Spartacus: Gods of the Arena

Spartacus: Gods of the Arena

تنزيل الترجمة Indonesian

الموسم 1

معلومات الإصدار

Spartacus Gods of the Arena S01E03 2011 720p BluRay x264-mRS
تعليق من enjumpz
Resynced for BluRay dari terjemahannya IKANG. All Credits and Thanks to IKANG as Owner.

الوسوم

BluRay
x264
720p
720
نشرت في: 2013-04-14
تنزيلات: 162
ضعاف السمع: Yes

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

SPARTACUS "PARA DEWA GELANGGANG"

"KEPALA KELUARGA"

Penterjemah : -- Ikang (KLEBENGAN) -- Resynced for BluRay by: enjumpz

Kita telah memenangkan banyak pertarungan di gelanggang.

Mengirim banyak lawan yang tak berguna ke neraka.

Lalu ada seseorang yang menantang kita pada pertarungan kecil di pagi hari.

Tanpa di hadiri banyak orang atau orang penting lainnya.

Masa-masa itu sudah berakhir!

Dua hari lagi sang juara kita akan masuk ke gelanggang menghadapi lagi petarung Vettius.

Bukan di jalanan, tapi di pertarungan utama!

Sambutlah sang juara yang karena penampilannya barusan ini, menginspirasi Varus untuk....

...mengembalikan tempat ini ke posisi yang layak!

Sambutlah, Gannicus!

Gannicus!

Gannicus!

Memang penampilan yang menginspirasi.

Dan tak boleh terulang.

Seorang Dewa Gelanggang sejati!

Orang yang patut dikagumi dan di tiru!

Ini hanyalah awal dari kejayaan!

Tak lama lagi kalian akan memenuhi tanah arena dengan darah dan tulang para penantang kalian!

Di tempa melalui jalan kematian dan kejayaan oleh seorang mantan juara!

Orang kita sendiri!

Aku persembahkan...Oenomaus!

Tidak akan menyandang nama itu lagi! Bukan lagi seorang gladiator!

Mulai kini dan seterusnya akan menjadi Doctore kalian!

Ini selalu dipegang dengan bangga oleh orang-orang sebelummu, sejak masa sebelum kakekku.

Hanya diberikan kepada orang yang paling setia dan terhormat.

Kehendakmu adalah tugasku.

Pertarungan utama?

Untuk mendapat posisi itu, Varus pasti benar-benar terkesan dengan kehebatanmu.

Begitupun aku.

Itu bukan apa-apa./ Ini adalah kehormatan besar.

Untuk dirimu sendiri dan Ludus ini.

Kalian berdua memberikan kehormatan bagi Ludus ini.

Dengan caranya masing-masing.

Apakah kau melihat betapa dia takut menatap mataku?

Dia sekarang harus mematuhiku, tapi kelihatannya tak bisa menerimanya.

Apakah yang lain juga akan bersikap demikian padaku?

Posisinya lah yang membuat dia demikian.

Pikirannya terganggu oleh pertarungan utama.

Dan kau harus melatihnya.

Aku tahu kau tidak menginginkannya./ Tapi itulah kondisiku sekarang. Naik jabatan.

Kau memang layak./ Mengambil nyawa orang?

Dan mengkhianati orang sebelumnya.

Kau tidak melakukan pengkhianatan apapun.

Ada hal yang memang tak bisa dihindari ketika kita tak punya pilihan.

Lupakanlah masa lalu yang kelam.

Kita harus siap menghadapi masa depan dan menerimanya.

Barca.

Tandem dengan Crixus.

Dan sisanya... teruskan latihannya.

Akhirnya para dewa mencabut kemalanganku!

Kediaman Batiatus..... Bukan...

Kediaman Quintus Lentulus Batiatus...!

Naik ke awang-awang!

Sebentar lagi para juaraku akan terukir di atas batu yang menjulang tinggi melebihi siapapun.

Dan Gannicus akan menjadi yang pertama setelah kemenangannya di pertarungan utama.

