As primeras 200 linias.
Alih bahasa: mk7
A Member of IDFL ™ Subs Crew IDFL.us
Dia di dalam.
Tangkap dia!
Dia hilang! Geledah ruangan.
Hei, ada pesta ya. Apa aku diundang?
John Smith, atas nama Raja,
kau ditangkap dengan tuduhan pengkhianatan di Jamestown.
Pengkhianatan? Kalian pasti mencari Ratcliffe.
Dia lari lewat jendela!
Jangan biarkan dia lolos!
Kejar dia!
Terima kasih sudah mampir.
Ada lagi yang mau bergabung dengannya?
Bunuh dia!
Aku mendapatkannya sekarang!
Dia melompat!
Raja mempercayai ceritaku.
Sayang.
Aku sebenarnya lebih suka melihatmu digantung.
Aku sudah berusaha keras menyelamatkannya.
Dan begitulah kisah kematian John Smith.
Aku menginginkan dia hidup-hidup!
Begitupun aku.
Tapi, Yang Mulia, kau tidak butuh dia sekedar untuk membenarkan ceritaku.
Kita harus menunggu sampai John Rolfe kembali dengan ketua suku Indian.
Ketua hanya akan mengatakan padamu kebohongan biadab lain. Perang satu-satunya jalan.
Baiklah, Ratcliffe. Siapkan armadamu kalau begitu.
Tapi kita akan menunggu kembalinya John Rolfe dan kepala suku Indian.
Oh, sudah lama berlalu sejak berita kematian John Smith.
Mungkin ini saatnya untuk melupakannya.
Aku tahu kau benar. Hanya saja, perpisahan itu berat.
Bumi terasa dingin
Tanah terasa kosong
Cabang-cabang pohon membungkuk menentang angin yang ada di mana-mana
Burung-burung terus bergerak sehingga mereka bisa bertahan
Saat salju begitu tebal beruang-beruang tidur
Untuk bertahan hidup
Mereka lakukan apa yang harus mereka lakukan
Dan percaya kepada rencana mereka
Jika aku percaya kepada rencanaku
Mungkin aku akan menemukan
Siapa diriku
Tapi kemana aku menuju setelah ini?
Begitu banyak suara
Berdengung di telingaku
Mana suara
Yang harus kudengar?
Bagaimana aku tahu?
Kemana aku menuju
Setelah ini?
Duniaku telah berubah, begitupun aku
Aku telah belajar untuk memilih dan bahkan belajar untuk berpisah
Jalan di depan Begitu sulit dilihat
Melingkar dan berbelok tapi di mana ini berakhir
Semua tergantung padaku
Di dalam hatiku aku tidak merasakan bagian
yang sudah begitu kukenal
Ini sepertinya saat yang tepat untuk memulai
Sebuah hidup baru
Sendiri
Tapi kemana aku menuju setelah ini?
Begitu banyak suara berdengung di telingaku
Mana suara
Yang harus kudengar?
Bagaimana aku tahu?
Kemana aku menuju
Setelah
Ini?
- Kapal! - Ada kapal datang!
Ada kapal datang!
Oh, mereka sudah datang! Cepat!
Tunggu aku!
Buka gerbang!
Dorong!
Semua tangan di depan! Lempar talinya!
- Keluarkan tenaga kalian! - Bersama-sama!
Awas kiri!
Semua di posisi!
Beri hormat!
Dasar makhluk barbar kotor.
Wow, nak! Tenang! Wow!
Wow, nak!
Orang liar brengsek.
Tidak, tunggu!
- Tunggu! - Turunkan senjata!
Sudah tidak apa-apa sekarang. Aku sudah mengurusnya.
Kalian pendatang perlu tahu, kami bisa melakukannya sendiri.
Kau tidak perlu ikut campur.
Maaf?
- Baiklah. Kau dimaafkan. - Aku hanya ingin membantu.
Aku tidak minta bantuanmu.
Yah, kau bahkan tidak berterima kasih.
Di mana kesopanan dan etika?
Yah, karena kau baru di sini, aku tidak berharap kau memilikinya.
Dasar wanita.
Aku khawatir Indian mungkin menyerang.
Oh, sayangku, Pocahontas tidak mungkin membiarkan itu.
Pocahontas?
John Rolfe, kudamu, Tuan.
Oh, ini dia. Terima kasih.
Ini waktunya menemui Ketua Pocahontas.
Ketua Yang Mulia...
...aku John Rolfe.
Sesuai kebiasaan...
- Apa kabar? - Biarkan dia lewat.
Sesuai kebiasaan Inggris Raya,
Aku ingin mempersembahkan kuda ini
sebagai hadiah perdamaian untuk Pocahontas yang perkasa.
Nak...
- Kau? - ...kuda liar ini untukmu.
