The Wheel of Time

The Wheel of Time

تنزيل الترجمة Indonesian

الموسم 1

معلومات الإصدار

The Wheel of Time S01 COMPLETE SET
تعليق من Piko128
Complete Set S01 [E01- E08]

الوسوم

other
نشرت في: 2021-12-30
تنزيلات: 138
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 195 سطر.

By Piko128

Dunia sedang terkoyak.

Bertahun-tahun lalu, lelaki yang lahir berkekuatan besar

percaya mereka mampu menangkap Sang Kegelapan.

Keangkuhannya.

Saat mereka gagal, laut-laut mendidih, gunung-gunung ditelan Bumi,

kota-kota terbakar,

dan para perempuan Aes Sedai terpaksa harus memulihkan keadaan.

Perempuan ini mengingat satu hal di atas segalanya,

lelaki yang membawa Kehancuran bagi Dunia.

Dan dia, mereka beri nama Naga.

Kini, lelaki ini telah dilahirkan kembali.

Entah di mana, atau oleh siapa, apakah perempuan ataukah lelaki.

Satu-satunya yang kami tahu pasti adalah anak itu kini sudah cukup umur

dan kami harus menemukannya...

sebelum kegelapan menemukannya.

Cepat!

Berhenti!

Aku bilang berhenti!

Jangan mati seperti ini.

Kau bisa lawan mereka. Gunakan.

Jangan sakiti dia.

Ini bukan salahnya.

Siapa yang kau maksud? Tak ada orang lain di sini.

Kegilaan telah menguasainya.

Kau tahu tujuan kami ke sini?

Ini hadiah.

Kau seharusnya berterima kasih.

Kekuatan ini.

Dimaksudkan untuk perempuan... dan perempuan saja.

Saat kau sentuh...

kau menjadikannya kotor.

Kumohon.

Jangan.

- Kumohon. - Saudari-saudari.

Kumohon. Jangan!

Kumohon!

Bukan dia.

Dia lahir 20 tahun yang lalu,

hampir seperti hari Titisan Naga dinubuatkan.

- Dia mampu menyentuh Sumber Sejati. - Bukan dia.

- Berikutnya ke mana? - Dua Sungai.

Konon, empat Ta'veren ada di sana, usianya pas.

Keturunan mereka ada di pegunungan ini.

Semoga mereka sudah siap.

Kepang ini akan mengingatkanmu bahwa kau adalah bagian dari kami,

dan kami adalah bagian darimu.

Menjadi perempuan berarti selalu sendiri dan tidak merasa kesepian.

Jadi, saat kegelapan menyelimutimu

dan kau tidak melihat cahaya, rasakan kepang ini

dan ketahuilah bahwa kami ada untukmu.

Kami semua mendukungmu.

Sebagai Bestari Dua Sungai,

aku senang menyambut kalian di Lingkung Perempuan.

Tegarlah, Egwene.

Percayakan pada sungai.

Aku ingat ketika jalan ini hanyalah jalur rusa kecil

berkelok-kelok menuruni gunung.

- Bagaimana kau membawa wol ke kota? - Diangkut.

Brendi?

Itu tetap di rumah. Ibumu bisa minum.

Kini makin banyak serigala.

Sesuatu memaksa mereka turun dari gunung.

Saat kau masih kecil,

kami membiarkanmu ke hutan ini sendirian mencari beri.

Kau selalu menyimpan satu keranjang di lumbung untuk Egwene.

Kedengarannya dahulu aku bodoh.

Keluarga Coplin dan Conger khawatir

tak ada brendi apel di festival Bel Tine kali ini.

Aku tak mau mereka mengingatnya semenit pun.

Baik, Tuan dan Nona,

Terima kasih banyak sudah menemaniku malam ini.

Tak bisa kubayangkan semudah itu berpisah dengan uang kalian, tetapi...

- Lain kali kau akan dapat, Mat. - Lain kali? Kalau sekarang?

- Yang lain? - Kau tak bisa taruhan lagi.

Ayo, duduklah.

- Apa kabar? Bagaimana para gadis? - Pinjamkan aku uang.

Satu putaran. Kita bertiga. Demi masa lalu.

- Ayolah. Kita sedang mengobrol. - Soal apa?

Kau sudah menikah. Hidupmu berakhir. Rand merindukan Egwene,

kedinginan di gunung, hanya domba yang menghangatkan.

- Kau sudah dengar? - Soal apa?

Sejumlah orang pergi ke Taren Ferry membawa wol minggu lalu.

Kota dipenuhi prajurit dan prajurit bayaran ke selatan.

- Kenapa? - Katanya ada perang di Ghealdan.

Di Ghealdan? Siapa peduli?

