As primeras 200 linias.
Persembahan BMCI Jatim & Nitnut Radio
Diterjemahkan oleh Ananda Rizki Chauhan Salam Alumni Fakultas Sastra Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Tolong!
Pak, siapa korban yang diculik?
Muthu!
Muthuraman! -Ya, pak?
Jam berapa? - Pasti sekitar satu jam yang lalu, pak.
Apakah ini gadis yang diculik tadi malam?
Ya, pak. - Kau yakin?
Ya. Tanda di pembunuh ada di sana.
Pak!
Aku di TKP, pak.
Ya, pak. Kepalanya hilang.
Mereka di jalan, pak.
Pak! - Baik, Pak.
Ibu, Ibu, tolong mundur.
Pak, izinkan aku memeriksa apakah ada tahi lalat di kakinya.
Sumathi!
Sumathi! Itu bukan Rupa kita, kan?
Ya Tuhan!
Pendengar Vanakkam. Ini teman kalian, Dagini.
Tamu kita dalam acara hari ini adalah...
...seorang Wanita terpenting dari Tamil Nadu.
Seorang Psikiater dari wilayah Coimbatore. Kami akan berbicara dengan Dr. Susheela Madhavan hari ini.
Salam Vanakkam, Bu! - Salam!
Sudah ada 13 pembunuhan, Bu.
Wanita diculik.
Kemudian di pagi hari,...
...mayat mereka diperlihatkan di beberapa daerah te rpencil.
Tapi tanpa kepala mereka.
Itu aneh, Bu. Bagaimana menurutmu... - Piala.
- Piala? - Ya.
Pembunuh Berantai sedang berburu!
Begitu perburuan berakhir, dia seperti butuh sesuatu dari mayatnya.
Bisa jadi alas kaki, tas tangan, perhiasan, pakaian, pakaian dalam korban, atau bagian tubuh korban.
Itu medalinya. Penghargaannya.
Bagi pembunuh berantai ini, itu adalah kepala wanita.
Apa yang akan dia lakukan dengan itu? - Ini permainan fantasi.
Dia bisa bicara, tertawa, bersenang-senang...
...atau marah dengan kepalanya.
Kemarahannya terhadap korban belum berakhir.
Tidak satu pun dari 13 wanita yang diculik mengalami pelecehan seksual. Mengapa?
Dia tidak suka seks.
Atau mungkin dia tidak bisa berhubungan seks.
Jadi, apa perbedaan antara psikopat dan pembunuh berantai?
Mereka sama.
Tidak ada manusia yang berhak membunuh orang lain karena sembarangan alasan!
Dan jika seseorang membunuh, itu berarti kemanusiaannya hilang dan telah digantikan oleh kekejaman.
Makhluk liar itu disebut psikopat.
Lalu bagaimana dengan pembunuhan yang dilakukan atas nama kasta, agama atau kehormatan?
Semuanya terpengaruh secara psikopatologis.
Jika pria di sebelah terus memukuli istrinya selama 3 tahun, dia psikopat.
Orang tua yang membunuh putri mereka sendiri karena menikah di luar kasta, mereka juga psikopat.
Seseorang yang membunuh seseorang dari kepercayaan lain atas nama agama juga dianggap sebagai psikopat.
Itu pencerahan.
Terima kasih banyak, Bu.
Ini ada sesuatu untuk kalian. 'Menangkap Pembunuh'.
Kalian dapat melihat halaman Twitter ini dan membagikan pendapat kalian.
Jika kalian bertemu orang yang mencurigakan, kalian dapat memberi tahu polisi.
Halo, Bu.
Dia putriku. Duduklah.
Sutra intan mungkin terlihat seperti buku.
Tetapi itu benar-benar tubuh Buddha.
Itu juga tubuhmu, tubuhku, semua tubuh yang mungkin.
Tetapi itu adalah tubuh tanpa apa pun di dalam dan tidak ada di luar.
Bagaimana dia tahu kau datang ke perpustakaan?
Dia tahu seluruh rutinitasku, Ayah.
Katakan saja padanya untuk berhenti mengganggumu.
Aku sudah katakan padanya 3 kali. Tidak ada gunanya.
Apakah kita mengacau, nak?
Gucci Blue. - Apa?
Parfumnya, bung.
Kau selanjutnya. Ayo, Shakthi.
Apakah kendaraan itu diparkir di sini? - Ya pak....
Siapa yang bilang kendaraan itu ada di sini? - Pembantuku memberitahuku.
Kapan dia melihatnya?
Saat dia pulang bekerja. - Jam berapa dia melihatnya?
Sekitar 3.15 atau 3.30, pak.
Kapan putrimu meninggalkan rumah?
Tepat jam 3 sore.
Apa kau meneleponnya saat kau melihat kendaraan itu di sini?
Ponselnya tidak aktif.
Thangapalam. - Ya Pak.
Adakah kendaraan lain yang diparkir di sini saat itu?
Aku bertanya pada semua orang di daerah ini.
Sepertinya tidak ada yang tahu apa-apa, Pak.
Apa si pembunuh menculik gadis itu di siang hari bolong?
Apakah tidak ada orang di jalan? Apakah mereka bertelur di rumah?
Mereka semua menonton Big Boss di rumah.
Ayolah!
Pak, tolong temukan pembunuh putriku.
Aku perlu bertanya sesuatu padanya, pak.
Aku ingin bertanya padanya mengapa dia membunuh putriku.
Pak, mari. - Mengapa dia bernyanyi, pak?
Akan kuberitahu padamu. Mari.
Di mana tanaman kaktus? - Di sana.
Pertama kali kita datang ke peternakan ini, kan?
Bagus kan? - Lihat itu.
