As primeras 200 linias.
Mati itu tidak mudah.
Tubuh kita dirancang untuk bertahan hidup...
Tengkorak yang tebal...
Jantung yang kuat...
Indra yang tajam.
Pagi.
Pagi. Mm.
Dan saat tubuh kita mulai rusak...
Obat mengambil alih.
Pagi, Kim, Sean. Bagaimana keadaanmu?
Sudah siap.
Hari ini adalah harinya.
Bagaimana keadaanmu?
Baik.
Dokter bedah itu cukup arogan untuk berpikir...
Bahwa tak ada yang tak bisa kami selamatkan.
- Hei, kau butuh konsultasi? - Uh, Kim Allan.
Dia menderita kanker paru-paru besar stadium IV.
Aku mengangkat kanker kedua dari paru-paru kanannya
sekitar dua bulan lalu, tapi hasil tesnya menunjukkan kalau
kankernya sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan hati-nya.
Dia masuk kembali ke rumah sakit karena terkena paru-paru basah.
Aku sudah mengeluarkan sebanyak mungkin cairan,
- tapi dia masih kesulitan bernafas. - Sayang sekali. Kau harus
- mengintubasinya? - Dia tidak menginginkannya.
Kau harus merawatnya dengan pengurang sakit.
Aku tidak melihat hal lain yang bisa kita lakukan untuknya.
Dia ingin kita membantunya mati.
Seperti yang kubilang, mati itu tidak mudah.
Karena negara bagian memerlukan tanda tangan dua orang dokter,
Aku sudah meminta Dr. Hunt untuk meninjau data-mu.
Oke.
Prognosisnya menunjukkan hidupnya kurang dari enam bulan lagi.
Aku sudah memberitahukan pilihan perawatan yang ada.
Dia sudah bertemu dengan psikolog yang menetapkan
bahwa dia sehat secara mental.
Dan ini bisa menjadi permintaan lisan kedua-nya.
Oke.
Kau harus mengatakannya.
Negara bagian Washington menentukan aku harus mendengamu memintanya dua kali
dengan jarak paling tidak 15 hari.
Aneh sekali. Seolah-olah aku sedang melamar untuk mati.
Yah, kalau kau ragu-ragu...
Kau lihat bagaimana parahnya tadi malam.
Ini hanya akan bertambah parah.
Aku ingin mengakhiri hidupku
melalui bunuh-diri dengan bantuan dokter.
Permisi. Um...
A... aku akan lihat ada apa.
Dr. Altman.
Berapa lama waktunya...
untuk mati... setelah aku minum barbiturates-nya?
Apa kita bisa tidak membicarakan ini?
Hanya saja, um...
Kita belum sampai disana.
Kita sudah sampai, Sean.
Sudah sampai.
Kim, menjawab pertanyaanmu...
sekitar 45 menit.
Perlu kira-kira 45 menit untuk mati.
Tiga kali kencan, tanpa seks. Cuma obrolan.
Apa kalian tahu berapa banyak yang bisa kau ketahui soal seseorang
kalau kau tetap berdiri tegak?
Misalnya aku yakin kalian tidak tahu kalau Teddy benci dengan kata "lembab."
Benar-benar benci. Lebih suka kalau orang-orang menyebutnya "basah."
Kalian dengar?
Aku bertumbah lagi. Aku, seperti, bertumbuh.
Dia membuat tulang rawan dari nol.
Dia agak sibuk akhir-akhir ini. Super seksi.
Aku akan terlambat.
Daah.
Dia tidak mau punya anak.
Arizona tidak mau punya anak... di rahimnya, di rumahnya, sama sekali.
- Dia memberitahuku. - Kau bilang apa?
Tidak ada. Maksudku, hubungan kami sangat hebat.
Aku tidak mau merusaknya dengan menjadi wanita
- gila putus asa dengan rahim yang tidak sabar. - Lebih baik daripada jadi wanita gila tanpa anak
yang duduk di taman bermain memandangi anak-anak bermain.
Ada hukumnya untuk orang-orang seperti itu.
Kau harus memberitahunya.
Baiklah, jadi di kuartal ketiga,
tingkat pengumpulan dana kesehatan berapa persen, tadi?
Hei. Bisa permisi sebentar?
Kau punya 30 detik.
Oke, wanita ini datang ke E.R. dengan sakit di perutnya.
Dia sudah mengalaminya hilang dan timbul selama enam bulan.
Dan banyak dokter memberitahunya
- penyakitnya antara bisul atau radang perut. - Baiklah, langsung ke intinya. Kau punya 15 detik.
Oke, jadi terpikir olehku bahwa mualnya mungkin disebabkan
- oleh pergeseran posisi... - Cairan Spinal Otak. Oke. Tumor otak. Mengerti.
Benar, tapi bukan sembarang tumor otak.
Maksudku, dia punya ependymoma yang besar dan indah.
- Jadi Shepherd Bayangan... - Dr. Nelson.
Oke, Shepherd Bayangan akan melakukan
pengangkatan di dalam otak...
- Dan aku membantunya, dan mungkin aku yang mengangkat tumornya. - Cuma itu?
Baik. Maaf gangguannya.
Jadi sampai dimana? Persentasi, kuartal ketiga dana kesehatan...
Berapa tingkat pengembaliannya?
Berapa lama?
- Dua menit. - Nicole, kan?
Tiga orang menunggu ambulans?
- Pasti Nicole yang menyetir. - Apa kau pernah lihat bokongnya?
Bung, aku ingin bercinta dengannya.
Pagi, chief?
Maaf soal itu, chief. Saya...
Tidak apa-apa. Dan, um, aku bukan chief.
- Hei, Nicole. - Hei.
Nick Kelsey, 32, cedera karena ski dari atas helikopter.
