أول 200 سطر.
Hampir 100 tahun sejak armada Kristen dari Eropa menguasai Yerusalem.
Eropa menderita dalam cengkeraman penjajahan dan kemiskinan.
Tuan tanah atau pun rakyat jelata lari ke Tanah Suci mengadu nasib atau mencari keselamatan.
Seorang ksatria kembali pulang untuk mencari putranya.
PERANCIS, 1184
Dia ditolak salib karena bunuh diri, dan dikubur di tengah persimpangan.
Tunjukan di mana logikanya.
Bapa? - Apa?
Iblis adalah makhluk yang praktis.
Jika dia wanita jahat, maka dia adalah hasil menyedihkan dari apa yang ditanam sang iblis.
Apa yang kau tahu tentang logika? - Aku punya telinga, Bapa.
Walaupun satu cacat karena aku suka keadilan.
Kau suka mencuri.
Diamlah. Sekarang kau yang gali.
Tentara perang salib.
Tolong menyingkir dari jalanan.
Pengawal!
Ini biaya pemakamannya dari Tuanku, dan dari kami semua, untuk jiwanya.
Tunggu. Apa kau sudah lupa?
Dia isteri saudaramu. - Ia bunuh diri. Penggal kepalanya.
Lalu kembalikan kapaknya.
Kau kenal tempat ini, Tuanku?
Mengenalnya? Aku mengenali semuanya.
Adikmu? Kau sudah bicara dengannya?
Tentang apa? Dia masih ditahan.
Adikmu bertanggung jawab atas dosa isterinya sama sepertiku.
Pendapatku berbeda, Tuan.
Pemakamannya.. - Ya.
Dan kau tak memenggal kepalanya? - Tidak.
Bagus. Hukum kadang keterlaluan.
Kadang berlebihan. Aku tanya pada diri sendiri,
"Apa iya Yesus melakukan hal seperti ini?"
Banyak hal terjadi pada Umat Kristen sementara Kristus tak bisa apa-apa.
Bebaskan adikmu. Aku tak bisa apa-apa tanpanya.
Adikku, Tuanku, dikuasai iblis...
dan harus... diperiksa.
Adikmu marah sama sepertimu. Dia sedang berduka.
Tanpa adikmu, aku tak bisa selesaikan gereja ini.
Bebaskan dia. Dan berikan ini padanya.
Bilang padanya, dia jadi pusat doa-doaku.
Uskup membutuhkanmu.
Lepaskan dia./ Berdirilah.
Ini bukan surga. Ini dunia.
Dan banyak masalah di dalamnya.
Jangan sampai kau menyakiti dirimu.
Orang lain bisa melewatinya dengan baik.
Dan bagaimana Yerusalem? - Yerusalem?
Dalam bahaya, Tuan, seperti biasa.
Kita bertahan melawan Saracens lebih dari seratus tahun.
Saracens, begitu kau menyebutnya, sekarang bersatu dengan Mesir...
Siria dan Arab.
Saracens dan orang baru.
Saladin, rajanya.
Saladin.
Omong kosong.
Baiklah. - Dan kau sendiri tidak minum.
Seorang ksatria haruslah jadi ksatria...
seorang rahib jadilah rahib. - Saudaraku.
Tidak bisa menjadi keduanya pada saat yang sama, itu maksudku.
Mungkin aku agak kuno, tapi, seperti cangkir...
Aku punya seorang tukang, seorang pandai besi.
Atau pernah punya.
Siapa anak pandai besi pada masaku, yang sekarang jadi pandai besi juga?
Balian, yang sulung.
Anaknya meninggal.
Isterinya bersedih. Tak bisa berpikir jernih.
Dia bunuh diri.
Itu yang terjadi. Memang kenapa?
Masalah pribadi.
Sudah 26 tahun sejak adikku ikut perang salib.
Sekarang dia kembali sebagai seorang baron dari Yerusalem.
Bagaimana itu bisa terjadi padanya?
Tanpa pewaris, kekayaannya beralih padaku, dan juga padamu.
Kalau begitu aku berterima kasih pada pamanku.
Terus saja.
Kuburannya disini.
Atau disana?
Sayangnya aku tak bisa katakan tempat persisnya.
Aku tak hadir di pemakamannya.
Sebut aku pembohong.
Kau punya alasan.
Kau tak pernah melawan.
Hmm? Hmm?
Kau selalu menyodorkan pipimu yang lain.
Kurasa kau menganggap dirimu tak berdosa.
Itu adalah dosa!
Kita harus bekerja.
Itu orangnya.
Kau pandai besi, ya?
Seorang tukang menurut tuanmu dan pendeta ini.
Simpati dan doaku untukmu.
Doaku juga untuk almarhum isterimu, dan anakmu.
Kuda-kuda ini perlu ganti ladam.
Kami perlu makanan dan akan kami bayar.
Ia bersedia.
Dia pernah membuat perangkat tempur yang hebat.
Pernah juga membuat mesin perang yang bisa melempar batu besar.
Dia juga pengrajin perak yang mahir.