Hal itu bisa tercapai bukan tanpa bantuan.

Aku hanya sekedar memperkenalkan.

Dan beberapa kata-kata nasihat.

Kau bahkan mampu mengelabui Laverna!

Peran dalam semua ini patut mendapatkan ucapan terima kasih.

Hal yang sangat kusuka.

Siapa pria yang sangat beruntung itu?

Quintus.

Ayah?

Berpakaianlah.

Aku ingin bicara.

Aku menyerahkan rumah ini padamu, dan ini sambutan yang kuterima?

Aku tak menduga ayah akan datang.

Apa aku harus memberitahu dulu sebelum masuk kerumahku sendiri?

Tentu tidak. Andai aku tahu Ayah akan kembali dari Sicilia..

Dan itu akan memberikan hasil seperti apa?

Bunga dan minyak aroma bertebaran menyambutku.

Menyaksikan putraku yang sedang bercumbu!

Aku hanya sedang merayakan.../ Merayakan apa?

Membuat Tullius marah dengan menolak tawaran yang masuk akal?

Dikeluarkannya kamu dari pertandingan?

Bagaimana ayah tahu?

Aku hanya tua, Quintus. Bukan mati.

Masih ada orang di Capua yang menghormatiku dan dengan senang hati memberikan informasi.

Solonius adalah salah satunya.

Solonius?

Dia mengemukakan kekhawatirannya mengenai cekcok-mu dengan Tullius.

Dia hanya terlalu khawatir.

Wajahmu memperlihatkan sebaliknya.

Hanya ketidakcocokan kecil.

Tak ada hal yang kecil jika berkaitan dengan Tullius.

Sungguh pemikiran yang dangkal.

Dan aku beruntung orang yang berpikiran lebih luas sudah datang.

Aku hanya basa-basi.

Ketika angin yang lebih lembut akan lebih mudah diterima

Kau tak bisa meminta angin untuk merubah sifatnya.

Aku sebenarnya gelisah pada diriku sendiri.

Kau memang tak pernah menginginkan ini.

Ludus, gladiator, darah, arena.

Pandanganmu selalu mengarah ke langit.

Kemuliaan dan kemenangan. Semua yang diluar jangkauan Lanista pada umumnya.

Tapi inilah diriku sekarang. Seorang Lanista. Seperti ayahku.

Tidak terlalu sama.

Kau tak pernah bisa menatap mata orang dan mengukur isi hatinya yang sesungguhnya.

Beberapa hari lalu, aku menatap mata Quintilius Varus.

Dan mengukur cara mendapatkan pertarungan utama di pertandingannya.

Varus tak pernah memakai Lanista yang tidak direstui dari Tullius.

Kenapa sekarang berubah?

Karena aku memiliki yang tidak dipunyai Tullius.

Gannicus./ Gannicus?!

Orang itu hanya lelucon yang hanya akan mengundang tawa daripada kekaguman.

Dan sekarang dia diinginkan oleh separuh Roma?

Banyak yang berubah selama Ayah tak ada.

Dan sebagian besar tetap sama.

Aku akan meninjau petarungku, dan melihat kondisi mereka tanpa bimbingan yang tepat.

Siapkan makanan sesuai perintahku.

Pergi ke pasar beli Mulsum (Campuran Anggur & Madu)./ Ya, Domina.

Kualitas yang terbaik. Jangan beli dari Flavus.

Anggur di campur dengan madu?. Apa mayat itu tak bisa minum yang lain?

Pelankan suaramu.

Dia sudah melepaskanmu dari jerujinya.

Dia adalah kepala keluarga!

Satu kata dari dia bisa membuat kita berdua di lempar ke jalanan.

Kita harus bisa menerima penghinaan, daripada hancur karenanya.

Baiklah.

Aku akan menjadi orang yang taat, penurut dan patuh.

Meskipun hanya luarnya.

Kami senang dengan kembalinya Anda ke Capua, Ayah.

Aku tahu isi hatimu yang sebenarnya.

