أول 200 سطر.
- Jam berapa, sayang? - Udah, tidur aja lagi.
Iya, tapi kan aku minta dibangunin.
Kamu harus istirahat. Untuk berdua, kan?
Aku cinta kamu.
Aku juga cinta kamu.
Tunggu Ayah pulang, ya?
Aku akan bawa dia pulang.
Dengar semuanya!
Target kita Tama Riyadi.
Saya yakin semua di sini sudah tahu siapa dia.
Semua penjahat di kota ini menganggap dia sebagai legenda dunia hitam.
Dari bandar narkoba, pembunuh, perampok, sampai geng preman kecil sekalipun.
Selama 10 tahun terakhir ini, markasnya menjadi zona bebas polisi.
Saya nggak peduli siapa di belakangnya, dan seberapa besar pengaruhnya!
Karena sekarang dia berani-beraninya menyewakan kamar-kamar di gedung apartemennya.
Sebagai tempat persembunyian bagi semua penjahat yang kita buron.
Tugas kita sederhana.
Kita masuk, tangkap dan seret dia keluar.
Siap!
Tama tidak sendiri.
Info intelijen yang saya dapatkan, terdapat lab narkotik yang cukup besar.
Dan sejumlah massa yang rela melakukan apa saja untuk melindungi tempat itu.
Dia punya dua orang kepercayaan.
Satu bernama Mad Dog.
Anjing gila yang dipungutnya dari jalanan, yang rela melakukan apa saja, dan rela mati demi dia.
Satu lagi bernama Andi.
Otak dari semua bisnis Tama.
Dan dia satu-satunya orang yang bisa memegang ekor Mad Dog. Saya minta waspadai dua orang ini.
Kalau kalian lengah, kalian yang dibantainya.
Hey, tunggu sebentar, ya? Sabar.
Sampai mana tadi?
Fokus yang penting.
Amankan lantai demi lantai.
Semuanya konsen di sasaran tembak masing-masing.
Kenapa kita? Kenapa hari ini?
Kenapa nggak?
Lho, itu pertanyaan yang sah!
Sama sahnya dengan jawaban gua.
Udah selesai?
Bisa saya lanjutin? Yeah? hmm?
Perlu kalian ketahui ini bukan pertama kali tempat itu diserang.
Berulang kali rival Tama mencoba merebut tempat itu.
Akan tetapi selalu gagal.
Perhatian!
Orang-orang yang kita hadapi ini adalah orang-orang yang sudah terlatih, yang sudah siap perang.
30 detik!
Cek kembali perlengkapan!
Saya tidak mau ada satu pun bangku kosong saat kita pulang nanti.
Ayo! Kita bersihkan sampah kota ini!
- Pagi, Pak! - Pagi.
Siapa mereka?
Mereka anggota baru. Tanggung jawab saya. Saya jamin. Nggak bakal ganggu.
Tapi kamu tidak lupa 'kan dengan tugas kita?
Letnan, untuk meng-cover daerah seluas itu,
seharusnya Anda tahu, kita butuh pasukan lebih.
Luas juga dengan kesalahan. Mereka ini pemula!
Ini bukan tempat latihan!
Oke. Saya taruh mereka di belakang.
Di belakang? Paling belakang!
Pecah grup menjadi dua. Saya akan masuk dari pintu utama.
Cari jalan alternatif. Kita ketemu di gerbang. Ngerti?
- Letnan Wahyu, Anda ikut saya. - Siap.
Lumpuhkan.
B3 aman.
Ayo! Kita naik sekarang!
Diam! Jangan bergerak!
Apa-apaan nih?
Saya harus ke atas.
Kamu ke laut pun saya juga tidak perduli!
Istri saya sendirian di atas. Dia udah nunggu obat ini.
- Jadi saya harus ke atas. - Udah!
Sekali lagi Anda melangkah, itu adalah langkah terakhir Anda!
Apa-apaan ni?!
Udahlah.
Bowo, cukup!
Mau jadi jagoan?!
Silahkan. Jangan dekat-dekat!
- Kamar Bapak nomor berapa? - 726
Tenang. Nanti saya antar ke kamar.
Tapi Bapak tetap harus tenang, sampai area ini aman.
Terus, bagaimana dengan istri saya di atas?
Saya ngerti, tapi bapak tetap harus tenang.
- Omong kosong! - Dengar!
Pilihannya hanya dua. Sama saya,
atau dia.
Oke, semuanya!
Kita masuk sekarang!
