أول 200 سطر.
CERITA BERIKUT BERDASARKAN KISAH NYATA, DI AWALI TAHUN 1980 DI AYER, MASSACHUSETS.
Betty Anne Waters?
jelaskan tentang "kontrak" pada kami.
Kontrak adalah perjanjian atau kesepakatan
dimata hukum dikenal sebagai kewajiban,
dan jika dilanggar, maka akan ada sanksinya.
Bu.
Pukul berapa?/ 8:15.
Sial. Makalahku belum selesai!
Terima kasih, sayang. Sudah selesaikan PR Matematikamu?
Belum, buku tertinggal di rumah Ayah.
Richard!
Aku kerjakan di sekolah. Makanlah, Bu.
Sudah selesai puisimu, Ben?/ Sudah.
Berterima kasihlah padaku.
Kalian bersiaplah, kita berangkat sebentar lagi.
"Jika Ada Damai Di Bumi" karya Ben Currente."
Kemari. Baca disini.
"Jika Ada Damai Di Bumi" karya Ben Currente."
"Anak-anak takkan mimpi buruk lagi"
"karena senjata, bom dan jeritan menyayat hati."
"Menyayat hati." Itu usulanku.
Tidak!/ Bagus. Ayo, baca kelanjutannya.
Tunggu. Satu lagi.
Pukul 10:00. Kau terlambat.
Sial.
Jika kau terus pelototi pantatku, Aidan, aku akan pulang!
Jika kau terus pakai jins itu, aku akan menikahimu.
Silahkan.
Hei, aku kenal kau!
Hai.
Dia mahasiswi di kelasku yang juga sudah berumur.
Masih haus?/ Pesan Bushmills.
Kau bosnya?/ Ya.
Tapi dia yang lebih sok nge-bos.
Turut sedih dengan makalahmu.
Aku Abra Rice./ Oh, ya...
Sekarang kau mulai menyinggung perasaanku.
Apa?
Kita bisa berteman...
karena cuma kita di kelas yang sudah melewati pubertas.
Aku sedang sibuk.
Baiklah, aku yang mulai. Aku mewarisi dari orangtuaku...
dan mereka selalu bilang agar aku harus manfaatkan mulut besarku
untuk merubah sistem.
Tentu saja, aku abaikan mereka.
Setelah puas berpesta beberapa tahun,
akhirnya aku tahu ingin jadi apa saat dewasa.
Dan ternyata orangtuaku benar!
Jadi, disinilah aku.
Bagaimana denganmu?
Dengar, aku tak bermaksud kasar,
hanya saja aku tak punya waktu untuk berteman sekarang.
Kau punya. Maksudku, aku bisa jadi temanmu!
Aku tak ingin siapapun di kampus tahu apa tujuanku disana.
Aku memang punya mulut besar, tapi aku tahu bagaimana menyimpan rahasia.
Kakakku Kenny, dia dijerat oleh sistem.
Dia dipenjara selama 12 tahun, hidup tanpa pembebasan bersyarat.
Dia tak bersalah.
Baik.
Aku akan cari cara mengeluarkannya.
Oke.
Kenapa ia dipenjara?
Kenneth Waters?
Tn. Waters?
Akhirnya ada orang yang bagus terlihat memakai seragam itu.
Aku Nancy Taylor. Aku ingin kau ikut denganku.
Aku mau saja, tapi aku sedang kerja.
Darimana kau dapat goresan luka itu?
Lihat disekelilingmu. Kau lihat ranting?
Pak, aku ingin kau masuk ke mobil patroli.
Kakekku ingin pohon ini di singkirkan.
Sekarang, Tn. Waters. Letakkan gergaji mesin itu.
Begini saja, kenapa tak beri aku waktu
dan kembali setelah ku bereskan ini. Bagaimana?
Letakkan gergaji mesin itu sekarang.
Keluar dari tanah kakekku. Kau menerobos masuk.
Jatuhkan senjatamu./ Kau mengancamku?
Ku bilang jatuhkan senjatamu.
Tenanglah, Angie Dickinson. Baiklah.
Akan ku letakkan.
Setiap kali ada yang terjadi di kota ini,
kau harus menangkapnya?
Kau tahu aturannya, Betty Anne. Rekornya buruk, kami harus menangkapnya.
Ini gila. Dia takkan pernah menyakiti Ny. Brow.
Hei, Tommy, Boisseau akhirnya membuka bajuku.
Dia selalu ingin melihatku telanjang.
Kau harus buat pengakuan jujur padaku.
Ayo.
Ada apa?/ Aku menjemputmu.
Kau menjemputku? Aku sayang kau. Lihat adikku.
Bukankah dia cantik?/ Tidak.
Dia disini untuk menyelamatkanku. Dia memakai jaket.
Hei, dengar.
Jangan tersinggung, ya?
Boleh ku katakan kalau kau salah satu polisi kesukaanku.