Dia akan jadi salah satu orang yang sangat kau butuhkan di perjalanan.
Diam.
Pernah berperang? - Dengan berkuda.
Juga sebagai teknisi. - Melawan siapa dan untuk siapa kau berperang?
Dari satu tuan melawan tuan lain...
dan masalahnya aku tak ingat apa.
Ada peperangan lebih seru sekarang, satu tuhan melawan tuhan lainnya.
Upahnya pun sebanding. - Aku sudah bilang padanya.
Kau masih sarankan hal yang kau katakan di jalan tadi?
Ya, tuan.
Tapi sekarang, Balian sedang berkabung atas isterinya.
Tulisan apa itu?
"Manusia macam apa yang tak bisa membuat dunia jadi lebih baik?"
Tinggalkan aku dengannya.
Tuhan menciptakan kita sebagai manusia. Kita semua pasti pernah menderita.
Aku juga pernah kehilangan.
Kabarnya Yerusalem adalah pusat untuk mencari pengampunan di dunia.
Bagiku, tempat itu disini.
Saat ini.
Aku tahu namamu.
Aku mengenal ibumu.
Sejujurnya harus kukatakan, saat itu ibumu keberatan.
Tapi aku adik bangsawan di sini dan ia tak punya pilihan.
Tapi aku tak memaksanya.
Aku ingin minta pengampunanmu.
Aku Godfrey, baron dari Ibelin.
Aku punya 100 tentara di Yerusalem.
Jika mau ikut denganku, hidupmu akan terjamin...
dan akan dapat rasa terima kasihku. Itu saja.
Siapapun anda, Tuanku...
rumahku disini.
Yang membuat ini jadi rumahmu kini sudah tiada.
Kita tak akan pernah bertemu lagi. Jika ingin sesuatu dariku, ambil sekarang.
Aku tak ingin apa-apa.
Aku ikut prihatin atas dukamu. Semoga Tuhan melindungimu.
Yerusalem mudah dicari.
Pergilah ke wilayah dimana orang berbahasa Italia, dan lanjutkan hingga bertemu orang dengan bahasa berbeda.
Kami lewat Messina. Sampai jumpa.
Desa ini tak membutuhkanmu.
Saat bangsawan tua itu mati, mereka akan mengusirmu.
Saat uskup itu mati, pasti akan terjadi.
Dan kau ambil propertiku.
Gereja./ Kau.
Mestinya kau ikut mereka ke Yerusalem...
Menjauh dari semua ini.
Aku sudah mengaturnya.
Aku bersumpah...
kau takkan hidup tenang kalau kau tetap disini.
Tak ada orang yang lebih membutuhkan dunia baru daripada kau.
Bayangkan dosamu dan lukamu terhapuskan.
Semuanya.
Jika ikut perang salib...
kau mungkin bisa melepaskan beban isterimu di neraka.
Yang sudah kutempatkan dengan hati-hati di sana. Dia bunuh diri. Dia sudah di neraka.
Meski apa gunanya dia di sana tanpa kepala?
Tunggu disini.
Kau kemari untuk membunuhku?
Bahkan saat ini pun itu tak mudah.
Jadi?
Aku sudah melakukan...
pembunuhan.
Bukankah kita semua begitu?
Apa benar...
di Yerusalem aku bisa menebus dosaku...
dan dosa isteriku?
Benarkah begitu?
Kita bisa cari tahu bersama.
Perlihatkan tanganmu.
Hei!
Ambil dan tunjukan kemampuanmu. - Tangannya terluka, tuanku.
Aku pernah bertempur 2 hari dengan panah menancap di testisku./ Ah, ya.
Jangan pakai pertahanan bawah. Kau bertarung dengan baik.
Mari kita asah keahlianmu.
Ambil pertahanan atas, seperti ini.
Orang Italia sebut la poste del falcone, Pertahanan Elang.
Ayunkan sekuat tenaga, seperti ini.
Lakukan.
Luruskan pedangmu. Ayo
Tekuk lutut, dan luruskan pedangmu.
Bela dirimu.
Pedang tak cuma terdiri dari bagian tajamnya saja.
Serang.
Boleh aku coba?
Perhatikan.
Ada apa ini?
Paman. - Keponakan.
Bersamamu ada seorang pria, Balian, yang telah membunuh pendeta, kakaknya.
Aku ditugasi oleh ayah dan juga uskup untuk membawanya kembali.
Ia mengatakan yang sebenarnya.
Mereka berhak membawaku.
Buatku tuduhan itu tak benar.
Jika menurutmu ia bersalah, mari kita bertarung. Biar Tuhan memutuskan kebenarannya.
Teman Jermanku seorang ahli hukum.
Serahkan saja ia padaku. Aku akan bertarung denganmu untuk hal lain.
Paman, dia pembunuh.
Begitu juga aku.
Siapa pun yang mati disini hari ini, kau pasti salah satunya.
Kau pamanku. Aku harus memberimu jalan.
Heinrich!
Berlindung!
Ayo!
Terima kasih kakakku untuk kasihmu!
No comments yet. Be the first to leave one.