Spartacus

Spartacus

تنزيل الترجمة Indonesian

الموسم 2

معلومات الإصدار

Spartacus Vengeance S02E10 2012 720p BluRay x264-mRS
تعليق من enjumpz
Resynced for BluRay dari terjemahannya IKANG. All Credits and Thanks to IKANG as Owner.

الوسوم

BluRay
x264
720p
720
نشرت في: 2013-05-06
تنزيلات: 193
ضعاف السمع: Yes

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Kita berangkat malam hari dan esok paginya kita habisi Spartacus.

Tandanya./ Glaber?

Lagi!

Mundur ke kuil! Ayo cepat!

Jalan ke gunung! Cepat!

Kita terjebak!/ Kita tak punya pilihan! Kita harus bergerak!

Kau membiarkan mereka pergi?./ Tidak. Kita akan habisi mereka semua.

SPARTACUS "PEMBALASAN"

KEMARAHAN PARA DEWA

Resynced for BluRay by: enjumpz

Kayu bakar hampir habis.

Begitu juga makanan kita.

Kita sudah menyusuri hampir seluruh gunung ini untuk mencarinya.

Seharusnya itu tidak terjadi.

Kau pasti bisa menemukan solusinya.

Seperti kau selalu bisa mencerahkan pikiranku yang kalut.

Semoga itu juga dimiliki calon istrimu kelak.

Spartacus! Nemetes dan yang lain telah sembrono pergi dari sini.

Apa mau mereka?

Mereka ingin menerobos pasukan Romawi di ujung jalan.

Lain kali bersuaralah. Kau bisa disangka musuh.

Glaber memanggilmu.

Kami baru saja menikmati daging domba yang sangat lembut.

Mungkin saja masih ada sisa sedikit.

Kau lancang, budak.

Aku hanya menuruti perintah praetor.

Kalau tak suka dengan perintahnya.

Silakan saja untuk mempermasalahkannya.

Keparat kau.

Aku tak mengerti ucapanmu. Dan aku tak mau tahu.

Mundur!

Pergilah!

Spartacus!

Mira!

Kita harus pergi!

Mira!

Kita harus menutup lukanya!

Nasir! Panaskan pedangmu! Cepat!

Spartacus...

Apakah ini sepadan?

Apa nyawanya sepadan dengan usaha menyelamatkan nyawamu?!

Tetap di tempatmu.

Dia mati karenamu!

Kaulah yang membuat kita mati!

Setidaknya dia mati sebagai ksatria.

Bukan mati kelaparan dan kelelahan seperti kita.

Kau benar. Kita semua akan mati.

Jika kita tidak bersatu./ Itu tidak akan ada bedanya.

Tutup mulutmu dan dengarkan dia.

Tebing Vesuvius itu tidak mudah dilewati.

Hanya bagian selatan yang bisa kita gunakan untuk membeli sesuatu.

Kita di tempat yang lebih tinggi. Hanya itu keuntungan kita yang berjumlah sedikit.

Hanya jika Glaber gegabah untuk menyerang.

Sebelum kita terlalu lelah untuk bertempur karena kelaparan.

Manusia tak pernah terlalu lelah...

Atau terlalu sakit untuk bertempur.

Selama tujuannya lebih besar dari nyawanya sendirinya.

Glaber dan pasukannya akan datang.

Saat itu terjadi, Vesuvius akan dibanjiri oleh darah pembalasan.

Cuma dia yang tertangkap?/ Sisanya mati.

Beruntung kau tidak termasuk diantaranya.

Andai kami tidak datang. Mereka pasti sudah dihabisi./ Dewa berbaik hati pada kita.

Dan mengutuk mereka yang melawan kita.

Ceritakan tentang Spartacus,...

Dan rencananya berikut.

Keparat kau, orang Romawi!

Dia sudah mengatakan sesuatu?/ Belum sedikitpun.

Akan kukencingi tengkorak kepalamu.

Jawaban yang salah.

Kondisi mereka pasti sudah parah, sampai bertindak senekad itu.

