أول 200 سطر.
5 cm Per Detik
Episode 1 -
Eh...
Katanya 5 cm per detik.
Apa?
Kecepatan jatuh sakura, 5 cm per detik.
Oh ya?
Akari tahu hal seperti itu, ya.
Rasanya seperti salju, ya?
Begitu, ya.
Hei!
Tunggu!
Akari!
Takaki!
Semoga tahun depan kita bisa melihat sakura bersama lagi, ya!
Kisah Sakura -
Dear Takaki Tono, lama kita tidak bertukar kabar
Meski musim panas juga terik di sini,
rasanya lebih enak dibandingkan Tokyo.
Tapi kurasa sekarang aku juga suka musim panas Tokyo yang lembab.
Dan aspal yang seolah hendak meleleh, gedung pencakar langit yang berkilau,
dan dinginnya AC di mall dan kereta.
Terakhir kita bertemu saat upacara kelulusan SD,
sudah setengah tahun berlalu.
Takaki,
kau masih ingat aku?
Dear Takaki,
Terima kasih! Aku senang mendapat balasan darimu.
Sudah musim gugur, ya. Di sini daun memerah indah.
Dua hari yang lalu aku mengeluarkan baju hangat.
Takaki!
Ya?
Apa itu? Surat cinta?
Bukan, kok!
- Maaf, aku minta tolong kamu. - Tak apa-apa, hampir selesai.
Terima kasih! Katanya kamu mau pindah?
Ya, akhir semester ini.
- Ke mana? - Kagoshima. Mengikuti orang tuaku.
Jadi sepi, dong...
Sekarang ekskul mulai pagi, jadi kutulis surat ini di kereta.
Oya, aku memotong rambut.
Kupotong pendek, telingaku kelihatan. Kalau ketemu mungkin kau pangling.
Mama pulang.
Halo, Mama!
Kau tentu juga berubah sedikit-sedikit.
Dear Takaki, bagaimana kabarmu di hari dingin begini?
Di sini salju sudah turun beberapa kali,
Setiap turun salju aku harus ke sekolah terbungkus baju tebal dan berat.
Di Tokyo belum turun salju, ya?
Di sini pun aku masih mengecek perkiraan cuaca di Tokyo.
Semoga turun hujan deh.
Tapi latihan di dalam juga berat.
Eh, kamu pernah ke Tochigi?
Ke mana?
- Tochigi. - Belum.
Tahu bagaimana cara ke sana?
Hmm..., Shinkansen?
Pasti jauh, ya.
- Kelas satu! - Siap!
Aku terkejut mendengar kau akan pindah, Takaki
"Jadwal Kereta" Sejak dulu, kita berdua sering pindah.
Tapi, kau akan pindah ke Kagoshima,
jauh sekali, ya.
Tak bisa dengan gampang naik kereta jika ingin bertemu denganmu.
Aku agak sedih.
Tapi yang penting kamu sehat, Takaki!
Dear Takaki,
Aku senang sekali kita akan bertemu tanggal 4 Maret nanti.
Setahun sejak terakhir kita bertemu,
aku merasa deg-degan.
Di dekat rumah ada pohon sakura besar
Waktu musim semi,
mungkin bunganya juga jatuh 5 cm per detik.
Aku ingin melewatkan musim semi
bersama Takaki lagi
Rencana 4 Maret -
Bertemu Akari pukul 19.00 -
Takaki!
Ayo berangkat ke ekskul!
Oke.
Eh, aku hari ini tak bisa ke ekskul.
Siap-siap pindahan?
Iya. Maaf, ya.
Baik sekali kau mau datang ke tempatku.
Tapi jauh, jadi hati-hati, ya.
Aku akan menunggumu di stasiun pukul 7.
Salju turun sejak siang pada hari pertemuan dengan Akari.
Takaki, lihat!
Kucing! Itu Chobi.
Dia selalu ada di sini, ya.
Tapi sekarang sendirian.
Mana Mimi? Sepi, dong...
Bagaimana buku itu?
Bagus. Semalaman ku baca evolusi sepanjang 4 miliar tahun!
Yang mana?
Anomalocaris, si udang aneh.
- Periode Kambria! - Periode Kambria!
Aku suka genus Hallucigenia. Begini!
Mirip!
Kau suka yang mana?
Opabinia.
Yang punya 5 mata, kan?
Aku dan Akari punya banyak kemiripan.
Setahun setelah aku pindah ke Tokyo
Akari masuk ke kelas yang sama.
