أول 200 سطر.
Kau bisa pergi sekarang, aku sudah tak apa-apa.
Beneran tak apa-apa?
Ya.
- Bangun. - Jangan ganggu aku.
Kapan kau masuk? Kau tak jadi pergi?
- Cepat buatkan aku makanan. - Kau harus makan dulu.
Bangun!
Kau kenapa?
Kapan kau masuk?
Bukannya kau bilang mau pindah?
Ada masalah soal apartemennya?
Apa masalahnya?
Tak tahu.
Kenapa banyak tanya? Cerewet.
Huh?
Lalu kapan kau mau pindah?
Secepatnya, kenapa?
Bukannya kau mau pergi ke Venezia?
Mendadak ada kerja lain.
Mendadak ada kerja lain?
Kenapa banyak tanya? Cerewet.
Apa?
Makan saja, jangan banyak tanya.
Apa?
Aku sudah berpikir...
Kau sudah bisa berpikir sekarang? Lucu sekali.
Aku tak tahu kenapa jadi begini,
tapi aku tak mau kita berpisah.
Jadi ayo kita bicarakan lagi.
- Ada apa denganmu? - Tak ada.
Aku tak mau bicara denganmu.
Apa?
Kau kenapa? Belum sehari berpisah sudah begini?
Dasar aneh.
Gadis macam apa kau?
Apa?
Lupakan saja.
Min-hyuk semalam kesini, kan?
Kenapa kau tahu?
Dia yang mengantarku pulang.
Memangnya aku tanya?
Semoga...
kalian berdua bahagia.
Semoga saja.
Membawa dia masuk kerumah ini itu tak baik.
Membawa masuk?
Kau juga begitu dengan Hye-won.
Apa?
Kau juga makan Nengchae disana, kan?
Kenapa bicara begitu?
Kami sudah berteman 15 tahun.
Sejak kecil kami sudah begitu.
Memangnya kau? Berapa lama kau kenal dengan Min-hyuk?
Berapa lama kau tertawa bersamanya?
Bukan masalah waktu, tapi masalah perasaan.
Bukannya begitu. Aneh saja.
Aneh?
Percuma aku bicara dengan brengsek sepertimu.
Syukurlah kau sudah sadar.
Ada orang datang.
Buka pintunya!
Kau dirumah.
Oh...
Aku mau bertemu Ji-eun. Dia dirumah, kan?
Dia tak dirumah sekarang.
Benarkah?
Dia pergi kemana?
Katanya dia mau keluar sebentar..
Oh ya?
Bunga untuk Ji-eun? Nanti kusampaikan.
Kau boleh pergi sekarang.
Sebenarnya aku juga mau pergi keluar.
Sampai jumpa.
Siapa yang datang?
Dia sudah kembali rupanya.
Untukku? Terima kasih.
Kata Young-jae kau tak dirumah?
Aku baru pulang.
Fotonya bagus, kan.
Ini foto favoritku.
Apa kabar?
Tak bekerja?
Sebenarnya mau ke Venezia, tapi tak jadi.
Aku cuma mau tahu keadaan Ji-eun.
Sedikit khawatir.
Ji-eun tak sendirian, aku ada disini.
Katanya kau mau pindah, kenapa masih disini?
Kenapa? Ini kan rumah kami.
Pergi dan kembali bisa sesuka hati.
Jangan bodoh.
Ini rumah Ji-eun, bukan rumahmu.
Apa?
Bukannya kau harus kembali pada Hye-won.
Kenapa masih disini?
Itu bukan urusanmu.
Kau lucu sekali.
Lucu?
Bunganya harum sekali.
Syukurlah kalau kau suka.
Kau mau kemana hari ini?
Sudah ada rencana?
Cepatlah pergi.
Kemana mereka?
Kau tak apa-apa?
Soal apa?
Ada masalah dengan apartemennya.
Katanya dia mau pergi secepatnya.
Tapi...
aku merasa tenang kalau dia disini.
Begitu?
Tidak begitu juga.
Aku juga sedikit depresi.
Kupikir dengan perginya Young-jae, aku bisa sering-sering kesini.
Sayang sekali.
Kenapa begitu? Sering-sering saja kesini.
Tak apa.
Apa?
Mau jalan-jalan?
Pergi makan.
Tak usah kesana?
Tak jadi pergi?
Kata mereka, aku sedang "free" sekarang.
Aku mau pergi.
Kami mau jalan-jalan sebentar.
Aku pergi dulu.
Aku mau pergi makan, jadi masaklah sendiri.
Ayo.
Aku pergi dulu.
Jangan pergi!
Kau...
Kau...
Harus bersih-bersih sekarang!
Apa?
Kau harus bersih-bersih sekarang.
Nanti saja kalau sudah pulang.
Tak usah begitu.
Maaf, Young-jae.
Jangan pergi!
Kalau kau pergi...
Aku mau makan apa?
Maaf,
aku tak bisa pergi sekarang.
Kenapa kau tak pergi?
Huh?
Katamu, aku harus bersih-bersih.
Itu...
mengingatkanku pada sesuatu.
Apa?
Saat di premier filmmu, kau dan Hye-won...
pergi meninggalkanku.
Kubilang jangan pergi,
tapi kau pergi juga.
Aku kecewa sekali.
Tapi...
itu sudah terjadi, kan.
Aku takkan begitu lagi.
Bersih-bersih menyenangkan, kan?
Kalau begitu kau saja yang bersih-bersih.
Apa?
Ada sesuatu dimatamu.
Tutup matamu.
Siapa..?
Halo.
Halo!
Ada apa?
Aku bawakan barang-barangmu.
Keputusanmu sudah tepat sekali.
Pakaiannya jadi kusut semua.
Biar kusetrika nanti.
Apa kata bos? Apa aku dapat peran?
Aku belum tahu.
Kata mereka, kalau bisa kau jangan ke kantor dulu.
Kenapa?
Reporter sedang mencarimu sekarang.
Apa?
Mereka melihat ada keanehan dengan pernikahanmu dengan Ji-eun.
Apa?
Mereka yakin kalau Ji-eun menikah karena uang.
Karena uang?
Kau yang membiayai semuanya...
Maksudmu apa?
Itu ulahmu juga, kan.
Jangan beritahu Ji-eun soal ini.
Paham?
Ya, aku paham.
Matrealistis?
Mereka semua sedang membicarakanmu.
Darimana kau bisa dapatkan uang sebanyak itu?
Aku kerja dirumah ini.
Yah.
Bagaimana kalau gosipnya makin menyebar?
Aku tak mau pikirkan itu.
Ya, ini juga bukan salahmu.
Apa salahnya yatim piatu menikahi seorang artis?
Lagipula, masih banyak gadis diluar sana yang menikah karena uang.
Sudahlah.
Halo.
Pasti Anda Tn. Lee Won-jung?
Benar.
Aku reporter Park.
No comments yet. Be the first to leave one.