- Siapa yang bilang? Calle Coplin, ya? - Lalu?

Dia membohongimu telak.

Jadi, ayo, mari kita bermain.

- Tidak? - Tidak.

Tidak? Baiklah. Tak apa.

Aku bosan dengan kalian.

Danya?

- Dia kalah berapa hari ini? - Tak kuhitung.

Namun, lumayan banyak.

Anakku, kau kembali.

Ayah khawatir...

Ayo. Kita merugi jika mereka tak dilayani.

Tidak. Kau minum dengan kami malam ini.

Marin! Minuman untuk putrimu!

Bersulang, Semuanya.

- Bersulang! - Bersulang!

Bagaimana upacara hari ini?

Sebenarnya aku tak tahu. Kami belum bicara.

- Pasti dia hanya sibuk. - Ya, pasti.

Siapa kau, Orang Asing?

Lan Mandragoran.

Ini Moiraine.

Nona, ada yang bisa kubantu?

Kami butuh kandang untuk kuda kami dan kamar untuk bermalam.

Dua ranjang dan seprai bersih. Itu saja.

Tentu saja, Moiraine Sedai.

Aes Sedai?

Mari, lewat sini.

Dia seperti orang biasa.

- Entahlah... - Diam.

Siapa tahu dia bisa mendengar.

Mungkin dia menuju ke perang di selatan?

Dalam hikayat, konon, satu Aes Sedai mampu mengubah pertempuran sendiri.

Aku tak peduli dia mau ke mana.

Namun, kita lebih senang dan aman saat dia di sana.

Di mana Laila? Mungkin di bengkel.

Menempa besi sendiri berat.

Salam untuk Egwene.

Sedang apa kau di sini? Semua ada di penginapan.

Mereka bilang kau bahkan tak mau ke upacaranya.

Aku mencintaimu.

Aku tahu.

Ibu? Sedang apa di sini?

Sama seperti yang lain.

Di mana Ayah?

Tepat di mana seluruh kota bisa melihatnya. Bajingan.

Adik-adik bersama siapa?

Dasar sialan!

Ayo. Waktunya pulang, Bu.

- Terserah aku mau ke mana! - Kumohon.

Mattie, apa Ibu sakit lagi?

- Aku baik-baik saja, Jalang kecil. - Ibu tak apa. Tenang saja.

Kau akan menjadi seperti ayahmu.

Aku tahu itu.

Bajingan sialan seperti dia.

Hei.

Malam ini tidur denganku, ya? Bukan dengan Ibu dan Ayah?

Bagus. Kalau begitu, ayo.

Seribu perang telah menyapu tanah di bawah gunung

dan inilah saatnya rakyat Dua Sungai

harus mulai memperhatikan.

Perang hanyalah orang bodoh saling bunuh demi tujuan bodoh.

Aes Sedai tidak berperang.

Mereka mengendalikan dunia dari Menara Putih.

Jika salah satunya ada di sini...

Dia akan menikmati Bel Tine besok seperti kita semua.

Rand, Egwene. Selesaikan curi piring.

Baik.

Kau menghindariku terus.

Atau menunggu sampai bisa berdua denganmu.

Bagaimana hari ini?

- Kau tahu aku tak bisa... - Ini aku.

Setidaknya katakan itu lancar atau tidak.

Itu...

lancar.

Maaf. Hanya saja, aku sedang memikirkan sesuatu yang Nynaeve...

Kau tahu, ayahku berkata

aku biasa memetik sekeranjang beri untukmu.

Saat aku masih kecil.

Bak anak anjing dimabuk cinta.

Terdengar manis.

Sejak tadi ini ada di sakumu?

Mungkin.

Kemarilah.

Ini bisa lebih hangat.

- Aku terkejut mereka punya ini. - Ini bisa lebih hangat.

Lebih baik?

Sangat.

Ada apa?

Menurutmu satu dari mereka?

Yang mana?

Kau membiarkanku tertidur.

Kau begitu seakan aku berhak bicara.

Apa yang terjadi di sana hari ini?

Bukan hari ini, tetapi sebelumnya.

Nynaeve, dia memintaku menjadi muridnya.

Untuk belajar menjadi Bestari.

- Apa? Tidak, kau... - Dia meminta.

Aku tidak menjawab ya atau tidak.

Sungguh?

Dia pikir aku akan bisa mendengarkan angin jika bekerja dengannya.

Menjadi Bestari, itu hidup yang sepi.

Tanpa suami.

Tanpa anak-anak.

Aku mau ke kamar.

Rand.

Kami ingin kudapan manis...

Selamat Bel Tine.

Tidak ada kudapan manis untuk kalian.

More Indonesian subtitles for The Wheel of Time

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left