Pocahontas II: Journey to a New World

Pocahontas II: Journey to a New World

Descargar subtítols en Indonesian

Información d'a versión

Pocahontas II Journey to a New World 1998 WEBRip iTunes
Pocahontas II Journey to a New World 1998 WEB-DL iTunes
Pocahontas II Journey to a New World 1998 1080p WEB-DL DDP5 1 H 264
Pocahontas II Journey to a New World 1998 WEBRip x264-ION10
Pocahontas II Journey to a New World 1998 WEBRip XviD MP3-XVID
Pocahontas II Journey to a New World 1998 1080p WEBRip x264/x265-RARBG
Pocahontas II Journey to a New World 1998 1080p WEB-DL AAC2 0 H 264
Pocahontas II Journey to a New World 1998 WEB-DL SUBPACK-FGT
Pocahontas II Journey to a New World 1998 1080p WEB-DL H264 DDP5 1-EVO
Pocahontas II Journey to a New World 1998 1080p WEB-DL DTS-HD MA DDP5 1 MP4 x265
Un comentario de ChristopherCavco
Indonesian | Official iTunes Subtitle

Etiquetas

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
webrip
BRip
Publicau o: 2021-05-28
Descargas: 79
Ta personas con problemas auditivos: No

Anvista previa d'os subtitulos en Indonesian

As primeras 200 linias.

Masuk.

Tangkap dia!

Dia sudah pergi! Geledah kamarnya.

Ada pesta. Aku diundang?

John Smith, atas nama raja,

kau ditahan karena berkhianat di Jamestown.

Berkhianat? Kalian pasti sedang mencari Ratcliffe.

Dia lari lewat jendela!

Jangan biarkan dia lari!

Kejar dia!

Terima kasih atas kunjungannya.

Ada yang mau ikut dengannya?

Cegat dia!

Aku bisa menangkapnya!

Dia melompat!

Raja percaya ceritaku.

Sayang.

Aku ingin sekali melihatmu digantung.

Aku sudah berusaha semampuku untuk menyelamatkannya.

Maka tewaslah John Smith.

Aku ingin dia hidup-hidup!

Aku juga.

Tapi, Yang Mulia, kau tidak membutuhkannya

untuk memastikan apa yang telah aku sampaikan padamu.

Kita harus menunggu sampai John Rolfe

kembali dengan pimpinan para Indian ini.

Kepala suku itu hanya akan berbohong lagi.

Perang adalah satu-satunya pilihan.

Baiklah, Ratcliffe. Siapkan armadamu.

Tapi kita akan menunggu kembalinya

John Rolfe dan kepala suku Indian.

John Smith sudah lama meninggal.

Sudah saatnya kau melupakannya.

Aku tahu kau benar. Tapi sulit untuk mengucapkan selamat tinggal.

Tanah membeku

Ladang kosong

Dahan merunduk ditiup angin

Burung berpindah agar bisa tetap hidup

Jika salju begitu tebal, beruang tidur

Untuk tetap bisa hidup

Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan

Dan mempercayai rencana mereka

Jika aku mempercayai rencanaku

Mungkin aku bisa tahu

Siapa aku sebenarnya

Tapi ke mana lagi aku harus pergi?

Bagitu banyak suara

Berbicara di telingaku

Suara apa

Yang seharusnya aku dengar?

Bagaimana aku bisa tahu?

Ke mana lagi

Aku harus pergi?

Duniaku sudah berubah dan begitu pula aku

Aku sudah belajar untuk memilih dan bahkan untuk berpisah

Jalan di hadapanku sulit dilihat

Jalannya begitu berliku tapi di mana berakhirnya

Itu tergantung padaku

Dalam hatiku, aku belum berpisah

Dengan apa yang telah aku ketahui

Kini tampaknya sudah waktu untuk memulai

Hidup baru

Sendiri

Tapi ke mana lagi aku harus pergi?

Begitu banyak suara berbicara di telingaku

Suara apa

Yang seharusnya aku dengar?

Bagaimana aku bisa tahu?

Ke mana lagi aku harus pergi?

Dari

Sini?

Ada kapal!/ Ada kapal datang!

Kapal datang!

Mereka sudah tiba! Cepat!

Tunggu aku!

Buka gerbang!

Dorong!

Semua awak ke haluan! Lemparkan tali!

Lebih bertenaga!/Bersama!

Ke kiri!

Ke tempat masing-masing!

Hormat!

Orang liar kotor.

Tenang.

Tenang.

Orang keparat.

Tunggu!

Tunggu!/ Turunkan senjata!

Tidak apa-apa. Aku sudah membereskannya.

Para pemukim perlu tahu mereka bisa

mempercayai kita untuk berbuat yang benar.

Kau harusnya tidak ikut campur.

Maaf, apa katamu?

Baiklah. Aku memaafkanmu./ Aku hanya membantu.

Aku tidak minta bantuanmu.

Kau juga tidak mengucapkan terima kasih.

Mana kesopanan dan etiketnya?

Karena kau masih baru di sini, pantas jika kau belum punya hal itu.