Tidak, maaf. Aku salah.
- Kuda ini, sebenarnya untuk... - Pocahontas, kata rajamu.
- Atau dia bicara salah? - Tidak! Tidak mungkin.
Hanya saja... ini...
Tidak, ini... Ini betul-betul sempurna.
Kerja bagus, Rolfe.
Aku percaya kita bisa saling menguntungkan di negara hebat ini
di bawah pemerintahan Raja James Yang Mulia.
Untuk membangun kepercayaan, aku ingin kau pergi berlayar bersamaku...
- ...untuk bertemu rajaku. - Aku tidak ingin tanah ketua muka pucat.
Dia yang menginginkan tanahku.
Kenapa tidak dia yang menyeberang air asin untuk menemuiku?
Aku khawatir tidak bisa begitu, Ketua Yang Mulia.
Kalian kaum barbar. Mereka hanya menginginkan tanah kita!
- Mereka bermaksud menghancurkan... - Apa benar begitu?
Kau tidak tahu.
Ayah, seseorang harus berangkat.
Kau bicara dengan lidah orang muka pucat.
Kau bagian dari mereka. Mungkin kau saja yang pergi.
Tidak! Ini masalah diplomasi.
Kau takkan bisa menangani hal seperti ini.
- Aku akan pergi. - Nak...
Ayah, ayolah. Aku bisa.
Kau memiliki jiwa ibumu.
- Baiklah. Sudah diputuskan. - Tapi...
Sempurna.
Nenek Willow, aku perlu bicara denganmu.
Apakah itu Pocahontas-ku?
Wah, ada apa, Nak?
Kau khawatir karena akan menyeberangi air asin.
Bagaimana kalau aku tidak bisa membawa perdamaian?
Bagaimana kalau aku ditakdirkan untuk gagal? Bagaimana kalau aku malah memperburuk keadaan?
- Bagaimana kalau? / - Bagaimana kalau aku gagal membuat mereka mendengar?
Bagaimana kalau langit berubah menjadi api dan hidungmu jatuh?
Dulu, aku memintamu untuk mendengar dengan hatimu.
Ini saatnya mendengar kata hatimu.
Tapi jiwa-jiwa di sekelilingku...
Bisa membantu, tapi hanya jiwa di dalam yang bisa membimbingmu.
Dengarkan jiwa di dalam dirimu.
Nenek Willow, ini tidak berhasil.
Nenek Willow?
Pelan-pelan!
Ayo. Benar. Sebelah sini.
- Pelan-pelan. - Ke sebelah kanan.
Angkat!
Aku akan menjaga sumpahku untuk tidak melanggar perdamaian dengan orang muka pucat,
tapi kita harus tahu kekuatan mereka.
Buat goresan di tongkat ini untuk setiap muka pucat yang kau lihat.
Jaga anakku.
Aku tidak bisa membawa kalian kali ini.
Jauhi masalah dan saling jaga.
Jangan lupakan negeri ini.
Kau akan selalu bersamaku.
Tunggu. Apa ini?
Dia Uttamatomakkin.
Nah, apa Utta... Dia akan ikut kita? Kau ikut kami?
Kubilang, apa kau...? Halo? Bisa kau dengar aku?
Bisakah dia, bisakah dia mendengarku?
Ya, tentu saja. Ini memang ide yang bagus, kan?
Ini akan sempurna. Luar biasa.
Semua, angkat jangkar!
Angkat jangkar!
- Buka layar! - Siap, Pak!
Selamat tinggal, Ayah.
Baiklah, tentu, ya. Pel lantai. Pel lantai.
Maksudku, itulah pekerjaan kita, mengepel lantai brengsek ini.
Maksudku, lantainya selalu bersih kan.
Maksudku, buat apa kita mengepel lantai?
Bagiku sudah bersih. Tidak kulihat kotoran.
...mengepel lantai. Aku sedang mengepel!
Apa ada yang melihat aku mengepel?
Hei! Apa itu? Apa yang...?
Tangkap dia! Itu dia!
Meeko, apa yang kau lakukan di sini?
Ada apa ini?
Dengar, nona, aku tidak suka penumpang gelap,
dan takkan kubiarkan kau mengganggu awak kapalku.
Bawa mereka ke bawah...
...atau masukkan ke penjara.
- Kau adalah... - Tamu dari raja,
dan harus diperlakukan sebagaimana perlakuan kepada tamu raja. Jelas, Kapten?
Kenapa kau lakukan itu?
Karena, suka atau tidak, kau adalah utusan
dan aku terikat kehormatan untuk melindungimu.
Dan kehormatan, Pocahontas, adalah dasar peradaban kami.
Terima kasih.
Daratan!
Angkat layar!
Tarik! Ikat yang kencang.
No comments yet. Be the first to leave one.