As primeras 200 linias.
Mumbai, 1986.
Saat Bachchan berada di puncak kejayaannya sebagai superstar
dan jalanan di Mumbai dikuasai oleh preman,
hanya ada satu nama yang ditakuti para preman itu.
Kepolisian Mumbai.
Pada masa ini, tak sedikit pemberani di Kepolisian Mumbai
yang berhasil menuntaskan banyak kasus mencengangkan.
Ini adalah kisah dari salah satu kasus tersebut.
Sebuah kisah nyata, tapi seperti fiksi.
Kisah ini terinspirasi dari kejadian nyata,
tapi tampak seperti dongeng.
PEMERINTAH MAHARASHTRA PROGRAM SUSU MUMBAI RAYA
Paman Joshi.
Apa kabar?
Hei, Zende.
Hari ini kau tugas di rumah?
Paman Joshi, kalau ingin membuat komisaris di rumah senang,
harus begini caranya.
Paman pun punya banyak pengalaman.
Salam! Buletin Berita khusus.
Sumber memastikan bahwa penjahat yang paling dicari Interpol,
Pembunuh Baju Renang, Carl Bhojraj,
melarikan diri tadi malam dari Penjara Tihar di Delhi.
Hei, Zende?
Ke mana dia?
- Dah, Ayah. - Dah.
- Dah, Ayah. - Pergilah. Dah.
DI DALAM
Hei, mana susunya?
Susunya kosong, Komisaris.
Kenapa?
Hari ini kerbau-kerbau minum susunya sendiri.
Belum pukul 07.00, tapi kau sudah pakai seragam?
Aku berangkat.
Hati-hati, ya.
Ada apa?
Namanya ternodai.
Nama siapa?
Nama negara ini.
DI LUAR
15 JAM LALU
16 MARET 1986, PENJARA TIHAR
Pembunuh berbahaya, Carl Bhojraj,
beserta empat narapidana lainnya,
kabur dari Penjara Tihar di Delhi tadi malam.
Berdalih ulang tahunnya,
Carl memberikan para sipir dan narapidana lainnya
seporsi bubur yang telah dicampur obat tidur.
Selain Carl, berikut nama-nama narapidana yang kabur:
David Jones, Lalit Khatana, Ratan Tomar, dan Subhash Tyagi.
Tihar, Sayang!
PENJARA PUSAT NOMOR 4
Hei, masuk!
Mau duduk di pangkuanku?
Ayo, Teman-Teman, kita harus pergi.
Selamat tinggal, Tihar.
BERITA MAHARASHTRA
- Pak. - Hidup India, Pak.
- Patil, ada telepon untukku? - Tidak ada.
- Nanti pasti ada. - Tidak akan, Pak.
Telepon kita mati sejak tadi malam.
Dia kabur dari penjara, tapi kau malah santai dengan telepon mati, Patil?
Tapi, Pak, aku takโฆ
Si Dattu Mane yang tinggal di Gedung Nomor 4. Bawa dia kemari.
Ya, Pak.
Tapi, Pak, Dattu itu tukang pipa.
Saudaranya Babu, yang bekerja di departemen telekomunikasi.
Bawa kemari. Tadi aku pakai bahasa Marathi.
Ya, Pak. Anda bilang begitu. Aku mengerti, Pak.
Babuโฆ Hidup India, Pak.
Hei, Babu, berapa lama lagi?
Aku lebih terburu-buru daripada Anda, Pak.
Tadinya aku mau ke toilet saat Pak Patil menjemputku.
Termasuk embernya.
Anda harus bayar tagihan tepat waktu, Pak.
Hei, dasar bawel. Pergi sana!
KANTOR POLISI AGRIPADA
Pakโฆ
Hei,
kemari.
Tiruan yang bagus, bukan?
Ulangi sekali lagi.
Kalau nada sibuk di telepon? Kau bisa menirukannya?
Dia seniman sejati, ya.
Hei, Parab, bawa dia masuk.
Pukul bokongnya dua kali supaya keluar semua bakat seninya.
Dan dia harus terus menirukan suara itu sampai telepon berdering.
Pak, aku cuma mau melakukan pekerjaan sosial.
Aku juga melakukan pekerjaan sosial.
- Ayo. - Cuma gara-gara hal sepeleโฆ
Pak, aku penasaran, Anda menunggu telepon penting dari siapa?
Dia kabur. Dia!
Pak Patil, tolong pegang.
Oh, ya.
Telepon berdering, Pak. Telepon asli berdering!
Aduhโฆ Pak Patil!
Patil?
Silakan duluan, Pak.
Aku akan menolongnya.
