As primeras 200 linias.
Hey, apa yang kau lakukan berdiri disana?
Kau bodoh, harusnya kau mengikuti kecepatan pasanganmu.
Kau bahkan tidak melihat kamera, kepalamu kemana-mana.
Kukira aku melihat seseorang
Itu... Gim Bung Do.
Tolong jangan buat wajah seperti itu.
Aku tahu, itu hanya ilusi.
Ada banyak sekali orang. Aku pasti hanya berhalusinasi.
Aku akan gila.... sungguh.
Apa? Siapa Gim Bung Do? Aku bahkan tidak tahu bagaimana wajahnya?
Apa kau baik-baik saja?
Sudah lama sekali.
Apa kau.. Gim Bung Do?
Apa kau sungguh.. Gim Bung Do?
Sebenarnya siapa kau?
Ini bukan seperti kau Gim Bung Do yang asli, kenapa kau selalu mengatakan kalau kau Gim Bung Do?
Selain itu, kau selalu mencari Hui Jin.
Omong-omong apa kau tidak ingat aku?
Bagaimana mungkin aku mengingatmu? Ini pertemuan pertama kita.
Siapa kau, sebenarnya?
Aku bertanya padamu, siapa kau?
Aku merasa kecewa.
Meskipun kita dulu begitu dekat.
Kita?
Dan .. mobil itu juga?
Hui Jin membeli mobil itu,
dengan uangnya sendiri.
Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.
Bagaimana mungkin aku pergi membeli mobil denganmu?
Dan kapan aku mengajarimu untuk menyetir mobil?
Ah, sungguh!
Kau mengatakan hal yang sama dengan Hui Jin, aneh sekali.
Sekarang ini, situasinya begitu konyol, sampai-sampai kurasa aku akan gila.
Aku bahkan tidak tahu siapa dirimu. Dan ini juga pertama kalinya aku mendengar suaramu.
Hui Jin bilang itu seseorang yang muncul di mimpinya. Tidak..
Menurut Hui Jin, kau seseorang yang benar-benar ada di catatan sejarah,
tapi bagaimana itu mungkin bahwa kau duduk disini?
Harusnya kau mati dan dikuburkan ratusan tahun yang lalu.
Apa menurutmu aku tidak akan mengganggap ini konyol?
Ini memang konyol.
Mengetahui itu, kenapa kau masih seperti ini?
Karena kau mengakuinya, bagaimana kalau kita terbuka dan jujur saja.
Kau penggemar Hui Jin, kan? Aku bisa tahu hanya dengan satu tatapan.
Katakan sejujurnya.
Sebagai manajer, aku sudah bertemu dengan berbagai macam penggemari.
Apa yang kukatakan benar, kan?
Akhirnya kau mengakuinya.
Sekarang, karena aku sudah terus terang, tidak ada lagi yang bisa kau katakan.
Hello?
Ah, iya.
Aku diluar.
Tunggu sebentar.
Tidak tidak, ini dekat. Iya, iya.
Bukan memori yang menghilang, tapi waktu yang menghilang.
Jarak. Jarak dalam waktu, semuanya hilang melalui jarak dalam waktu.
Waktu itu mulai dari awal lagi.
Iya, Hui Jin ada di lounge.
Baiklah, aku akan telfon kau begitu aku kembali. Iya.
Dia tidak kelihatan sebagai orang yang jahat...
Sudahlah, ada apa?
Permisi, sesuatu terjadi dan aku harus pergi.
Iya, kau boleh pergi duluan.
Apa ada sesuatu yang kau tidak mengerti.
Tidak, aku mengerti semuanya.
Choe Hui Jin bukan sesuatu yang spesial.
Meskipun dia terlihat begitu langsing dan keren di TV...
kalau tidak ada make-up, dia biasa sekali.
Dia benar-benar mengandalkan make up dan cahaya untuk kelihatan bagus.
Aku tahu itu karena kita tinggal bersama.
Ini tidak seperti kau kelihatan keren.
Kenapa kau punya khayalan untuk menjadi kekasihnya?
Berdasarkan penampilanmu, aku yakin kau terkenal diantara para wanita?
Begitu? Itu enak didengar.
Apa aku boleh bertanya beberapa hal padamu?
Silahkan.
Kau bilang kau mahasiswa sarjana, kan?
Maksudmu, universitas?
Aku bertanya, kau kuliah dimana, kau mahasiswa unversitas mana?
Sungkyunkwan..
Universitas Sungkyunkwan?
Sungguh?
Mulai sekarang, katakan yang sebenarnya.
Iya.
Kau bilang kau mahasiswa sarjana, kan?
Universitas mana?
Aku bertanya, kau kuliah dimana, kau mahasiswa universitas mana?
Sungkyunkwan...
Universitas Sungkyunkwan?
Apa itu benar?
Bukankah kau bilang, kau hanya berkata jujur?
Apa itu benar atau tidak.
Bukankah kau bilang, kau hanya berkata jujur?
Kau tinggal dimana?
Bukchon.
Bukchon?
Dibilang rumah-rumah disana sangat mahal.