- Tanda vital stabil. - Bukan karena helikopternya.
- Tapi karena longsornya. - Yang manapun tetap saja bodoh.
Dia punya dua teman idiot lagi yang sedang menyusul,
tapi dialah yang terparah...
luka patah terbuka di tibia kiri dan retak pinggul kiri.
Kau lihat apa, chachi?
Ada apa? Kita sedang ditengah konsultasi.
Kau adalah dokternya. Kau seharusnya tidak mendorongnya melakukan itu.
Aku menawarkannya pilihan. Aku memberitahunya soal pilihan ini.
Dia tidak mau mati perlahan-lahan
terhubung dengan banyak mesin
atau diberi begitu banyak obat, sampai sama saja seperti sudah mati.
Dan harus kukatakan, aku tidak menyalahkannya.
- Ini adalah tindakan belas kasihan. - Oh, "tindakan belas kasihan"? Kau membunuhnya.
Kau harus sadar, bahwa dengan menuliskan resep itu,
Kau membunuh wanita itu.
Baiklah, kalau begitu.
Aku akan cari orang lain.
Awas. Awas. Siap-siap!
- Kau harus melatih operanmu, Hunt... - Oh, yeah?
Tukang monopoli bola. Yah, kau harus banyak berlatih lagi!
Owen, posisi jam 4-mu! Oh!
- Ayo! Ayo! Ayo, ayo! - Tidak mungkin, mayor!
- Ambil! Ambil! Ambil! - Oke, awas, awas, awas!
Ayo! Ayo! Aku dapat. Aku dapat. Whoo!
Whoo-hoo-hoo! Yeah...
Oke. Sudah, sudah. Sudah, kalian berdua.
- Kami cuma ketinggalan 3 gol. - Oh, yeah, karena kau payah.
- Bawahan tidak sopan. - Oh, sir, kau payah, sir.
- Maksudku, Dan. Ayolah, itu benar. Kau bermain seperti nenekku. - Terserah.
Siapkan alat tempur kalian. Waktunya kerja.
Owen, ayo.
Aku harus mengurangi pergeseran pergelangan kakinya.
- Berikan dia 10 dosis morfin. - Aku harus tangani radang dinginnya.
- Nick, kau suka ujung-ujung jarimu? - Ya, tolong.
- Kau lompat dari helikopter dengan ski? - Yeah. Kau tak bisa dapat yang seperti itu ditempat lain.
Aku melihat cairan disekitar ginjalmu.
- Kami harus melakukan C.T. pada perut anda. - Lakukan yang kau perlukan.
Aku dan anak-anak akan berlari dengan banteng
di Pamplona tahun depan. Harus bisa berdiri tegak.
Hei, Phil!
Suruh dokter-dokter itu untuk menyembuhkanmu
supaya kau bisa berlari dengan banteng tahun depan.
- Kau orang yang aktif. - Setahun sekali. Lebih baik daripada tidak sama sekali.
- Setahun sekali, kami hidup seperti laki-laki. - Kau hampir mati seperti laki-laki.
Dalam hitunganku. Satu, dua... tiga.
Bom mobil besar menyapu setengah unit mereka.
Mereka mencoba evakuasi,
- tapi kebakarannya jadi kacau. - Luka tembak di perut.
Stabilkan dia sampai kita bisa membawanya ke O.R.
- Ambilkan perban basah dan penghambat luka. - Semuanya habis!
Oke, uh, handuk basah dan, uh...
Itu.
Kita tutup lukanya dengan ini.
Gekko, berikan gulungan plester 2 inci itu.
Aku butuh laryngoscope, selang E.T. Aku perlu lakukan intubasi.
- Oke, selesaikan ini. - Ya, sir. Saya kerjakan.
Pupil statis dan melebar.
- Dia sudah pergi. Siapa lagi? - Sebelah sini, sir.
Kolonel Mooney, sir. Badai pasir datang.
- Komando memerintahkan untuk mundur. - Kau bercanda. Kapan?
Sekarang, sir.
Baiklah. Semua, amankan pasien kalian.
- Pasienku hampir stabil. - Kau akan ikut dengannya di heli evakuasi.
Bawa juga pasien amputasi dan trauma kepala-ku.
Hunt, kita bawa pasien luka tembak-mu di A.P.C.
- Ayo bergerak. - Kau ingin aku yang pergi?
- Tidak, aku tidak apa-apa. - Kau benci helikopter.
Aku tahu. Aku baik-baik saja.
Sampai jumpa di sana.
Sampai jumpa di sana.
Apa kita lakukan scan dulu?
Lihat kerusakan apa yang terjadi kalau-kalau kita butuh O.R.?
Dia mengalami memar di perutnya.
Yeah, yeah, oke. Kau... kau tangani ini.
- Uh, bawa dia ke C.T. - Segera, dokter.
- Hei, kenapa kau tidak terluka di longsornya? - Oh, aku tidak lompat dari helikopter.
Aku sudah siap melompat saat longsornya terjadi.
Kau melewatkannya, Tommy. Longsornya luar biasa.
Yeah, Tommy, luar biasa!
Yeah, Tommy. Luar biasa.
Uh, Dr. Altman bilang kau meminta
obat penahan sakitnya diturunkan.
Obatnya membuat penglihatanku kabur.
Aku tidak mau penglihatanku kabur hari ini.
Apa dia sudah memberitahumu?
Bahwa kau akan pulang? Yeah.
- Oh, aku berubah pikiran. - Apa?
Bukan, bukan, bukan soal... aku hanya...
Aku ingin melakukannya disini... di rumah sakit.
Aku tidak ingin Sean harus mengurusi mayatku setelahnya.
No comments yet. Be the first to leave one.