أول 200 سطر.
Karya fiksi. Segala kemiripan cuma kebetulan.
Dilarang merokok di bawah umur.
Tahun 60 Era Yamato. Musim semi.
Setelah mempertaruhkan nyawa demi melindungi rakyat Fukui,
Mitsuhide Ryumon terluka parah.
Yasuaki Kaku pun tiba-tiba jatuh sakit.
Sementara itu, Ohga Wajima, yang kehilangan otoritasnya
karena mundur dari musuh di Sungai Kuzuryu,
mengeksekusi Yayakichi Hei, yang menjadi kambing hitam, sesuai hukum.
Setelah otoritasnya pulih, dia kembali berkuasa.
TAHUN 60 ERA YAMATO - MUSIM SEMI 21.52
Demi menangani ini,
Ryumon dan Kaku memercayakan suatu rencana kepada seorang pemuda.
THE THREE NATIONS OF THE CRIMSON SUN
KASTEL MARUOKA, FAKSI SEII
Setelah eksekusi Yayakichi Hei,
Ohga Wajima bergerak untuk menegakkan hukum baru.
REUNI MUSUH BEBUYUTAN
Dia juga menilai ulang sistem sentralisasi kekuasaan
dan membentuk dewan militer.
Komandan senior dikumpulkan
untuk membuat rencana besar demi menghancurkan pasukan Yamato.
KOMANDAN TERTINGGI OHGA WAJIMA
Kita sebut operasi ini
"Strategi Jenderal Musim Dingin."
Dimengerti.
KOMANDAN DIVISI 1 JIEN HIBI
Saat fajar, Divisi 1 akan berangkat
dan mengepung Kastel Fukui Reihoku,
memulai serangan pada pasukan Ryumon.
Sementara itu, Komandan memimpin pasukan 50.000 orang
Ke Daishoji untuk menghancurkan pasukan Nagamine.
"HEI" MENJADI YASUKE KONOURA
Tentu saja jika itu terjadi, bala bantuan Yamato akan datang.
Meski diperkirakan sesedikit mungkin, jumlahnya lebih dari seratus ribu.
DENKI TAIRA - YAMATO
Tapi ini tujuan kita sebenarnya.
Kita akan membakar kota-kota sambil mundur bersama warga sipil,
menarik pasukan Yamato sampai ke ibu kota, Seiro.
Di sana mereka akan tahu
betapa ganasnya cuaca dingin wilayah Hokuriku.
Seiro sendiri adalah zona benteng yang dikelilingi medan yang keras.
Begitu mereka di sana, tak ada jalan keluar.
Setelah pergi jauh,
pasokan mereka menipis, patah semangat,
dan tak bisa kembali,
kita akan balas serangan dan habisi pasukan Yamato.
IBU KOTA - SEIRO
Aku pernah mengatakan tak akan menyerah kepada Yamato,
tapi aku mundur di depan musuh di tempat yang meragukan.
Tapi kali ini,
aku tak akan goyah.
Kali ini, aku akan jadi yang pertama yang memberikan nyawaku!
Demi rakyat, demi negeri, mari kita terus maju bersama-sama!
Ya!
KASTEL FUKUI REIHOKU - FUKUI
Tunggu sebentar! Jangan gerakkan tubuhmu dulu.
Masuklah.
Dokter Kata, permisi.
JENDERAL PERBATASAN MITSUHIDE RYUMON
Pak Ryumon, apa yang kau lakukan?
KEPALA PETUGAS MEDIS DOITSU KATA
Aku sudah menyuruhmu istirahat!
Jika memaksakan diri, kondisimu akan memburuk!
Kaku.
Aku harus memeriksa kondisinya.
Kumohon, Dokter Kata.
Kau sudah di sini, mana bisa kuusir pergi?
Kaku…
Kenapa tiba-tiba begini?
Kemungkinan besar karena ini.
Antivirus, antiaritmia, obat tekanan darah, berbagai macam obat.
Semuanya ditemukan di seragam Kaku.
Entah dia dapat dari dokter gadungan mana.
Semuanya melebihi dosis yang tepat.
Dari yang kutahu, Kaku sudah lama menderita berbagai penyakit parah.
Penggunaan obat ini ditambah kondisi keras selama kampanye
kemungkinan menyebabkan kegagalan pernapasan.
Jika aku tahu kondisinya begini,
aku sudah mencegahnya ikut berperang, apa pun yang terjadi.
Dokter Kata, apakah ada peluang Kaku akan pulih?
Tentu saja ada!
YASUAKI KAKU - 32 TAHUN - PRIA
Aku tak bisa bilang kondisinya baik,
tapi akan kuusahakan sebagai dokter.
Sekarang tinggal menunggu Kaku bangun.
Baiklah.
Ayolah, jangan murung begitu!
Fokus! Ayo fokus!
Dokter Kata,
kau sangat bisa diandalkan.
Tepat sekali!
Situasi perang sedang gawat.
Demi memenangkan pertempuran ini dan melangkah lebih dekat ke perdamaian,
kami membutuhkanmu, Kaku.
Hiduplah!