Iklim Sicilia pasti telah mengembalikan kesehatanmu.

Mungkin Anda tidak mengingatku. Gaia, teman karib..

Ingatanku padamu belum sirna.

Quintus.

Kita harus perlihatkan bahwa tempat ini di urus dengan baik.

Itu akan mempercepat kembalinya dia ke Sicilia.

Orang tua sialan!

Makan, saudaraku! Kau sudah mengenakan "tandanya".

Nikmati rasanya kemenangan!

Lihat bagaimana mereka memperlakukan kita?

Menganggap kita bagian dari mereka.

Sekali lagi kencing kita masuk ke dalam mulut mereka!

Rasanya seperti langsung dari kemaluan kita!

Kami sudah mendapatkan "tanda"nya!./ Tanpa melewati ujian!.

Seekor kambing boleh saja mendapatkannya. Tapi dia tetap bukan saudara kami.

Apa yang dia katakan?./ Kita tak layak mendapatkan "tanda" itu.

Kita akan menghapus senyum itu segera.

Apa yang dia bilang?./ Mana aku tahu.

Dia ingin minta lagi.

Kau tak seharusnya makan bersama orang yang lebih rendah.

Kau sekarang adalah Doctore.

Gelar yang bukan kucari.

Aku takkan mau ada sesuatu yang diluar kendaliku terjadi pada kita.

Aku pun sama.

Salam.

Auctus.

Nurto.

Oenomaus!

Kau sudah menjadi Doctore?

Setelah kematian malang yang menimpa pendahulunya. Aku memilih Oenomauss, karena...

Selesaikan makanmu lalu kita istirahat di sel-mu.

Aku ingin saling berbagi cerita, teman lama./ Dominus.

Penyesalan selalu menghantui para lelaki

Seperti kehidupan yang sudah akan berakhir.

Menyakitkan sekali menyaksikan pertarunganmu dengan Theokoles di Pompeii

Menahan nafas sepanjang pertarungan

Pertarungan yang menjadi legenda

Tidak lebih dari sebuah kekalahan

Kalah ?

Kau tidak kalah Tidak juga menang

Kau satu-satunya orang yang mampu melawan Si Bayangan Kematian dan tetap hidup.

Itu saja sudah suatu kemenangan yang hebat,

Tentu saja sudah membawa kehormatan pada rumah ini...

Benar, seperti yang selalu kau kerjakan

Dan aku akan melakukannya terus... di arena.

Kau tidak senang menjadi Doctore?

Berikan perintah dan aku akan melepaskan gelarku demi pertarunganku

Oh.

Kata-kata yang tidak perlu diucapkan

Doctore menjadi bagian yang penting setelah Lanista

Aku memilih Ulpius, oh, beberapa tahun yang lalu

Ludus ini sudah seperti jantung baginya

Kehilangannya adalah berita buruk

Sangat emosional Dengan kau menggantikan posisinya...

Keputusan sudah dibuat anakku Dan aku setuju

Posisi yang tidak pantas untukku

Lebih dari itu.

Dari pandangan matanya

Di tempat yang mengerikan,

Dulu aku tahu bahwa anak liar itu,

Begitu dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian,

Akan tumbuh menjadi seorang pria yang berada disampingku.

Kita sudah bepergian Ke tempat yang hebat, Oenomaus.

Aku ingin mengakhirinya dengan tenang

Dengan didikanmu untuk menjaga kehormatan rumah ini

Aku yakin rasa nyaman itu akan dirasakan istrimu juga.

Mengetahui bahwa kau tidak mati dan berada di atas mereka.

Dominus.

Lihat bagaimana mereka saling memberi salam padanya!

Berlutut untuk menjilat bokongnya!

Dia menguasai rumahku, gladiatorku. Bahkan ranjangku!

Dia bicara berapa lama akan tinggal?

Dia hanya bicara tentang kesalahan besar yang dilakukan anaknya yang tak berharga.

More Indonesian subtitles for Spartacus: Gods of the Arena

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left