Ini adalah kebun terbaik di kota, nak.
Tanaman di depanmu disebut Confuscia Daginia.
Jika kau memetik bunga darinya, semua keinginanmu akan terkabul.
Di mana itu, bung? - Maju.
Tangkap.
Permisi!
Maaf, Bu.
Temanku buta. Tolong biarkan dia berdiri di sini.
Tentu saja dia bisa. Silakan.
Ayo, Kita sudah dapat izin.
Terima kasih. - Maju. Terima kasih.
Terima kasih.
Haruskah kau terus di belakangnya seperti ini?
Dia akan segera berada di depan, Pak.
Teman! - Ya Bung?
Pemimpin orkes musik, Zubin Mehta, menelepon. Kau mau menjawabnya?
Astaga!!!
Bung, Dagini tidak apa-apa, kan? - Bedebah kau!
Aku sudah memesan tempat. Bisakah kau memeriksa sistemnya? - Tolong mengertilah, Pak!
Kami tidak menerima konfirmasi apapun dari Anda.
Bagaimana bisa kau mengatakan tidak ada pemesanan?
Tidak, Pak. tak ada kamar yang tersedia.
Maaf! - Pak. / - Ada apa? / - Pak, Sebenarnya...
Semua kamar ekonomi telah dipesan, Pak.
Beri mereka suite eksekutif di bawah harga yang mereka pesan. - Baik. Pak.
Persiapan yang matang, bukan?
Hey, Dagini! Mari, mari!
Siapa yang memimpin orkestra?
Oh, dia? Teman kakakku.
Dia belajar dengan Deepak di kampus? - Ya.
Aku meragukannya.
Berikan ponselmu.
Untuk apa? - Berikan saja.
Berikan ponselku, Bu.
Hey penipu, keluar dari sini!
Aku bicara denganmu. Kau dengar tidak?
Kau tetap berdiri di sini? - Dagini.
Turun dari panggung. Turun dari panggung.
Apa yang kau perbuat, Dagini? - Dia penipu, ayah. / - Mengapa kau lakukan ini?
Apa yang kau lakukan? Dia teman kakakku.
Bohong. Dia berbohong padamu.
Mengapa kau masih di sini? Keluar.
Keluar dari sini. -Dagini, cukup! Kemarilah!
Kemari, aku bilang. - Lepaskan aku, Ayah.
Dagini! - Keluar!
Apa yang kau lakukan?
Mengapa kau melakukan hal ini? Ayo!
Duduk!
Haruskah kita pergi, bung? - Ke mana?
Kita tidak bisa pergi ke mana pun. Kau berbohong di sini, kan?
Sekarang naiklah ke panggung dan katakan sebenarnya. Ayo!
Di mana, bung? - Ayo ikut.
Di sini, duduk.
Duduk.
Ini, mainkan dan bernyanyilah.
Bernyanyilah tentang cintamu.
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Yaaro avaloo Enai theendum kaatrin viralo Siapa dia, angin yang membelaiku...
Yaaro avaloo Thaalaattum thaayin kuraloo Siapa dia, suara ibu yang menidurkanku...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Vaasam osai Ivai dhanae endhan uravae... Oh... Aroma dan suara samar adalah satu-satunya keluargaku...
Ulagil neenda Iravendraal endhan iravae Malam terpanjang di dunia
Kannae unnaal ennai kanden Karenamu, aku menemukan diriku...
Kannai moodi kaadhal konden Aku menutup mata dan jatuh cinta...
Paarvai ponaalum Paadhai needhanae Meskipun aku tidak bisa melihat, kau adalah jalan yang aku cari...
Kaadhal thavira unnida solla Edhuvum illai Untukmu, semua kata cinta harus kuungkapkan.
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Ezhu vannam Ariyaadha ezhai ivanoo Apakah dia seseorang yang tidak tahu kekayaan warna?
Ullam thirandhu Pesaadha oomai ivanoo Apakah dia seseorang yang tidak tahu bagaimana membuka hatinya?
Kaadhil ketta vedham neeyae Kaulah kitab suci yang bergema di telingaku...
Deivam thantha deebham neeyae Kaulah cahaya terbaik yang dimiliki oleh Yang Maha Kuasa...
Kaiyil naan yendhum Kaadhal needhaanae Kaulah cinta yang kupegang di tanganku...
Neeyillaamal kanneerukkul Moozhgippoven Tanpamu, aku akan menangis...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Yaaro avaloo Enai theendum kaatrin viralo Siapa dia, angin yang membelaiku...
Yaaro avaloo Thaalaattum thaayin kuraloo Siapa dia, suara ibu yang menidurkanku...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Dia menarik bajumu dan mendorongmu di depan semua orang!
Hebat sekali gadis itu! - Jangan bicara buruk tentang Dagini.
Apa maksudmu? Kau tak pernah belajar.
Kau sangat mencintainya. Dia tidak memahami itu semua.
Bagaimana dia bisa mengerti semua ini?
Seperti setiap pria lain, aku ada di belakangnya.
Pada hari dia menyadari aku akan menyerahkan hidupku untuknya, dia akan menerima cintaku.
Kakak! - Ya?
Bisakah kita menunggu sebentar? - Untuk apa?
Dagini pasti akan datang.
Maafkan aku.
Gautham!
Aku sungguh minta maaf. - Tidak apa-apa, Dagini.
Aku tidak tahu kau akan jatuh.
Sudah lama sejak aku jatuh, Dagini.
Mengertilah, Gautham.
Aku tidak bisa mengasihani dan mencintaimu hanya karena kamu buta.
Aku tidak memintamu untuk mencintaiku. Aku hanya mengatakan bahwa aku mencintaimu.
No comments yet. Be the first to leave one.