Hiduplah dan lihat sendiri bagaimana rencana
yang kita percayakan kepadanya membentuk takdir dunia.
OSAKA - ISTANA KEKAISARAN - GERBANG UTAMA
Kenapa kau kemari selarut ini?
Aku Aoteru Misumi, Auditor Korps Jenderal Perbatasan.
Aku memohon izin bicara dengan Yang Mulia.
Yang Mulia sudah tidur.
Tolong pergi.
Tidak.
Laporan darurat dari garis depan baru tiba.
Ini urusan resmi menyangkut kampanye ini
dan perintah Jenderal Perbatasan.
Biar kukatakan sekali lagi.
Yang Mulia sudah tidur saat ini.
Tolong pergi.
Ini bukan urusan biasa.
Tolong beri tahu Yang Mulia
Kantor Jenderal Perbatasan mau membahas bantuan ke Fukui.
Auditor Misumi, ya?
Ya.
Sepertinya kau salah paham.
Orang jelata sepertimu… Maaf.
Orang dengan jabatan sepertimu tak berhak berbicara dengan Yang Mulia.
Benar juga.
Para anggota korps itu
yang kebanyakan dari kaum jelata tak mungkin paham.
Soal bala bantuan… Benar?
Seii memulai invasi lima hari lalu.
Yang Mulia sudah diberi tahu lewat para menteri soal itu,
jadi tak perlu khawatir.
Tapi jika kau bersikeras,
aku bisa menjadwalkan Yang Mulia untuk mengulas petisimu.
Tapi tentu saja aku mengharapkan ada imbalan yang setimpal.
YAMATO
Tuan Penjaga.
Aku sangat berterima kasih atas kebaikanmu yang tak terduga
kepada orang bodoh sepertiku.
Kau memang peka, Auditor Misumi.
Kalau begitu, untuk satu petisi, sekitar…
-Namun… -Apa?
Aku paham para menteri sudah mengungkit soal bala bantuan.
Tapi Korps Jenderal Perbatasan belum minta.
Kalau begitu, lebih baik kau menyampaikan permintaan kami kepada Yang Mulia.
Kurasa kau tak sepeka dugaanku.
Tahan dia!
Beraninya kau memaksa bicara dengan Yang Mulia!
Padahal mengajukan petisi sudah cukup!
Kau menuntut Yang Mulia yang sedang beristirahat
dipaksa keluar demi kemauanmu?
Orang sepertimu yang bukan bangsawan atau pejabat tinggi
berani meminta izin bertemu selarut ini sangat kurang ajar!
Aku diperintah Tuan Taira, Kepala Kemendagri,
untuk menghukum orang yang seperti itu!
Aku menghukummu karena tak menghormati Yang Mulia. Ada keberatan?
Tak ada.
Apa… Apa?
Aku tak keberatan.
Jika…
aku memang pantas dihukum karena tidak hormat.
Apa?
Seperti ucapanku pada awalnya,
aku datang sebagai auditor Korps Jenderal Perbatasan.
Aku jelas tidak meminta
Yang Mulia dipanggil demi kemauanku sendiri.
Perang menentukan nasib sebuah negeri.
Pilihan seperti itu butuh penilaian yang baik.
Apakah kau berpikir bahwa Yang Mulia
lebih mementingkan tidur nyenyaknya malam ini
daripada urusan darurat menyangkut perang?
Lagi pula, jika permintaan bantuan
sudah didengar oleh Yang Mulia, kenapa belum ada yang dikirim?
Apakah Yang Mulia merasa harus meragukan permintaan Korps Jenderal Perbatasan
yang menangani urusan militer?
Lebih lagi, petisi itu tugas Sekretaris Kekaisaran.
Tak ada aturan soal menyuap penjaga istana untuk mengajukan petisinya.
Meski aku memercayakan petisinya kepadamu,
jika Yang Mulia sudah beristirahat,
paling cepat baru dibaca Dewan Kekaisaran besok pagi.
Jika terjadi hal yang tak bisa diperbaiki sebelum itu,
sudah jelas siapa dari kita yang bersalah karena tidak hormat.
Baiklah, cukup.
TAIRA
DENKI TAIRA
Tarik pedang kalian, dalam dua detik.
Salam kepada Kepala Kemendagri!
Baik, terima kasih atas kerja kerasnya.
Tugasnya penting sebagai penjaga Istana Kekaisaran,
jadi dia selalu tegang.
Maaf.
Tak apa-apa.
MAGURO TOYOTA
Itu tugas Tuan Penjaga.
YUKIHANE KOKURYU
Tetap saja, aku bisa mendengarmu dari jauh.
Argumenmu sangat menarik.
Kau Auditor Misumi,
pria yang membuat Proposal Revisi Kebijakan Pertanian, 'kan?
Aku merasa sangat terhormat kau mengenaliku.
Ya, aku mengingatmu dengan baik.
Bisa naik jabatan secepat ini,
apa lagi dari pejabat pertanian rendah di Ehime,
kau benar-benar luar biasa.
Ini sudah tiga tahun, 'kan?
Hari ini tepat tiga tahun dan tiga bulan sejak istriku meninggal.
No comments yet. Be the first to leave one.