Sepertinya bukan atas perintah Spartacus.

Kau sempat melihatnya?

Sekilas. Saat dia dan pacarnya membantu teman-teman mereka.

Bagaimana tampangnya?

Mematikan. Tapi matanya terlihat seperti seekor binatang buas yang sedang terpojok.

Binatang seperti itu...

Takkan mau mati hingga titik darah penghabisannya.

Vesuvius bukan seperti Tanduk Dewi Ceres, yang tak memiliki retak.

Tak mungkin mereka bisa terus mendapatkan makanan di puncak tandus itu

Kita harus bersabar sedikit lagi.

Saat hanya rasa lapar dan putus asa yang mereka rasakan

Spartacus akan berlutut di hadapan Romawi...

....untuk terakhir kalinya.

Kita tak seharusnya ada di jalanan. Kita kembali saja./ Tidak.

Aku tak mau berdiam saja di Capua menanti bulan-bulan kelahiran ini.

Semua akan segera selesai./ Aku ingin hari itu datang secepatnya.

Dan anakku lahir di kota yang sepadan dengan darah praetor yang diwarisinya.

Masa indah itu sudah di depan mata.

Perjalanan berisiko ke Roma.../. Kita masih punya waktu.

Jika suamiku bisa tergerak untuk mempercepat kematian Spartacus.

Itu alasan kita ke Vesuvius.

Hanya sebagiannya saja.

Sesungguhnya demi sesuatu yang lebih besar.

Apakah hatimu sudah menjadi begitu keras karenanya?

Gaius dan aku telah sehati.

Ketiadaannya membuat separuhnya menjadi kosong.

Melihatmu kembali ke dekapan suami yang tadinya hampir hilang.

Benar-benar berkah luar biasa.

Aku ingin membaginya dengan temanku paling berharga.

Kau akan ikut aku ke Roma. Aku akan bujuk Gaius untuk menghargai kesetiaanmu

...dan membuatmu merasakan lagi indahnya menjadi seorang istri.

Suamimu takkan mengijinkanku ikut denganmu.

Kau sangat penting bagi perjuangannya.

Sepertinya lebih dari itu.

Aku akan diserahkan pada Ashur./ Ashur?

Diriku dan rumahku, sebagai imbalan atas darah yang dia tumpahkan atas nama suamimu.

Kenapa tak bilang sebelumnya?

Aku tak tega menambah bebanmu di masa-masa seperti sekarang.

Aku akan dapat kesempatan di Vesuvius, untuk membuang jauh beban itu.

Kau telah menguak niatmu.

Dan akan melaksanakannya.

Kita tengah menunggu kematian, dia malah sibuk berkebun.

Dia sedang menenangkan hatinya. Dan sudah seharusnya.

Kayu kita tidak cukup untuk dibuat menjadi tumpukan kayu.

Tanah ini terlalu keras untuk menguburnya.

Dia berduka dan hanya bisa menyelimutinya dengan kain jubahnya.

Beruntung.

Sementara kita semua akan mati sebelum tubuhnya membusuk.

Nemetes dan teman-temannya telah menjadi sangat ceroboh.

Nampaknya bukan hanya mereka./ Aku tak bisa menyalahkannya.

Satu-satunya peluang kita hanyalah berpegang teguh dengan taktik yang kita buat.

Seperti menyerang gelanggang yang dipenuhi pasukan?

Awalnya kukira kau hanya orang bodoh yang tanpa perhitungan.

Sekarang aku sadar strategimu itulah yang membuat kau masih hidup.

Aku hanya beruntung, mencoba mengambil kesempatan saat Romawi mengira aku gila.

Sekarang kita tak memiliki kesempatan itu.

Inilah saatnya kita harus menghadapi Glaber dan pasukannya secara terbuka.

Kalaupun mati, setidaknya aku mati bersama saudara-saudaraku.

Kita memiliki ikatan.

Tapi tidak tercipta di atas arena.

Melainkan di pertempuran yang lebih besar.

Dan ketika semuanya berakhir.

