. Aku hanya ingin tidur.
Diam! Bangun!
Tolong! Seseorang tolong!
Hai.
Angkat teleponnya!
Aku tidak bisa menemukannya.
Aku punya berita untukmu, kau harus ingin mendengarnya.
Oh ya, apa?
- Penguin... Menyukai proposalnya. - Yang benar?
Kita dapatkan kesepakatan.
Apa kau serius?
- Itu luar biasa. - Ya.
Mereka mengirimkan uangnya hari ini,
dan aku dapatkan kau dua kali lipat dari apa yang kau minta padaku.
Apa? Kau yang terbaik!
Ya, aku pekerja yang ajaib.
Astaga! Itu luar biasa.
Jadi apa... Apa sekarang?
Jadi kau menulisnya.
Yang mereka butuhkan adalah 20 lembar setiap bulannya dan...
selain dari itu kau pria yang bebas.
Oh, dan mereka akan mengadakan sebuah pesta beberapa minggu lagi...
- dasi hitam, canape, lain-lainnya. - Wow! Apa?
- Kau beli sebuah jas yang bagus. - Baiklah!
Baiklah, sayang. Sampai nanti.
Dengan tidak ada orang tua di rumah, Roger dan aku menjadi panutan diri sendiri.
Kita menjadi ahli dalam bidang masturbasi, vodka murah dan keputusan yang buruk.
Panggilan dari Harvard menghilang dengan potensi kita yag nol.
Yang mana menjelaskan kenapa aku masih menulis seperti anak berumur 14 tahun.
Persetan denganku
Tuang, saat kau menuangnya.
Nilai pertama, sayang!
- Nilai pertama! - Tidak, tidak.
Itu satu, itu satu, itu satu! Bam!
Ya. Ya, bajingan! Aku akan menghancurkanmu!
Anak-anakmu akan menangis di pemakamanmu!
Barang bagus! Kawan!
- Minumlah! - Tidak, tidak, tidak!
Tidak! Tidak. Tidak, tidak, tidak! Ayolah, kawan!
Itu yang aku maksudkan.
Itu uangku. Berikan aku uangnya!
Kau bayar, pelacur. Berikan uang itu!
Kau bajingan.
Sungguh? Apa ini, uang muka?
Hei, kau melewatkan semuanya.
Aku tahu, aku tahu. Aku harus ke gedung pengadilan.
Yo, ayolah. Apa yang kau lakukan?
- Sudah berakhir, bukan? - Tidak, kita menonton siaran ulangnya.
- Aku harus melihat ini sebentar. - Aku ingin melihat...
Tidak ada mayat, tidak ada senjata.
Minggu depan Hans Reiser akan diadili atas tuduhan pembunuhan istrinya.
Pertanyaan besar muncul. Apa dia membunuhnya, atau dia tinggalkan keluarga dari pernikahan buruk.
Itu sebuah cerita yang menegangkan saat penyelidikan Nina Reiser dilanjutkan.
Bukti fisik langsung terhadap Hans terbatas,
tapi polisi membangun sebuah kasus yang terperinci.
Polisi mengkonfirmasikan bahwa mereka yakin Hans Reiser bertindak sendirian.
- Menurut beberapa sumber, Nina... - Apa ini?
Itu Hans.
Dia membuat sistem operasi Linux, selebriti aneh yang besar.
Aku menyelidiki kasusnya untuk Wired.
Hans bilang dia tinggal dengan anak-anaknya.
Di sidang perceraian, ada sebuah keputusan penting...
Hans kehilangan hak asuh terhadap anak-anak kesayangannya.
Hidupnya berantakan.
Aku tidak tahu dimana Nina berada.
Jadi yang aku tahu bahwa wanita yang aku cintai sudah pergi
dan anak-anak terus menanyakan aku kapan dia akan kembali
dan aku tidak tahu apa yang harus aku beritahukan pada mereka.
Aku hanya seorang suami dan seorang ayah.
Aku korban dari semua ini.
Tidak ada yang menculik Nina, tidak ada yang menyakiti dia.
Dia hanya pergi.
Nina meninggalkan keluarganya.
Dan dengan itu, orang terakhir yang melihat Nina masih hidup masuk ke dalam penjara.
Hei, bisa kau masukkan aku?
- Ke persidangan? - Ya.
Kenapa?
- Dimana Nina? - Tentu.
Hei, Stephen, ini Jen.
Aku tahu jika kau tahu halaman-halaman itu akan jatuh tempo di Penguin minggu depan.
Aku harap semua berjalan lancar. Hubungi aku.
Hei, kawan. Ini Josh.
Aku mendapatkanmu sebuah wawancara dengan Reiser.
Sama-sama. Hubungi aku.
Aku tahu kalau aku salah mengedit
Kita semua adalah korban ayah-ayah kita.
Siapa kau?
Aku Stephen Elliott.
Uh, dengar, aku tidak bicara dengan wartawan.
Aku bukan seorang wartawan.
Aku... Aku hanya ingin menulis sebuah buku.
Baiklah, itu... cukup sulit untuk mempercayai orang-orang seperti kalian.
Para penulis, mereka punya cara untuk memutar kata seperti yang mereka inginkan.