Karena kami kecil dan sakit-sakitan,
kami lebih suka di perpustakaan ketimbang di lapangan.
Kami pun jadi teman baik.
Teman sekelas pun menggoda kami.
Tapi kami tak memusingkan itu karena persahabatan kami.
Akari dan Takaki pacaran -
Kami akan masuk SMP yang sama
dan bersama selamanya.
Begitu pikiranku, entah kenapa.
Shinjuku, stasiun terakhir
Berhati-hatilah ketika turun.
Ini pertama kali aku ke Shinjuku sendirian.
Semua kereta setelah ini juga belum pernah ku naiki.
Aku merasa deg-degan.
Aku akan bertemu Akari...
Bagaimana cowok itu?
Siapa?
Yang dari SMP Nishi-sho.
Dia norak, 'kan?
Kita akan tiba di Stasiun Musashi Urawa.
Kereta ini akan berhenti selama 4 menit untuk menunggu kereta ekspres.
Penumpang tujuan Yonohonmachi dan Omiya dipersilakan pindah peron.
Halo, ini Akari Shinohara
Bisa bicara dengan Takaki?
Dari Akari.
Pindah sekolah?
Kamu sudah diterima di SMP Nishi, 'kan?
Aku didaftarkan di SMP di Tochigi...
Maaf.
Akari tak perlu minta maaf.
Aku sudah bilang ingin tinggal dengan Tante di Katsushika, Tokyo,
tapi tak boleh karena masih kecil...
Aku mengerti.
Tidak apa-apa.
Sudahlah.
Maaf...
Ku tekan gagang telepon kuat-kuat sampai telingaku sakit.
Aku bisa merasakan pedihnya Akari
tapi mau bagaimana lagi.
Stasiun penuh dengan penumpang yang pulang kerja.
Sepatu-sepatu basah terkena salju.
Udara dingin
dengan bau khas kota di hari bersalju.
Pengumuman... Kereta tujuan Oyama dan Utsunomiya
terlambat 8 menit karena salju. Mohon penumpang bersabar menunggu.
Sampai detik itu tak terpikir kemungkinan
terlambatnya kereta.
Seketika rasa gelisah menyerang.
Kereta terlambat 10 menit karena salju.
Selewat stasiun Omiya
sangat sedikit bangunan yang terlihat.
Stasiun berikutnya, Kuki.
Kami mohon maaf atas keterlambatan ini.
Untuk pengaturan jadwal, kereta akan berhenti selama 10 menit.
Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Mohon menunggu sebentar lagi
Maaf.
Untuk pengaturan jadwal, kereta akan berhenti selama 10 menit...
Stasiun Nogi
Untuk pengaturan jadwal, kereta akan berhenti sejenak. Harap maklum.
Mohon bersabar menunggu.
Jarak antar stasiun begitu jauh,
dan kereta berhenti begitu lama di setiap stasiun.
Nogi -
Oyama -
Iwafune -
Ganasnya salju di luar jendela yang belum pernah kusaksikan,
waktu yang berjalan lambat, perut yang keroncongan,
semuanya membuatku makin gelisah.
Waktu janjian sudah lewat,
tentu Akari mulai khawatir.
Untuk Akari -
Hari itu, ketika Akari menelpon,
tentu ia dibalut kegelisahan lebih dari yang kurasakan.
Tapi aku tidak menghiburnya...
sungguh memalukan.
Kami telah belajar kebaikan darimu, wahai guru...
Baiklah,
selamat tinggal.
Aku menerima surat pertama dari Akari 6 bulan kemudian.
Musim panas waktu aku kelas 1 SMP.
Aku ingat semua yang ia tulis.
Aku perlu dua minggu sampai hari ini
untuk menulis surat kepada Akari.
Banyak hal yang ingin kusampaikan
dan kuceritakan kepada Akari.
Terima kasih atas pengertiannya.
Kereta tujuan Utsunomiya akan berangkat.
Stasiun Oyama.
Penumpang Shinkansen Tohoku dipersilakan pindah di sini.
Bertemu Akari pukul 19.00 -
Perhatian, perhatian. Kereta Ryomo terlambat karena salju.
Yang penting,
menuju stasiun tempat Akari menunggu.
Kereta arah Ashikaga/Maebashi tujuan Takasaki tiba di jalur 8.
Demi keselamatan Anda, harap berdiri di belakang garis putih.
No comments yet. Be the first to leave one.