أول 200 سطر.
Dongeng hitam presents:
Kau akan menilangnya?
Nah... Hanya ingin tahu seperti apa rupanya.
- Aku yakin sekali. Dia mengabaikan kita. Pura-pura tidak tahu kalau kita membuntutinya.
Itu bukan tempat tidur, Bryce.
Dia tahu kecepatannya di atas 70.
Oke, ini dia.
Lihat bajingan itu.
Kedua tangan di kemudi.
Bertingkah seolah kita tidak tahu kalau dia punya ponsel di pangkuannya.
Pintar.
Hey. Lampunya akan kunyalakan. biar dia tahu diri.
Oh!
Oh, lihat dia. Berusaha jadi pria sejati, memberi kita jalan terlebih dulu.
Gaya lama.
Kontrol ke 514.
Ini kontrol 514.
Kami punya tersangka 10-16 di Henderson.
1626 Rise.
Kami lihat kalian unit yang paling dekat. Diterima.
10-4. Menuju ke lokasi.
Ini hari keberuntungan bajingan itu, Jer.
Di Hari Natal.
Nyalakan.
Lima puluh dolar atau steak Ribeye dari Lucianos ...
Domestik saja, cuma ada seorang pecandu yang lagi menghajar anaknya.
Aku ambil yang lima puluh.
- Henderson adalah tempat sampah. Tidak ada apa-apa selain pecandu dan preman gang.
Hei, bukankah ibumu tinggal di sekitar sini?
Dia berjarak sekitar 5 menit.
Kau serius?
Astaga, aku hanya bercanda.
Kau sebenarnya... besar di sekitar sini?
Ya...
... tidak selalu seperti ini.
Baiklah, sepertinya kita sudah sampai.
Kau harus mengeluarkannya dari sini, kawan.
Ya, jelas. lima puluh itu baru permulaan.
Kontrol, 10-23. Kami sedang mencoba melakukan kontak.
514 Diterima.
Menurutmu siapa di antara mereka yang menelepon?
Aku rasa mereka bahkan tidak tahu di mana mereka berada sekarang.
Tempat yang bagus.
Ayo, kita ke dalam.
Hey, awasi para pecandu itu.
Kenapa? Mau apa mereka?
POLISI!
Semuanya baik-baik saja di dalam?
Bisa tolong buka pintunya sebentar?
Ya Tuhan!
Apa itu tadi?
Biasa.
Ini polisi. Bisakah seseorang membuka pintu?
Kontrol ini 514.
- Ada teriakan di dalam dan kami sedang mencoba masuk. Beri kami perintah.
Kontrol, kau dengar?
Sial!
Kau siap?
Ya.
Pada hitungan tiga ...
Satu...
Dua...
Tiga...
POLISI! Amankan tangga.
Aman! - Tangga atas aman.
Listriknya mati.
- Semuanya aman! - Di atas aman.
- Haruskah kita minta bantuan? - Sial.
Kita tidak punya waktu.
- Apa yang akan kita lakukan? - Kau amankan di atas.
Aku amankan yang di bawah sini. - Mengerti.
Jer, awasi anjing-anjingnya.
Jer, kau dengar tidak?
jay! Radio mati!
Ada tangga ke atas. - Aku naik.
Brengsek.
Kami Polisi! Tunjukkan dirimu!
Kontrol, ini 514. Apa kau dengar?
Sialan!
Oke.
Kontrol, apa kau dengar?
Sialan.
Ini polisi! Aku di tangga ke bawah!
Apa-apaan tadi?
Astaga.
Apa ini?
Bryce.
Brengsek!
Bu, apa kau terluka?
Kami menerima telepon kalau di rumah ini terjadi perselisihan.
Bu?
Bryce. Ada yang tidak sadar di atas sini.
Bryce?
Apa--
Hey! Hey! Apa yang kau lakukan di bawah sini?
Apa kau baik-baik saja?
Pak, apa yang kau lakukan di bawah--
Hey, hey, hey!, Hey! Tunjukkan tanganmu.
Pak! Tunjukkan tanganmu!
Hey! Jangan bergerak! Jangan bergerak!
Pak, aku tidak akan bertanya lagi padamu.
Persetan! Tunjukkan tanganmu!
Jer, kita dapat masalah di bawah sini.
Jer!
Kontrol, 528.