Dasar wanita.

Aku takut para Indian itu akan melancarkan perang.

Pocahontas takkan membiarkan hal itu.

Pocahontas?

John Rolfe. Kudamu, tuan.

Di sini kau rupanya. Terima kasih.

Kini saatnya aku bertemu kepala suku Pocahontas ini.

Kepala suku agung.

Aku John Rolfe.

Menurut kebiasaan...

Apa kabar?/ Biarkan dia lewat.

Menurut kebiasaan Inggris Raya,

aku mau berikan kuda ini

sebagai hadiah perdamaian untuk Pocahontas yang perkasa.

Putriku.

Kau?/ Kuda ini untukmu.

Bukan, maaf. Ini salahku.

Kuda ini maksudnya untuk.../ Pocahontas, rajamu bilang begitu.

Atau dia bohong?/ Bukan! Aku tak pernah.

Masalahnya... Ini...

Tidak. Ini bagus sekali.

Hasil kerja yang bagus, Rolfe.

Aku yakin kita bisa hidup makmur bersama di negeri besar ini

di bawah pemerintahan Raja James.

Untuk membina kepercayaan, aku ingin mengajakmu berlayar...

...untuk bertemu rajaku./ Aku tak mau ambil negeri suku muka pucat.

Dia yang mau menguasai negeriku.

Kenapa dia tidak menyeberangi air asin untuk menemui aku?

Kurasa itu tidak bisa, Kepala Suku Agung.

Kalian orang liar. Mereka hanya mau merebut tanah kita.

Mereka akan menghancurkan.../ Itukah yang mereka inginkan?

Kau tidak tahu.

Ayah, harus ada yang pergi.

Bicaramu seperti orang bermuka pucat.

Kau sama dengan mereka./ Mungkin kau harus pergi.

Tidak! Ini masalah diplomasi.

Kau tidak bisa tangani tugas seperti ini.

Aku akan pergi./Putriku...

Ayah, aku mohon. Aku bisa lakukan tugas ini.

Kau punya semangat seperti ibumu.

Baiklah, sudah diputuskan./Tapi...

Bagus.

Nenek Willow, aku mau bicara padamu.

Apa itu Pocahontas-ku?

Ada apa, anakku?

Kau khawatir karena mau menyeberangi air asin.

Bagaimana jika aku tak bisa membawa perdamaian?

Bagaimana jika aku gagal? Bagaimana jika aku memperburuk keadaan?

Bagaimana jika?/Bagaimana jika aku

tak bisa membuat mereka mendengarkan?

Bagaimana jika langit terbakar dan hidungmu lepas?

Dulu aku minta kau untuk mendengarkan hatimu.

Kini saatnya untuk mendengarkan hatimu.

Tapi jiwa di sekitarku...

Bisa membantu, tapi jiwa dalam dirimu bisa memandumu.

Dengarkan jiwa dalam dirimu.

Dengarkan jiwa dalam diri.

Nenek Willow, ini tidak berhasil.

Nenek Willow?

Pelan-pelan, anak muda!/ Ayo. Benar. Kemari.

Hati-hati./ Ke bagian kanan kapal.

Angkat!

Aku akan menghormati sumpahku untuk tidak

melanggar perdamaian dengan si muka pucat,

tapi kita harus mengetahui kekuatan mereka.

Buat takikan di tongkat ini untuk

tiap muka pucat yang kau lihat.

Jaga putriku.

Kali ini aku tidak bisa membawa kalian.

Jangan membuat masalah dan saling menjaga.

Jangan lupakan negeri ini.

Kau akan selalu bersamaku.

Tunggu. Apa ini?

Ini Uttamatomakkin.

Apakah Utta... Dia ikut dengan kita? Kau ikut kami?

Aku bilang, apa kau...? Halo? Kau bisa dengar aku?

Apa dia bisa dengar aku?

Ya, tentu, ini ide yang bagus, bukan?

Ini baik. Fantastis.

Semua, angkat sauh!

Angkat sauh!

Naikkan layar!/Siap.

Selamat tinggal, Ayah.

Baik, tentu. Pel deknya. Pel dek.

Hanya itu saja pekerjaanku, mengepel dek.

Sudah selalu tampak bersih.

Untuk apa dek dipel?

Ini tampaknya bersih. Aku tidak lihat kotoran.

Aku sudah bosan mengepel dek. Aku mengepel.

Ada yang lihat aku mengepel?

Apa itu? Ada apa ini?

Tangkap dia! Bagus!

Meeko. Sedang apa kau di sini?

Ada apa ribut-ribut?

Nona, aku tidak suka penumpang gelap,

dan aku tidak suka kau mengganggu awakku.

Kau bisa ikut berlayar di bawah...

...atau di kurungan.

Kau.../Dia adalah tamu raja,

dan harus diperlakukan dengan semestinya. Apa sudah jelas, Kapten?

Kenapa kau lakukan itu?

Karena suka atau tidak, kau adalah duta

More Indonesian subtitles for Pocahontas II: Journey to a New World

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left