أول 200 سطر.
Jadi, siapa namamu?
Kalau kesulitan memanggilku, panggil saja aku Saber.
Saber, ya?
Nama yang lumayan keren juga, ya.
Pedang yang kau bawa itu,
- kau beli di toko mana? - Jika informasi Francesca benar,
- berarti dia adalah Raja Arthur... - Aku khawatir barangnya habis,
kalau aku beri tahu.
Dia tadi bilang bersumpah demi Arthur Pendragon, 'kan?
Iya.
Bersumpah pada diri sendiri, benar-benar aneh.
Bagaimana dengan wanita yang tampak seperti Masternya itu?
Dia menjawab pertanyaan kami dengan jujur.
Tapi, dia tampak sangat kelelahan,
dan sepertinya ingatannya jadi kacau akibat Mantra Sugesti.
Selain tato yang menyerupai Mantra Perintah di tubuhnya,
dia benar-benar terlihat seperti orang awam biasa.
Jika wanita ini memang merebut hak Master,
seharusnya dia adalah Magus yang cukup tangguh.
.
Mungkinkah dia hanya Magus dadakan yang dikirim oleh pihak luar?
Einzbern, ya.
Ada informasi bahwa Homunculus mereka sudah memasuki Snowfield.
Jika begitu, ada kemungkinan dia sendiri
hampir tidak diberi informasi apa pun.
Jangan lepaskan pengawasanmu dari wanita dan Roh Pahlawan itu.
Dan satu lagi, jangan lengah mengawasi Caster.
Tentang Tuan Caster,
dia sempat mengajukan permintaan agar diizinkan bermain di kasino...
Tolak.
Mana mungkin ada Roh Pahlawan
yang pergi ke kasino di tengah-tengah Perang Cawan Suci!
Pasang semua di merah.
Maaf.
Jangan gentar pada apa pun selain diriku,
wahai wanita yang berniat memanfaatkanku, Tiné Chelc.
Baik.
Saya mohon maaf, Tuan Gilgamesh.
Tapi,
inikah tempat di mana manusia dan material palin banyak
berlalu-lalang di kota ini?
Tidak buruk juga.
Tempat hiburan ini telah menciptakan dunianya sendiri yang unik,
sebuah dunia yang diciptakan khusus untuk membuang-buang uang.
Dunianya sendiri?
Bukankah sudah kukatakan?
Seorang bocah harus bersikap layaknya bocah.
cukup biarkan matamu terpukau melihat apa pun
yang terpampang di hadapanmu.
Yah, meski memang segala hal di dunia ini
akan tampak redup jika dibandingkan dengan kehadiranku.
Persis seperti yang Anda katakan.
Tapi, jangan sepenuhnya percaya padaku.
Gunakan binar di matamu untuk menentukan jalanmu sendiri.
Jadi, yang manakah dirimu?
Niatmu untuk merebut kembali tanahmu dari para Magus itu,
apakah itu murni keinginanmu sendiri?
Ataukah kau hanya bicara sebagai boneka orang lain?
Sa-saya...
Sudahlah.
Karena ada rekan,
aku berniat untuk benar-benar menikmati Perang Cawan Suci ini.
Maka, jika kau memang bertekad menggunakan diriku
sebagai Mastermu, atas kehendakmu sendiri,
maka bersiaplah untuk menunjukkan keteguhan hatimu.
Baik...
Pasang semua di hitam.
Aku juga pasang semua di hitam.
Aku hanya berpikir meminjam sedikit keberuntunganmu.
Mulai sekarang, ada pekerjaan besar yang menantiku.
Jadi, aku butuh sesuatu untuk memacu seangat.
Terima kasih, ya.
Aku sudah mendapatkan keberuntungan yang kucari.
Harta ini akan kukembalikan ke tamanmu nanti, Raja Gilgamesh.
Jangan terlalu tegang, nona kecil.
Begitu rupanya.
Kau sepertinya bukan sekadar rakyat jelata biasa.
Siapa namamu?
Hanza Cervantes.
Aku pengawas Perang Cawan Suci.
Salam kenal.
Jangan terlalu melunjak!
Kau benar, aku terlalu terbawa suasana.
Rasanya luar biasa dipanggil ke atas panggung semegah ini,
aku jadi sangat bersemangat.
Jadi, karena terbawa suasana,
kau membunuh orang itu, dan menghancurkan gedung opera, ya?
Bukan aku yang membunuh pria itu.
Yang harus kau lakukan sekarang
adalah menghitung biaya perbaikan gedung opera ini.
Beritahu aku jumlahnya, dan aku akan menggantinya.
Orang gila sepertimu
memangnya punya uang dari mana buat bayar ganti rugi?
Kalau kau mau, kau juga boleh jadi penyumbangnya.
Aku tidak akan melupakan jasamu.
- Jangan main-main! - Tentu tidak cuma-cuma.
Sebagai gantinya, aku bisa tunjukkan sebuah trik sulap padamu.
Ini sangat hebat, lho!
Kalian akan terkejut, lho!
