Temporada 2

Información d'a versión

Aharen-san wa Hakarenai S02
Un comentario de Black Hole

Etiquetas

bluray
Publicau o: 2025-10-22
Descargas: 21
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 197 linias.

Selamat pagi.

Aku mau membantu juga.

Ya, tolong.

Kak Reina.

Selamat pagi.

Sarapan pagi ini,

apa?

Kali ini kelasku ingin melakukan musikal untuk pertunjukan kelas.

Jadi, aku berlatih begitu.

Musikal.

Hari ini

karaage kesukaan Ren dan

tumis burdok.

Kak Reina menarik! Aku ingin melihat lebih lagi.

Ya. Aku benar-benar merasakan bakatmu.

BUKANNYA MUSIKAL?

Tamanaha, selamat pagi.

Selamat pagi.

Raidou.

Selamat pagi, Raidou.

Bagaimana kabarmu?

Aharen tiba-tiba mengajakku ngobrol dalam nada musikal.

Tidak, ini bukanlah hal yang mengejutkan.

Lagu dan tarian yang dilakukan dalam musikal

adalah ekspresi perasaan dan persuasi.

Sering digunakan untuk menyampaikan pesan pada orang lain dengan penekanan yang kuat.

Hal itu bagi Aharen yang suaranya kecil dan kurang ekspresif

adalah caranya untuk mengungkapkan ekspresinya.

Tapi kenapa?

Ketika melihat lagu dan tarian Aharen,

aku pun merasa seperti diriku tertarik ke dalam dunia musikal.

Aharen.

Tidak usah khawatir.

Kabarku hari ini,

sangat baik.

Aharen senang.

Ternyata memang musikal adalah hal yang efektif.

Hei, selamat pagi, Raidou.

Selamat pagi.

Selamat pagi, kalian berdua.

Aku sama sekali belum belajar untuk tes besok.

Kami akan mengerjakannya sebisanya saja.

Kami juga.

Sama sekali tidak bisa.

Ah, senangnya.

Ooshiro, selamat pagi.

Hari ini cuacanya bagus.

Tapi menurut ramalan, cuaca siang nanti akan hujan.

Akan jadi dingin sedikit.

Eh? Ada apa dengan alur ini?

Seram, sebaiknya aku tidak mendekat.

Kalau begitu, mari kita mulai pelajaran sastra lama.

Silakan keluarkan kertas print kalian.

Gawat, aku lupa.

Aharen.

Karena aku lupa dengan kertas print-ku,

tolong tunjukkan padaku.

Tidak usah khawatir.

Kita dekatkan kursi kita, lalu kita lihat bersama.

Mereka berdua mengobrol lewat lagu.

Ini adalah Puisi Jepang lama!

Pada zaman Heian,

ketika dibacakan puisi menggunakan lagu, maka harus dibalas dengan lagu.

Mereka menggantinya dengan lagu modern dan menjadikannya musikal.

Bagai pria dan wanita bangsawan zaman Heian.

Ini adalah kedekatan Newyork Broadway!

Bu Guru!

Beratnya.

Seharusnya aku tidak sok dengan bicara mau membawanya sendiri saja.

Bu Guru.

Apakah kau baik-baik saja?

Kalau tidak keberatan biar kami saja...

Yang membantumu.

Baiklah.

Wah, aku terbantu.

Dengan begini, akan sempat untuk seminar nanti siang.

Sama-sama.

Kalau begitu, sampai jumpa saat pelajaran.

Aharen.

Aharen berubah menjadi wujud bangsawan.

Dan wangi mawar ini...

Ah, ada apa, Raidou?

Bangsawan.

Aharen memang sedari awal adalah bangsawan yang bergaya tinggi.

Itu berawal dari wangi mawar.

Lalu muncul begitu saja secara natural.

Baiklah, ayo kita kembali ke kelas.

Kalau aku sedekat ini dengan Aharen yang begitu,

wanginya akan menempel padaku juga dan aku pun akan menjadi

bangsawan.

Soal ini seharusnya dikerjakan seperti ini.

Hari ini,

aku akan mengajak untuk makan bersama

pada Ahachan, tapi...

Aku merasakan hawa yang membuat tidak semudah itu untuk mengajaknya.

Raidou, kalau kau tidak keberatan, mari kita makan siang bersama?

Aku senang kau mengajakku.

