Illegal - Justice, Out of Order - First Season

Illegal - Justice, Out of Order - First Season

تنزيل الترجمة Indonesian

الموسم 1

معلومات الإصدار

Illegal - Justice, Out of Order - First Season
تعليق من eka_rizki
10 Episode dalam 1 Video. Illegal (2020) [Season 01 Ep (1 to 10)

الوسوم

other
نشرت في: 2020-06-18
تنزيلات: 26
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Diterjemahkan oleh : Ananda Rizki Chauhan Salam Alumni Fakultas Sastra Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

'Namaku Niharika Singh.'

'Dulu tidak selalu dipanggil begitu. Sekarang, itulah namaku.'

'Aku tinggal di Delhi.'

'Aku tidak selalu menetap di sini. Tapi sekarang, iya.'

'Aku seorang pengacara. Dan kebenaran menjadi terungkap.'

'Aku sedikit bingung antara benar dan salah.'

'Mereka yang salah membayar pembebasan mereka.'

'Dan mereka yang benar membutuhkan dukungan dari mereka yang salah.'

'Orang-orang yang mengaku legal'

'adalah mereka yang sebenarnya ilegal.'

'Kisahku bermula di Bangalore.'

'Pada hari ketika aku seharusnya bertemu raja dunia hukum.'

Jangan!

Biarkan apa adanya.

Apa kau tidak ingin aku merekatkannya? - Tidak.

Pak, nanti kelihatan jelas jika wignya... - Aku tahu itu. Aku tahu.

Tetapi untuk mengukur kebenaran tentang orang yang akan aku temui hari ini,

Aku butuh bantuan kebenaran ini.

Baiklah, Niharika Singh.

Aku sudah membaca banyak tentangmu. Tapi ini adalah kesempatan pertamaku bertemu denganmu.

Pak, kau mencuri dialogku. Sekarang, aku tidak punya pernyataan pembuka.

Wow! Kau menyampaikan pikiranmu tanpa benar-benar mengatakannya secara tegas.

Pak, kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa...

Kita berdua kontroversial.

Kau, untuk alasan tepatnya. Dan aku, tidak begitu.

Tidak ada yang benar dan salah. Tolong duduk.

Buatlah dirimu nyaman sepenuhnya.

Jadi, Nona Singh, sekarang kita telah mengangkat topik kontroversi,

mari kita mengakhirinya.

Katakan. Mengapa media menyebutmu Pengacara Gila?

Pak, aku tidak menyalahkan mereka.

Apa yang aku lakukan memang gila. Hanya pengacara gila yang bisa melakukannya.

Kupikir aku tidak akan mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan mana pun yang layak.

Dan kemudian aku mendapat telepon dari kantor Anda. Aku sangat terkejut.

Nona Singh, Aku sudah menjadi pengacara selama 50 tahun.

Dan aku mengerti hal-hal yang tidak dimiliki wartawan.

Aku ingin mendengar keseluruhan cerita darimu.

Apa cerita di balik kegilaan ini?

Pak, ada pesta di kantorku.

Setiap enam bulan, kami akan mengadakan pesta PR

di mana klien dan pengacara bisa saling mengenal dengan lebih baik.

Mari kita minum ini! Selamat minum!

Bersulang!

Ini pesta Sameer Adhikari.

Aku dengar Tuan Venkat bilang bahwa dia akan menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Sebentar. Apa kau bicara soal Sameer Adhikari?

Si Tua itu? Apa dia tidak terlihat terlalu tua?

Lihatlah bagaimana dia berdiri!

Dia terlihat sembelit... - Hentikan!

Aku tak bisa mendengar ini.

Halo! - Berikan kami air.

Halo. Air, tolong! - Air!

Terima kasih. - Terima kasih.

Aku minta maaf!

Aku minta maaf!

Tidak apa-apa. Tidak masalah.

Bukankah itu Sameer Adhikari? Kau baru saja membuatnya pergi.

Aku menumpahkan air padanya!

Ayolah! Gagasan menjatuhkan air untuk memulai percakapan begitu kuno.

Aku pergi. Selesai. - Serius? Berhentilah mengomel.

Aku hanya menggodamu. Aku mau ke toilet.

Aku menunggu Tanvi di bar cukup lama.