Sekarang,
aku akan menghilang.
Dia menghilang!
Jangan bergerak!
Diam di tempat!
Aku tidak bergerak sejengkal pun.
Tentu saja, aku bisa saja kabur begitu saja,
atau melakukan sesuatu pada kalian jika aku mau.
Tapi, mengalah seperti ini
adalah bentuk 'penghormatan' dariku untuk kalian.
Penghormatan, katamu?
Aku tak berniat membiarkan kalian menangkapku.
Aku datang ke sini
untuk membuktikan bahwa wanita itu tak bersalah.
Aku akan menghilang begitu fajar tiba.
Sampai saat itu, aku akan mengikuti aturan main kalian
dan tetap dalam tahanan.
Yah, mumpung masih ada waktu, sebaiknya kalian mulai berpikir
alasan apa yang akan kalian gunakan nanti.
Atau mau kubantu memikirkan alasannya?
Sepertinya
dia sama sekali tidak peduli soal
'menjaga kerahasiaan Perang Cawan Suci'.
Pakai Mantra Sugesti untuk menghapus ingatan tiga orang di dalam sana.
Baik.
Pak Komisaris, ada tamu yang ingin bertemu.
Siapa?
Dia mengaku sebagai pendeta dari gereja...
Apakah kau wisatawan?
Kau dari mana?
Aku bisa menganggapmu sebagai orang Jepang, ya.
Jangan bohong!
Untuk apa kau datang ke sini?
Untuk apa kau datang ke sini?
Aku sudah muak.
Kau kelihatan lelah sekali, ya.
Jangan sekaget itu.
Kalau berubah jadi roh, menembus dinding adalah hal yang mudah.
Interogasinya sedang istirahat sebentar.
Jadi, aku datang untuk melihat keadaanmu.
Bukankah sudah kubilang jangan mencampuri urusanku?
Kau bukan Masterku, 'kan?
Iya.
Aku ini bukan Mastermu atau apa pun itu.
Kalau begitu, aku tak punya alasan untuk menuruti perintahmu!
Apa?
Itu artinya, aku bebas mencampuri urusanmu sesukaku.
Bersiaplah, karena kuakan mengurusi segala keperluanmu mulai sekarang.
Kumohon, biarkan aku sendiri.
Aku tidak mau ikut campur dalam Perang Cawan Suci atau apa pun itu.
Sayangnya, aku tak bisa melakukan itu.
Sepertinya ini karena mantra yang tertanam di dalam tatomu.
Alih-alih terhubung dengan
Magus yang seharusnya memegang Mantra Perintah
jalur Mana-ku justru tersambung padamu.
Singkatnya, meski hubungan kita bukan Master dan Roh Pahlawan,
nasibku dan nasibmu kini sudah saling terikat satu sama lain.
Apa-apaan itu?
Orang itu tidak mengatakan apa pun soal ini...
Tanpa dirimu,
aku takkan bisa mendapatkan Mana dan pasti sudah lenyap sejak tadi.
Aku berutang budi padamu.
Terima kasih.
Kalau memang merasa berutang budi, menjauhlah dariku.
Kalau itu, aku menolak!
Aku akan mengurusmu. Aku akan mencampuri urusanmu.
Bahkan jika kau menangis dan menolakku pun,
aku akan tetap menolongmu dengan berbagai cara!
Menolongku dari apa?
Tentu saja, dari para peserta perang lainnya.
- Makanya, aku ini bukan Master... - Mau kau itu Master atau bukan
selama jalur Mana kita terhubung,
secara otomatis kau akan menjadi incaran musuh.
Apes sekali hidupku.
Tidak juga.
Bukankah ini masih lebih baik daripada
tertangkap musuh lalu dieksekusi?
Kau ini suka sekali berpikiran ekstrem, ya.
Aku sering mendengar itu.
Pokoknya, untuk sementara panggil saja aku Saber.
Sangat tidak terhormat bagiku
jika tetap tidak memperkenalkan diri pada orang yang telah menolongku.
Kelak, aku akan memberitahu nama asliku jika waktunya sudah tepat.
Jadi, bisakah kau memberitahuku juga?
Kenapa kau bisa berada di tempat seperti itu?
Lalu, tato itu...
Tidak,
maaf.
Pertama-tama, beritahu namamu.
Kau Komisaris Orlando Reeve, 'kan?
Siapa kau?
Namaku Hanza Cervantes.
Aku adalah 'Pengawas' yang diutus oleh Gereja Pusat Snowfield.
Kalau kukatakan begini, kau pasti paham maksudku, 'kan, Pak Komisaris?
Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan.
Silakan saja kalau mau berpura-pura tidak tahu
setelah memasang pembatas di seluruh kantor polisi ini.
Tapi, jika kau kehilangan Roh Pahlawanmu,
kau tak akan punya tempat lagi untuk bersembunyi.
Pekerjaanku malah jadi lebih ringan kalau begitu.
Aku sudah tahu kalau kau hanyalah 'orang luar'
No comments yet. Be the first to leave one.