Seperti halnya semua konflik.

Aku akan mendapatkan Ludus Batiatus dan villa-nya.

Sebagai imbalan atas semua kesetiaanku.

Dan akan menjadi Kediaman yang mulia Ashur.

Dimana aku akan melatih para Gladiator yang hebat.

Di seantero Republik.

Aku akan memilhmu sebagai rekrutan pertamaku.

Kau akan menjadi dewa gelanggang.

Ditaburi oleh anggur dan wanita.

Yang kuminta hanya sumpah setiamu.

Berjanji.... Buka gerbangnya!

Tunggu di sini.

Dan keinginanmu akan terwujud.

Tak ada pergerakan lagi?

Kita sudah ajarkan Spartacus akan kesia-siaan untuk menyerang kita.

Kau tak mungkin menyuruh anjing liar untuk menyembunyikan taringnya.

Ilithyia!

Kau tak seharusnya kemari./ Ya, aku tahu aturan itu.

Wanita tak diijinkan berada di tenda pasukan.

Aku hanya mengkhawatirkan dirimu dan kandunganmu.

Aku takkan mengijinkanmu melakukan perjalanan seperti ini.

Aku merasa baik-baik saja.

Dan berniat melakukan perjalanan yang lebih jauh lagi.

Kau ingin kembali ke Roma./ Bersama suamiku di sisiku.

Para pemberontak makin putus asa. Dalam beberapa minggu lagi dalam kelaparan....

Dalam beberapa minggu lagi pewarismu akan lahir di tempat yang dipenuhi darah dan kotoran.

Habisi Spartacus dan kita bisa pulang ke rumah kita.

Dia ada ditempat yang lebih tinggi.

Tak mungkin mencapainya tanpa kehilangan beberapa pasukan.

Tapi, itu masih bisa dicapai, kan?

Tunggu aku di Capua dan persiapkan perayaan kelahiran anak kita.

Di ibukota Romawi.

Kau benar-benar seperti seorang Titan yang bisa menggetarkan langit.

Pergilah. Dan ketahuilah bahwa aku selalu memikirkanmu.

Aku ingin di sini sejenak.

Apa ini?./ Peringatan dari dewa.

Bagaimana kau mendapatkannya?

Aku menemukannya saat membersihkan sisa-sisa jejak Seppia.

Tersimpan diantara barang-barang rahasianya.

Budakku Amana yakin pernah melihatnya diserahkan kepada Seppia.

Oleh si penjilat Syria itu.

Begitulah dia tahu kejadian sebenarnya yang menimpa kakaknya.

Dan alasan dia ingin membunuhmu.

Ini tak masuk akal. Nasib Ashur sepenuhnya ada ditanganku.

Dia ular berbisa yang selalu mencari hawa panas kekuasaan dan jabatan.

Saat posisimu terancam oleh Varinius, dia tentu akan mencari sarang yang lebih hangat,kan?

Makhluk berbisa sejati.

Sekarang sudah tak berharga lagi.

Tapi dia tidak sendirian.

Ular berbisa dan peramal juga memiliki tujuannya sendiri.

Maksudmu Lucretia?

Wanita yang menyimpan rahasia dan tak boleh membukanya.

Kau memintaku melakukan hal seperti itu?

Aku akan melupakan masa lalu kita yang menyakitkan.

Dan memandang ke masa depan yang cerah.

Kau adalah suamiku...

Dan aku, seorang istri yang penuh pengabdian.

Aku lebih merindukan aroma harummu.

Daripada kebutuhan naluriku yang lain.

Sungguh menyenangkan bisa dekat denganmu lagi.

Aku hanya sebentar.

Tak lebih penting dibanding harapan

Hidup bersama dalam dekapan sayang.

Aku takkan menangis saat kita berpisah.

Karena tahu tugasku di sini akan segera selesai.

Dan Ashur mendapatkan imbalan yang sepadan.

Aku akan menantikan hari-hari itu.

Kau.

More Indonesian subtitles for Spartacus

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left