Lu awasin dan tempel dia terus!
Aman!
Ikat dia!
Bangsat!
Jangan bergerak!
Jangan tolol, dik!
Diam di tempat kamu!
Ya, bagus.
Sekarang...
Tunggu!
Polisi!
- Bapak lihat itu perlu?! - Itu perlu!
Sersan!
Masih ada satu lagi!
Anjisss!!
Polisi!
Masalah?
Mereka sudah sampai.
Matikan semua komunikasi. Kunci semua akses.
Gue pingin ajak tetangga untuk main.
Ada tamu. Tahu harus bagaimana?
Aku ambil yang kiri, kau ambil yang kanan. / Oke.
Sekarang...
Tahan! Biarkan dia berteriak.
Keadaan di luar aman.
Ini berita bola. Semalam. Seru juga tuh semalam pertandingannya.
Saya ini penggemar sepak bola sejati.
Jadi semua tontonan ..
Tolong! Mereka mau membunuh saya!
- Berhenti! Jangan bergerak! - Tolong! Mereka mau membunuh saya!
Jangan bergerak!
Lantai lima aman.
Ayo tangkap mereka! Fokus!
- Kita tetap dalam 1 barisan! Lebih waspada! - Baiklah.
- Letnan, Anda ikut dengan saya! - Siap!
Rama biarkan dia! Kembali ke barisan!
Kijang 1, Kijang 1. Jaka di sini. Masuk.
Semua yang mendengar ini. Sersan Jaka di sini. Masuk!
Mereka sudah mati.
Selamat pagi, teman-teman!
Mungkin Anda sudah mendengar, kita kedatangan tamu tak diundang.
Bukan saya yang mengundang. Dan tentunya mereka tidak kita terima di sini.
Demi kepentingan kita semua..
Anda bisa memberikan bantuan Anda dalam mengusir kutu-kutu ini.
Dan Anda akan mendapatkan imbalan...
...tinggal tanpa biaya.
Anda bisa menemui tamu tak diundang ini di lantai enam.
Selamat bekerja!
Dan jangan lupa bersenang-senang.
Letnan, kita butuh bala bantuan sekarang.
Kita masih bisa menangani ini sendiri.
Dengan segala hormat, Letnan, bajingan ini akan membakar kita hidup-hidup kalau tetap begini.
Kita butuh backup sekarang!
- Tidak mungkin! - Apanya yang tidak mungkin?!
Penyerbuan ini bukan..
Siapa saja yang tahu kita di sini?
Apa yang sudah Anda perbuat, Letnan?
Kita sendiri.
Sersan!
Tetap di sini.
Sekarang!
Semuanya mundur!
Bergerak!
- Kerjaan apa lagi yang lu buat, hah?! - Sini lu!
Lihat itu.
Lu gila ya?
Ngomong apa lu?
Ini urusan gua. Gua yang urus.
Lu pake otak lu.
Kalo bekingan datang gimana, hah?
Lu nggak bisa nembak polisi. Polisi lu bayar! Kelar!
Emang lu pikir mereka kemari buat minta duit?
Nggak akan ada bantuan. Nggak ada bukti apa-apa.
Nggak ada bedanya dengan usaha takeover yang sudah-sudah.
Pokoknya nggak ada cerita. Kita libas mereka semua.
Yakin?
Gue udah tahu siapa dalangnya.
Bangsat tua ini!
Berani betul dia masuk di kerajaan gua.
Mundur! Semua mundur! Hanggi, dobrak pintu!
Aman!
Segera tutup!
Jangan!
Anjing!!
Tinggalkan tempat ini sekarang!
Ari, kapak!
Sersan!
Ayo!
Jaka!
Tunggu!
Mereka telah datang!
Keluarkan gue dari sini!
Alee, Alee!
Dagu!
Begitu kulempar, putar cepat. Satu, dua, tiga.
Apaan nih?
Sekilas info dengan siapa kita berhadapan.
Seberapa parah?
Terlokalisir. Cuma 2 kamar.
Lumayan.
Dan sekitar 30 orang yang ngontrak
mati berantakan.
Cek kamar di mana mereka tinggal.
Ambil barangnya.
Kebayar.
Turun. Bawa pasukan. Beresin semua.
Siap.
Lu lewat tangga, gue naik lift.
Kita ketemu di lantai tujuh.
Tomi, Angga, ikut dia.
Nggak usah!
Ikut.
Ikut.
No comments yet. Be the first to leave one.