Kau pikir ini lelucon? Dia ditikam 30 kali
dan kepalanya dibentur sampai otaknya keluar.
Kau kira itu lucu?
Tidak, kurasa itu.. .
Dengar, jangan tinggalkan kota untuk sementara waktu, ya?
Kami mungkin punya pertanyaan untukmu.
Aku berencana ke Aruba. Baiklah.
Sampai jumpa, tuan-tuan dan nyonya.
Kau baik saja?/ Ya, kau sendiri?
Ku gendong kau?/ Jangan, aku tak mau...
Kenny, aku...
Bagus, Kenny.
Jangan bunyikan itu, tunggu selesai.
Hajar dia, Betty Anne.
Ayo, Kenny.
Harus ada yang bicara dengannya.
Mereka bukan anakku./ Dia tak mau mendengarkanku.
Kenapa kau begitu dekil?
Elizabeth, kau perlakukan mereka seperti sampah, mereka akan tumbuh menjadi sampah.
Jangan menceramahiku. Aku kerja siang malam untuk mereka.
Semua kulakukan demi mereka.
Masuk dan mandi sana. Kau harus sekolah besok, dengar?
Hei, mau kemana?/ Aku tak perlu menjawab pertanyaanmu.
Sialan kau.
Elizabeth, kembali. Mereka anak-anakmu.
Siapa yang akan awasi mereka?
Dia berlutut ditengah keramaian restoran.
Romantis sekali.
Ya, tentu saja, kau bilang apa, seperti lazimnya.
Bicara soal pernikahan?/ Tradisi.
Tradisional yang ku maksudkan.
Terima kasih./ Jangan beritahu Brenda.
Aku sayang kamu, sayang./ Aku juga.
Mandy, mau berdansa?
Selamat./ Terima kasih.
Selamat.
Dia ayah yang baik, bukan?
Kau akan jadi ayah yang baik./ Tentu.
Maaf. Kau baik saja?
Siapa yang bawa bayi ke bar?/ Dia suka band-nya!
Jika kau tak bisa urus anakmu, harusnya kau simpan kemaluanmu dicelana.
Kau bilang apa?
Kau dengar.
Tentu, maafkan aku.
Ini, pegang Mandy sebentar./ Apa yang kau lakukan?
Kenny...
Kenny!
Jika kau sebut lagi tentang puteriku, akan ku bunuh kau.
Akan ku keluarkan matamu.
Kau mengerti, brengsek?
Kenny, lepaskan dia./ Kau mengerti?
Hei, Kenny, tenang. Ayolah.
Cukup./ Dia baik saja.
Dia baik-baik saja.
Kita damai? Tidak dendam, 'kan?
Ayo.
Kami berdamai. Bawakan dia Wild Turkey.
Wild Turkey untuk temanku ini. Kau baik saja?
Bawakan es untuk temanku ini./ Duduklah.
Dia baik-baik saja./ Tidak.
Kita kemari untuk bersenang-senang dan kau pergi dan menghajarnya.
Siapa temanmu?
Ayolah, ini pesta. Kau tahu maksudku?
Ayolah!
Ayo.
Ayo berdansa.
Serahkan anak kita pada Betty dan kita berdansa. Ayo.
Ayo berdansa./ Brengsek kau.
Lempar kemari!
Ku tantang kau, Kenny!
Kenny!
Dia terbangun.
Betty Anne.
Dia tak mau lepaskan tanganku.
Kau terus membuatnya terjaga karena kau terus memeriksanya.
Kau harus tenang.
Aku tak ingin seperti ibuku.
Oh, sayang.
Oh, sial. Diam.
Halo?
Oh, tidak.
Benjamin Davenport, seorang ayah, kakek dan eyang yang dicintai,
seorang pria pekerja keras yang selalu mengutamakan keluarganya.
Mengabdikan diri untuk isterinya, Eliza, sampai ia meninggal,
puterinya, Elizabeth, dan semua cucu-cucunya.
Saat-saat sulit, Benjamin tetap berusaha ada makanan di meja makan.
Ada yang bisa ku bantu, Petugas?/ Maaf, Pendeta.
Kenneth Waters, kau ditahan.
Apa?
Kami ingin kau ikut kami.
Tak bisakah menunggu? Tunjukan rasa hormatmu!/ Ini pemakaman kakekku.
Sekarang, Tn. Waters.
Bisakah ditunggu setelah pemakaman?
Baiklah. Aku ikut. Jaga Mandy.
Baik.
Aku ikut.
Tak bisakah menunggu?
Atas kesalahan apa?/ Tunggu sampai pemakaman.
Ayolah. Beri aku waktu sebentar.
Atas kesalahan apa? Parkir sembarangan?
Ada apa ini?
Kenneth Waters, kau ditahan atas pembunuhan Katharina Brow.
Apa kau sudah gila? Kau sudah melepaskanku 2 tahun lalu!
Kami tangkap kau sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.