- Apa mungkin rumanya diubin? - Genteng rumahnya terbuat dari ubin.
- Kalau begitu, apa kau tinggal bersama orang tuamu? - Tidak.
Mereka berdua sudah meninggal.
Bukankah kau seorang mahasiswa,
bagaimana kau mengurus pengeluaranmu?
Aku punya warisan.
Warisan?
Sebenarnya berapa banyak warisan yang bisa..
Kenapa kau tertawa?
Kau begitu jujur.
Apa?
Memiliki pemikiran yang sama dengan urutan yang sama seperti ini...
Menanyakan setiap pertanyaan dengan urutan yang sama tidak mudah.
Kau cukup konsisten.
Apa?
Kalau begitu, aku akan bertanya satu pertanyaan lagi.
Apa Nona Choe Hui Jin merasa kalau ini hanya mimpi?
Sebenarnya, tentu saja. Sebuah mimpi adalah mimpi.
Dia punya kekasih, apa lagi yang perlu dia pikirkan?
Dia punya kekasih?
Kau tidak tahu? Bukankah kau penggemarnya?
Semua orang tahu tentang itu.
Itu karena aku tidak berada disini selama beberapa waktu.
Siapa...
Han Dong Min.
Apa kau tidak lihat sebelumnya?
Mereka berdua jalan bersama?
Meskipun kau berada di luar negeri, apa kau tidak lihat di internet?
Itu benar.
Kalau nomor itu menelfon lagi, jangan angkat.
Enapa tidak?
Mereka memintamu untuk melakukan modeling telanjang.
Ini nomor itu lagi.
Jangan jawab.
Kalau begitu, aku akan pergi duluan.
Kau harus tepati janjimu mengeai Hui Jin.
Aku tidak akan menelfonnya.
Kau jelas berjanji.
Aku tidak akan menyakiti seseorang yang kusukai.
Aku tidak akan berhubungan lagi. Kau bisa istirahat dengan tenang.
Kalau begitu.. Kau mau kemana sekarang?
Tentu saja aku harus pulang ke rumah.
Rumah?
Di Bukchon, kan?
Kenapa kau keluar?
Berikan ponselku padaku.
Apa yang kau lakukan?
Berikan padaku!
Apa yang kau lakukan? Sungguh.
Barusan telfon itu bukan modeling tanpa busana, kan?
Telfon itu, bukankah itu dari Gim Bung Do?
Itu dia? Itu dia kan?
Aku jelas melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Aku takut kau akan seperti ini, mengkhayal dalam fantasi.
Apa?
Aku memang bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai Gim Bung Do...
Dimana dia?
Dia pergi.
Dia kemana?
Mungkin dia pulang?
Dia sudah tahu kalau semua itu hanya karena kau bermimpi.
Hey, kau mau kemana?
Hey. Kau mau kemana? Penyiaran langsung akan segera dimulai.
Bagaimana bisa kau pergi begitu saja?
Hey! Apa kau gila? Apa kau sadar? Kembalilah!
Taxi! Taxi!
Ajussi, tolong lebih cepat.
Tapi agassi, kau seorang aktris, kan?
Iya.
Belok kiri disini, kita akan lebih cepat sampai ke taman umum.
Itu benar. Sepertinya aku pernah melihatmu di salah satu drama itu.
Ah, Sageuk. Kau berperan sebagai ratu kerajaan, kan?
Iya, ajussi. Tolong cepat.
Senang bertemu denganmu. Kau ternyata jauh lebih cantik daripada di layar.
Tapi kau mau kemana mengenakan gaun?
Gaun ini tidak akan cocok untuk taksi.
Ajussi, apa kau bisa menyetir lebih cepat? Apa kau akan bertanggung jawab kalau hidupku hancur?
Injak gasnya.
Agassi, biaya taksi.
Tolong tunggu disini. Aku akan bayar kau begitu aku kembali.
Apa kau naik tanpa punya uang untuk membayar?
Aku akan segera kembali, tunggu sebentar.
Siapa?
Itu... Siapa?
Aku ada biarawan rendahan dari kuil.
Apa?
Maafkan aku karena tidak sopan di jam seperti ini, tapi Tuan Yeong Myeong menyuruhku untuk memastikan keselamatan pengelola.
Keselamatan?
Tuan muda sedang tertidur.
Master.
Apa terjadi sesuatu dengan tuan muda?
Dia tadi berada di kuil dan terjadi sesuatu.
Apa? Kapan tuan muda kesana?
Harusnya dia membawaku bersamanya kalau dia kesana. Ada apa lagi?
Tuanku?
Tuanku.
Kau belum tidur? Sebenarnya, aku baru saja akan memanggilmu.
Apa kau ke kuil?
Bagaimana kau bisa tahu?
Ada seseorang yang dikirim dari kuil, memastikan keselamatanmu.
Begitu? Aku baru saja akan mengirim sebuah surat, tapi sudah...
Beritahu dia kalau aku baik-baik saja.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Ini bukan sesuatu yang buruk. Siap-siaplah untuk ke Biro Penyelidikan Kerajaan.
No comments yet. Be the first to leave one.