Ketika dia tidak kembali untuk waktu yang lama, aku sedikit khawatir.

Tolong, pak. - Jangan bilang kamu ingin berhenti.

Pak, Aku bilang, tolong hentikan. - Fuck.

Kita saling mengenal.

Pak, hentikan!

Tanda-tanda pria dan wanita di luar toilet membingungkan.

Sangat membingungkan.

Sampai jumpa di luar.

Tanvi!

Tanvi, apa yang kau lakukan?

Terima kasih.

Tolong. Tolong.

Selamat malam, Para Hadirin!

Suatu kehormatan untuk menjadi tuan rumah malam ini

dalam Rapat Tertutup Pemimpin Muda Perguruan Tinggi Bangalore.

dengan tamu kehormatan kami yang tidak membutuhkan pengenalan.

Tuan Sameer Adhikari.

Seorang pengacara, penulis, aktivis HAM yang cerdas,

dan mungkin Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Pak, tolong. - Tentu.

Terima kasih, sayangku.

Baik... - Pak, Aku lupa menambahkan sesuatu. Boleh?

Tentu.

Itu pengantar yang agak singkat, bukan?

Aku lupa menambahkan bahwa dia juga seorang pemerkosa.

Meskipun begitu cemerlang dan cerdas,

Tuan Adhikari tidak bisa membaca tanda yang sangat sederhana yang tertulis,

Jangan Masuk "Toilet Wanita"

Jika seorang wanita berteriak dan menangis, itu artinya

bahwa dia tidak ingin berhubungan seks dengan Anda, Tuan Adhikari. - Ini keterlaluan.

Bahkan jika dia hanya mengatakan 'Tidak', itu juga berarti

bahwa dia tidak ingin berhubungan seks dengan Anda, Tuan Adhikari! - Tutup mulutmu, Niharika.

Sayangnya... - Segera bawa dia turun dari panggung.

Sayangnya, Tuan Adhikari adalah seorang laki-laki. - Jangan di sini, Bu.

Itu juga, laki-laki alfa. - Bu...

Kaya, punya hak dan manja! - Nona Singh...

Pria seperti dia tidak mengerti tanda-tanda dasar! - Nona Singh, tolong keluar.

Apakah kau ingin menghancurkan perusahaan ini?

Pak Adhikari akan menuntut perusahaan kita karena pencemaran nama baik.

Pak, langkah pertama yang diambil oleh setiap tertuduh pemerkosaan adalah gugatan fitnah.

Apa kau yakin itu pemerkosaan dan bukannya suka sama suka?

Pak, Aku ada di sana! Bukan ilmu cepat untuk mencari tahu apakah itu suka atau tidak.

Dia berteriak dan mendorongnya.

Apa kau memiliki kesaksian korban?

Tentu saja, Pak. Aku berbicara dengannya ... - Apa kau memilikinya secara tertulis?

Bukankah kau mendapatkan kesaksian tertulis darinya?

Pak, Aku sudah bicara dengannya... - Apa kau menyelesaikan kursus kilat dengan melahirkan kebodohan?

Kau salah satu pengacara kami yang paling cerdas, Niharika.

Bisakah Anda memberiku jaminan bahwa kami akan memenangkan kasus ini?

Tidak ada yang bisa menjamin itu. Tapi kau seorang pengacara,

dan... - Itu sebabnya aku tahu apa yang akan terjadi.

Aku akan membuat diriku terbuka untuk ditertawakan.

Akan ada diskusi panel tentang apakah aku seorang korban atau yang selamat,

apa yang kukenakan, seberapa mabuk diriku,

apakah itu suka sama suka atau tidak...

Bahkan seberapa dalam jarinya dalam diriku akan diukur.

Mengapa kamu tidak mengerti aku tidak mencoba menyelamatkan Sameer Adhikari?

Aku tidak peduli tentang dia.

Aku hanya berusaha menyelamatkan diri.

Aku mencoba yang terbaik untuk meyakinkannya, tapi Tanvi menghindariku.

Dan tentu saja, perusahaan memecatku.

Tapi aku mendapat pelajaran dari kejadian ini.

Sungguh? Pelajaran apa yang kaudapat?

Bahwa kita tidak boleh mencampuradukkan perasaan dengan profesi.

Itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, Nona Singh.

Aku tidak menyangkal hal itu, Pak.

Sebenarnya, aku menyadari satu hal.

Bahwa aku bukan orang yang menilai apa yang benar dan salah.

Terserah pengadilan untuk memutuskan.

Aku hanya harus mewakili klienku dengan jujur.

Sangat benar.

Setiap pengacara memiliki hakim di dalam dirinya, Nona Singh.

Dan untuk menjadi pengacara yang sukses, hakim itu harus mati.

Tentu, pak.

Baiklah, Ms Singh. Senang berbicara denganmu.

Kantorku akan menghubungimu.

Kami bertemu beberapa kandidat lagi. Jadi, tolong beri kami waktu sampai malam.

Tentu, pak. Terima kasih banyak untuk waktu Anda.

Silakan... - Dengan senang hati.

Selalu diterima.

Pak, jika Anda tidak keberatan, aku ingin mengatakan sesuatu. - Tentu. Katakan saja.

Pak, Aku tahu ini bukan urusanku, tetapi wig Anda harus diperbaiki dengan benar.

Kurasa Anda harus memperbaikinya.

Ya, mungkin aku buru-buru mengenakannya pagi ini dan salah.

Terima kasih banyak, Niharika. - Sama-sama, Pak. Selamat menikmati.

Dah. - Dah.

Apa kau paham?

Anda ingin melihat apakah dia akan diam atau memberitahumu tentang hal itu

setelah memperhatikan celah antara rambut dan wig Anda.

Kau benar.

Dia terus mengatakan bahwa dia telah berubah,

tapi dia belum mempelajari pelajarannya.

Dia memiliki kebiasaan mengatakan yang sebenarnya.

Dan kita jarang menemukan orang jujur seperti itu di bidang bisnis kita, Randeep.

Tanyakan pada Sukhmani apakah dia sudah

mengumpulkan detail kontaknya atau tidak.

Coba tebak, Bu?

Kau mendapat telepon dari kantor Janardhan Jaitley. Apakah aku benar?

Bagaimana Ibu tahu?

Kau memintaku untuk menebak. Tidak ada lagi yang bisa ditebak, Niharika.

Aku punya kehidupan yang sangat membosankan dan dapat diprediksi.

Apakah akan menarik sekarang?

Ya, mereka menawariku pekerjaan. Dia lebih gila dariku.

Omong kosong.

Janardhan Jaitley adalah pengacara kriminal terbaik di negara kita.

Dia tidak bodoh.

Dia pasti menawarimu pekerjaan itu setelah pertimbangan yang cermat.

Dia dapat melihat bahwa kau pandai.

Ya, tapi ada masalah.

Kantornya di Delhi. Jadi, aku harus pindah ke Delhi.

Lalu?

Pergilah.

Dan Ibu akan sendirian di sini!

Sendirian, mungkin! Tapi kesepian tidak, sayang.

Ibu punya pekerjaan di sini. Ibu ada murid-muridku. - Tapi...

Mungkin Ibu tahu masalahnya.

Kau tidak mau ke Delhi karena kau pikir jika kau ke sana,

semua kenangan masa kecilmu akan mulai menghantuimu lagi.

Tetapi kau benar-benar harus mengerti

meskipun ayahmu tinggal di Delhi,

dia tidak memilikinya.

Tapi Bu, bukan seperti aku ketakutan...

Tapi aku... aku hanya merasa

takdir itu memainkan tipuan, dan aku pergi ke Delhi dan BOOM.

Aku harus berurusan dengan ayahku dan semua drama emosional ini.

Niharika, tolong berhenti berbicara seperti sinetron.

Tak ada trik di sini.

Dan sejauh menyangkut semua omong kosong emosional ini,

itu hidupku, anakku.

Ke manapun kau pergi, Kau harus menghadapi omong kosong ini.

Bukankah kau mengalami hal yang sama di Bangalore?

Baiklah, Kurasa Ibu benar.

Jadi, New Delhi, hidup baru!

Jadi, itu apartemennya. Itu kamar tidur utama.

Dan ini lebih seperti kamar tamu Anda,

lebih seperti kamar tidur lain atau apa pun Anda menyebutnya.

Bagus.

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left