Ya, aku tahu. Aku punya banyak mantan pacar yang menuduhku dengan hal yang sama.
Nah, apa yang ingin kamu ketahui?
Apapun juga. Aku hanya. .
Aku hanya ingin mendengar ceritamu, itu saja.
Aku tidak tertarik.
Pasti ada sesuatu disana. Dia hanya duduk menunggu untuk diungkapkan.
Seperti, mungkin dia yang membunuh istrinya.
Ya, mungkin saja. Namun pertanyaannya adalah, mengapa?
Hei, apakah ada yang tewas diluar sana?
Aku ingin mencoba menawarkan sebuah buku kepada Jen.
Tentang kriminalitas.
- Ya. - In Cold Blood versiku.
Ya, lebih baik. Mungkin lebih baik.
Apa itu tadi?
Balikkan.
Itu timku, dari bawah sana.
Coba cium aromanya.
Ah, kamu memberikan tim mu kepadaku?
- Ya. - Ya.
- Apa kamu punya selai blueberri? - Ya, ya, ya.
Namun, letakkan tepat dimana itu seharusnya.
Ya, ya.
Kuncinya adalah, dengan menaruh sedikit mentega di bolanya, seperti ini.
Lalu taruh adonan yang cukup banyak disana,
Dan biarkan saja darahnya mengalir tepat ke bagian lain.
Sedikit basah, dan lihatlah itu.
Terlihat seperti kotoran.
Baiklah, kue panas sudah siap.
Kemarilah kalian, untuk mendapatkan kuenya. Hei!
- Kami memotong rambutku. - Wah!
- Lihatlah potongan rambut ini. - Sial.
Oh! Wah!
Dia mempunyai bakat! Ini. .
Bagaimana. . Bagaimana menurutmu? Kamu menyukainya?
- Menurutku potongannya luar biasa. - Menurutku juga luar biasa.
Nah, menurutku memang luar biasa, kamu merasa luar biasa dengan hari terakhir sekolahmu, namun. .
Aku harus mengatakannya kepadamu, bung, itu terlihat buruk.
Hei, namun kamu tahu apa? Sebaiknya kamu memakai bajumu.
Kamu terlihat seperti orang gila tanpa busana.
Ini bukan jenis orang tua yang menghilang tanpa peringatan.
Ini bukan seorang ibu yang menelantarkan anaknya.
Nina Reiser adalah presiden asosiasi orangtua dan guru.
Dia yang mengantar di perjalanan wisata. Dia juga yang melakukan cucian sekolahan.
Anak-anak Nina adalah segalanya baginya.
Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka dengan sukarela.
Dan pastinya dia tidak akan pernah meninggalkan anak-anaknya bersama dengan suami yang dia takutinya.
Polisi dipanggil ke rumah Reiser
tiga kali, disaat berbulan-bulan ketika perceraian akan terjadi.
Hans dua kali hadir di persidangan keluarga
karena telah menolak untuk membayar untuk biaya pengobatan anak-anaknya.
Saat dia terakhir hadir di persidangan,
permintaannya untuk bisa berkumpul dengan anak-anak di saat hari raya buruh, ditolak.
Dua belas jam kemudian,
Nina Reiser menghilang dari muka bumi.
Ketika dia ditangkap, dia sedang membawa uang sebesar 9000 dolar,
dua buku tentang kasus pembunuhan yang tak terpecahkan
Dan sebuah surat sepanjang tiga lembar.
Suratnya diawali dengan kalimat. .
''Aku sudah berulang kali mengatakan kepadamu tentang Nina, namun tidak seorangpun yang ingin mendengarnya''.
''Aku mungkin berbahaya menurut pandangan beberapa orang,
namun aku tidak akan berbahaya bagi anak-anakku''.
Hei.
Buku catatanmu ketinggalan.
Inilah saatnya kamu berkata terima kasih.
Terima kasih.
Berapa banyak yang kamu baca?
Tidak, hanya sedikit.
Aku harus mencari namamu.
Aku ingin melihat, apakah aku seharusnya menjadi malu.
Aku menulis, ''persidangan Hans Reiser. Dapatkan transkrip atas suratnya''.
Dengan kata pencarian seperti itu, hal ini pasti akan sangat mudah.
Coba kulihat, apa yang kamu tulis.
Wah!
Ini sangat mendetil.
Benar-benar tidak cukup.
Nona Lana Edmond.
Aku penulis The Times. Apakah kamu sedang meliput persidangannya?
Aku masih belum yakin.
Apakah kamu ingin pergi minum?
- Maksudmu, sekarang atau kapan-kapan? - Sekarang.
Aku terpaksa harus menolak.
Aku harus mengerjakan sesuatu.
Baiklah, aku benar-benar mengerti. Ini sebuah keputusan yang besar.
Kamu harus memikirkannya matang-matang, jadi. .
kamu memiliki banyak waktu untuk melakukannya dalam perjalanan kita kesana.
Yang benar saja! Apakah itu motor mu?
Ya.
Aku yang mengemudi.
Itu rumah ibu Hans.
Kamu tahu? Mereka benar. Jasadnya terkubur disana.
Tidak mungkin dia menguburkan jasadnya begitu dekat.
No comments yet. Be the first to leave one.