Aku melakukan kontak dengan seseorang di rumah.
Seluruh tangannya berlumuran darah.
Segera kirim tim medis ke sini.
Kontrol, apa kau dengar?
Sialan.
Bu, aku mendekat pelan-pelan.
Apa saat ini kau mengonsumsi narkoba?
Apa kau-- apa kau melakukan itu pada anjingmu?
Aku tidak akan bertanya lagi!
Kau harus berhenti sekarang!
Tunjukkan tanganmu yang kotor itu!
Ayolah! Hey! Pak!
Ayolah, bro, Aku tak ingin menembakmu!
Tolong jangan paksa aku melakukan ini!
Sial. Pak. Pak! Berhenti! Berhenti! Berhenti! Aah!
Bryce!
Bryce! Bryce!
Bryce! Bryce!
Oh! Sialan.
Bryce! Oh. Apa kau kena tembakan?
Tidak. Tidak.
Apakah dia sudah mati?
- Apa? - Itu-- Itu bayi.
Itu apa?
Dia sedang menggendong bayi.
Oh sial. Astaga!
Aku pikir dia punya pistol! Aku pikir dia punya pistol!
Aku kira dia lagi berkemas!
- Kontrol! Kontrol! - Hey, hey! Apa yang kau lakukan?
Kita musti laporkan ini.
Biarkan aku berpikir sejenak kawan!
Sebentar aku berpikir dulu!
Pikir apa? Ada dua jasad di sini.
Tapi dia menghampiriku lebih dulu!
Kupikir pikir dia punya pistol.
Oh sial. - Tidak ada senjata, kawan.
Ohh.
Sial. Bu?
Bu, dengar dulu sebentar... - Tunggu, tunggu, tunggu.
Bu. Bu.
Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!
Sial! Sial!
Dia keluar lewat belakang! Ayo!
Berhenti kabur!
-Bryce! Bryce! Berhenti! - Jangan lari!
Kembali ke sini! Dia ke sini, Jer!
Hey. Hey. Kami hanya ingin bicara denganmu.
Oke. Bryce. Bryce.
Kita harus membawanya masuk, kawan. Dia tidak beres.
- Tidak. - Apa?
Dia pasca-trauma, kawan. Dia butuh bantuan.
Jer, ayo kita bicarakan ini.
- Apa yang perlu dibicarakan? - Mereka sudah lihat apa yang kita lakukan.
"Kita"?
Aku. Bryce. Apalah. Dengar.
Wah, wah. Hey, hey, hey!
Jatuhkan!
Bu. Bu. Bu.
Kau tidak perlu melakukan itu!
- Kau sekarang berhutang padanya! - Letakkan!
- Bu, berhenti! - Kau berhutang pada Underman!
Letakkan botolnya!
Bu. Bu.
Kami bisa memberimu bantuan yang kau perlukan.
Tolong letakkan saja botolnya.
Bryce, hentikan. Bryce.
Dia melihatmu.
Persetan! Persetan!
Brengsek. Brengsek. Apa itu tadi?
- Ya Tuhan. - Apa itu tadi?
Kau-- Kau-- kau melihatnya. Kau melihatnya.
Dia menyerangku dengan cara yang sama--
Sama persis, entah dari mana!
Bryce. Aku laporkan ini sekarang, kawan.
Bakal ada pengawasan ketat di mana-mana,
ketika petugas tahu kita tidak bisa dihubungi.
- Tidak. - Jika kita tidak melaporkan ini sekarang...
mereka akan menggantung kita.
Aku tidak mau dihakimi gara-gara keputusan sepersekian detik itu.
Ini sepersekian detik, kawan.
Aku akan melaporkannya.
Sialan! Maukah kau mendengarkanku?!
Aku tidak akan diberhentikan cuma karena beberapa pecandu sialan itu!
Tak disangka ada anak kecil.
Tidak masalah apa kau tahu atau tidak.
Yang penting cuma benda itu yang lihat.
Aku bersihkan dulu kotoran ini dari badanku.
Dan aku?
Amankan saja tempat kejadian.
Aku bahkan tidak tahu apa maksudnya, Bryce.
Aku juga tidak tahu.
Hey!
- Hei, sayang. - Jam berapa sekarang?
Sekarang hampir jam 2:00.
Aku tahu. Aku minta maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.