Tapi hari ini aku tidak menyiapkan bekal.

Ah, kalau begitu, ayo kita beli roti di kantin sekolah.

Dengan senang hati.

"KANTIN" Hei, hei, jangan dorong!

- Bibi, aku mau sandwich tunamayo! - Aku onigiri salmon dan cheeseburger!

Aku roti yakisoba!

Aku juga! aku juga!

Lumayan ramai juga, ya.

Ya.

Ya, maaf.

Kalau begitu, biar kubeli roti.

SEMUA JENIS ROTI TERJUAL HABIS

Tidak mungkin.

Kalau begini,

aku akan kelaparan dan kehabisan tenaga.

Tidak usah khawatir. Kalau tidak ada roti, kue saja.

Tidak, kau masih bisa makan nasi.

Terima kasih, nasi yang terlihat sangat enak.

Tapi aku tak bisa menerimanya.

Karena itu adalah nasi berharga milikmu.

Kau yang lebih penting dari apa pun,

tidak mungkin akan kukorbankan begitu saja.

Aku mengerti dengan keputusanmu.

Tapi

apa pun yang terjadi padaku tidak masalah.

Karena bagiku kaulah yang berharga.

Ah! Reina!

Raidou!

Kalau begitu, kita makan nasi ini berdua.

Mari kita bagi bersama!

Betapa berharganya mereka satu sama lain.

Inilah cinta sejati.

Kalau kalian tidak keberatan...

Roti kami.

Nasi kami.

Silakan kalian makan!

Perasaan untuk mengorbankan diri sendiri bagi pasangannya.

Menjadikan orang-orang yang asalnya terpisah menjadi satu.

Ini adalah...

Kedekatan ala revolusi renaisans Prancis!

Musik itu adalah hal yang luar biasa, ya?

Ya, benar sekali.

Musikal ternyata memiliki kekuatan menggerakkan hati manusia sebegininya, ya.

Selain itu, melihat perawakan dan pergerakan Aharen hari ini...

Sudah tidak diragukan lagi dia adalah seorang bangsawan.

Lalu aku mengerti.

Aku pun seorang bangsawan.

Kalau begitu,

ada masalah besar yang dimiliki oleh para bangsawan.

Itu adalah

pernikahan politik.

Harus saling berikrar janji yang tidak diinginkan.

Cinta yang bebas sudah pasti tidak diperbolehkan.

Aku harus melakukan sesuatu.

Tidak ada!

Puding yang kusimpan tidak ada!

Aku pulang!

Kakak, kau pasti makan pudingku seenaknya, ya.

Ini adalah hal yang sangat gawat.

Tapi aku memiliki lagu yang bisa menggerakkan hati orang lain.

Adik perempuanku.

Puding yang hanya tersisa satu.

Sudah kumakan habis.

Dosaku itu

tolong maafkan!

Dia tidak bisa bicara saking terharunya?

Memang luar biasa musikal itu.

Jahat! Padahal aku sudah menyimpannya baik-baik! Dasar tidak tahu diri!

Lalu malah bernyanyi nyanyian yang menjijikkan.

Sudah, aku tidak mau tahu! Aku benci kakak! Dasar kakak bodoh!

Aku pulang.

Ah, kau sudah pulang.

Ini silsilah keluarga yang kau minta.

Aku minta dari kakek lewat surel.

Ini.

Terima kasih.

SILSILAH KELUARGA RAIDOU RAKYAT JELATA

Ternyata rakyat jelata, ya?

Sudah mau tes akhir semester, ya.

Iya, ya.

Bagaimana? Kau percaya diri?

Sama sekali tidak.

Aku akan melakukannya.

Belajar bersama teman sepulang sekolah yang kuidamkan.

Karena pertemananku dengan anggota ini sudah meningkat.

Tidak akan aneh kalau muncul kejadian begitu.

Maka dari itu, kali ini aku yang akan mengajak mereka.

Hei.

Kan sudah dekat tes, bagaimana kalau kita belajar bersama?

Belajar bersama?

Kalau tidak mau sih, tidak apa.

Boleh.

Kami juga sudah berniat untuk belajar.

Berhasil!

Syukurlah aku memberanikan diri!

Baiklah, mumpung begini...

Satou dan Ishikawa juga mau ikut belajar bersama, tidak?

Aku juga?

Ya, tentu saja. Ayo kita lakukan bersama.

Aku...

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left