Hei, diam. Kenapa kau ikut-ikutan berdering?
- Hei, bawa dia pergi. - Baik.
Halo, ini Inspektur Zende dari Kantor Polisi Agripada.
Ya.
Ya.
Ya.
Aku akan ke sana, Pak.
Sekarang juga.
MARKAS BESAR KEPOLISIAN MAHARASHTRA
- Zende. - Pak.
Mereka menulis tentangmu di Daily Afternoon .
"Kepolisian Bombay punya sosok yang dulu berhasil menangkap Carl."
Kau pernah menangkap Carl sebelumnya?
Maaf, Swami.
Maaf, Swami.
Pak!
- Jangan pukul aku. Akan kuberi tahu. - Beri tahu aku.
Rencananya merampok kantor Agarwal, Pak.
- Siapa Agarwal? - Rentenir di Jalan Merry Weather.
Siapa namanya?
- Carl. - Carl?
Voilร !
Chanel?
Pilihan yang bagus, Pak Agarwal.
Tolong, Pak.
Bajuku?
Kalau kau tetap bugil,
kau selamat.
Hei!
Jangan menodongkan pistol ke wanita.
Pergi sana.
Parfum yang mana?
Chanel.
Agarwal! Dasar nakal!
Kau layak dapat yang lebih baik.
Paham, 'kan?
Bos, sudah selesai.
Lain kali saja.
Halo, Carl.
- Siapa Carl? - Kau Carl.
Aku bukan Carl.
Kau si Carl keparat.
Tembak dia.
Kalian ditangkap!
Kau ditangkap, Carl.
Kami dapat kabar dari CID
bahwa setelah kabur dari Penjara Tihar, Carl kini berada di Mumbai.
Kau bisa menangkapnya lagi?
Maaf, Pak.
Lima belas tahun lalu, Carl cuma pencuri biasa.
Tapi 15 tahun terakhir, dia melakukan 32 pembunuhan.
Dia sudah lima kali kabur dari penjara, di empat negara berbeda.
Tak semudah itu menangkap Carl sekarang.
Dia buron yang paling diburu Interpol.
Kau tahu apa soal dia, Zende?
Kau dapat peran jadi monyet ketiga Gandhi di film, ya?
Yah.
Mungkin kita salah pilih orang.
Karamchand Virwani Gurmukh Carl Bhojraj.
Ibunya orang Lebanon. Ayahnya orang India Sindhi.
Saat dia masih kecil, ayahnya meninggalkan ibunya
dan ibunya menikah lagi dengan seorang pria Prancis.
Dia tinggal bersama mereka di Prancis selama beberapa tahun.
Dia separuh India, Lebanon, dan Prancis.
Tapi seratus persen penjahat.
Carl selalu menjalani gaya hidup mewah.
Hotel mewah, koleksi pakaian mewah, mobil-mobil mewah.
Dia cuma tahu satu cara untuk mendanai itu semua.
Tindak kriminal.
Wajahnya tampan seperti Dev Anand dan bicaranya manis seperti Rajesh Khanna.
Dia bisa memengaruhi siapa pun, terutama wanita.
Kau tahu, kau mirip dengan Carl.
Penjahat yang kabur dari penjara beberapa hari lalu.
Penerbanganku dari Delhi ke Bombay diisi dua pria.
Mereka punya foto Carl.
Mereka pasti polisi.
Omong-omong,
siapa namamu?
Carl.
Korban pembunuhan pertamanya adalah gadis Amerika bernama Angela Norton.
Dia mencampurkan obat tidur ke minumannya, lalu menenggelamkannya di laut Thailand.
Setelah Angela, ada Rosy.
Setelah Rosy, ada Josephine. Dan banyak gadis lain seperti mereka.
Semua korbannya memakai baju renang.
Karena itulah dia dijuluki Pembunuh Baju Renang.
Dia tercatat melakukan 32 pembunuhan.
Apa motif di balik pembunuhannya?
Uang? Perhiasan? Paspor? Kesenangan? Motifnya bisa berbagai macam.
Dia sudah ditangkap lima kali dan kabur lima kali juga.
Itu sebabnya koran-koran Inggris menjulukinya "Ular".
Ular.
Kau tahu cara menangkap ular, Zende?
Tak peduli seberapa berbisa ularnya, Pak,
garangan selalu menang melawan ular.
Jadi, kau adalah garangan kami?
Tanpa ekor, berkaki dua.
- Tangkap dia, Zende. - Siap, Pak.
Jangan kena ayamku.
Kau kira kau putri duyung?
Lalit, David, kita harus pergi.
- Kita baru bersenang-senang. - Sekarang!
No comments yet. Be the first to leave one.